Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Player To Watch Spesial: Xepher, Otak di Balik Kesuksesan Alter Ego
Sumber: Moonton

Intinya sih...

  • Xepher, coach sukses Alter Ego dalam MLBB

  • Statistik dan prestasi mengesankan sejak debut di MPL ID Season 15

  • Kesuksesan Xepher sebagai bukti bahwa latar belakang berbeda bukan penghalang untuk sukses di MLBB

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia esports, kisah sukses biasanya lahir dari proses panjang yang penuh trial and error. Namun, sesekali muncul sosok yang mampu mematahkan anggapan tersebut.

Salah satunya adalah Xepher, coach Alter Ego yang baru satu tahun terjun ke skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), tetapi sudah berhasil membawa timnya melangkah hingga runner-up M7 World Championship di Jakarta.

Pencapaian ini jelas bukan hal biasa. Di tengah persaingan MLBB yang dikenal ketat dan sarat pengalaman, nama Xepher justru melesat cepat sebagai salah satu coach paling menarik untuk diperbincangkan.

Tak heran jika GGWP menghadirkan edisi spesial Player To Watch untuk sosok bernama asli Kenny Deo ini.

In Article GGWP_.png


Statistik yang Bicara

Sumber: instagram.com/kennyxepher

Sebelum dikenal sebagai coach MLBB, Kenny Deo merupakan figur yang cukup disegani di komunitas Dota 2. Pria kelahiran 1996 ini dikenal memiliki pemahaman makro permainan yang kuat, sesuatu yang kelak menjadi fondasi penting dalam perjalanannya di MLBB.

Keputusan besar ia ambil pada 2024, saat memilih meninggalkan Dota 2 dan memulai lembaran baru di skena kompetitif Mobile Legends. Sebuah langkah yang kala itu sempat menjadi bahan perbincangan, mengingat perbedaan kompleksitas dan tempo permainan kedua game MOBA tersebut.

Namun, hasil di lapangan berkata lain.

Pada MPL Indonesia Season 16, musim keduanya bersama Alter Ego, Xepher langsung mencatatkan prestasi mengesankan. Di babak Group Stage, Alter Ego membukukan 10 kemenangan dan 6 kekalahan, cukup untuk mengamankan tiket ke Playoff.

Performa konsisten itu berlanjut di fase krusial, dengan catatan 3 win dan 2 lose di Playoff MPL ID S16, yang mengantar Alter Ego finis sebagai runner-up.

Meski gagal meraih trofi MPL, hasil tersebut menjadi batu loncatan penting karena memastikan Alter Ego melaju ke M7 World Championship.

Di panggung dunia, Xepher kembali menunjukkan kapasitasnya. Alter Ego tampil sempurna di Swiss Stage dengan 3 kemenangan tanpa kekalahan.

Sementara di Knockout Stage, mereka mencatatkan 4 kemenangan dan 2 kekalahan, sebelum akhirnya kembali harus puas di posisi runner-up dunia.

Perjalanan Penuh Kegigihan

Sumber: instagram.com/kennyxepher

Menariknya, keberhasilan Xepher tidak datang dari pengalaman panjang di MLBB. Sebaliknya, ia justru mengandalkan bekal pemahaman MOBA dari Dota 2, mulai dari pengambilan keputusan, kontrol objektif, hingga pembacaan momentum pertandingan.

Transisi dari Dota 2 ke MLBB memang bukan perkara mudah. Namun, Xepher membuktikan bahwa fundamental yang kuat mampu menutup keterbatasan jam terbang.

Ia dikenal sebagai sosok coach yang adaptif, terbuka pada ide baru, serta berani bereksperimen dengan gaya bermain Alter Ego.

Debutnya di MPL ID Season 15 menjadi bukti awal. Meski baru terjun, ia mampu membawa Alter Ego finis di peringkat keempat, hasil yang tergolong solid untuk coach pendatang baru.

Alih-alih puas, Xepher justru menjadikan hasil tersebut sebagai pijakan untuk melompat lebih tinggi.

Hanya berselang satu musim, Alter Ego langsung naik kelas menjadi runner-up MPL ID S16, lalu disusul pencapaian runner-up dunia di M7.

Dalam kurun waktu satu tahun, Xepher sukses mengubah statusnya dari “coach baru nyemplung” menjadi salah satu nama paling diperhitungkan di skena MLBB Indonesia.

Prestasi yang Tak Bisa Diremehkan

Sumber: instagram.com/kennyxepher

Jika menilik daftar prestasinya, sulit membantah bahwa Xepher adalah salah satu coach tersukses dalam waktu singkat. Bersama Alter Ego, ia telah mengoleksi:

  • 1st–2nd Snapdragon Pro Series Season 6 APAC – Open Finals Qualifier

  • 7th Snapdragon Pro Series Season 6 APAC – Challenge Season

  • 4th MPL Indonesia Season 15

  • 2nd MPL Indonesia Season 16

  • 2nd M7 World Championship

Deretan hasil tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan Xepher bukan sekadar keberuntungan. Ia memiliki visi, metodologi, dan kemampuan membaca meta yang matang, meski pengalamannya di MLBB tergolong masih “seumur jagung”.

Runner-up memang sering dianggap sebagai posisi yang menyakitkan. Namun, bagi Xepher, posisi kedua justru menjadi penanda lahirnya era baru.

Dalam waktu singkat, ia telah menanamkan identitas kuat pada Alter Ego dan menunjukkan bahwa latar belakang berbeda bukanlah penghalang untuk sukses di MLBB.

Jika dalam satu tahun saja Xepher mampu membawa Alter Ego dua kali finis sebagai runner-up di level tertinggi, maka satu hal yang pasti: kisahnya masih jauh dari kata selesai. Dan untuk musim-musim mendatang, nama Xepher layak terus masuk dalam daftar coach yang harus diperhatikan di skena kompetitif MLBB.

FAQ

Siapa Xepher dalam skena esports Mobile Legends?

Xepher adalah coach Alter Ego di skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Meski baru sekitar satu tahun terjun sebagai coach MLBB, ia sukses membawa Alter Ego meraih posisi runner-up di MPL Indonesia Season 16 dan M7 World Championship.

Apa latar belakang Xepher sebelum terjun ke MLBB?

Sebelum fokus ke MLBB, Xepher dikenal sebagai pemain Dota 2. Pengalaman panjangnya di game MOBA tersebut memberinya pemahaman makro, strategi, dan pengambilan keputusan yang sangat membantu proses transisinya ke Mobile Legends.

Apa pencapaian terbesar Xepher bersama Alter Ego sejauh ini?

Pencapaian terbesarnya adalah membawa Alter Ego menjadi runner-up MPL Indonesia Season 16 dan runner-up M7 World Championship. Selain itu, ia juga meraih sejumlah hasil kompetitif di ajang Snapdragon Pro Series APAC.

Mengapa Xepher disebut sebagai coach yang patut diperhatikan?

Xepher dianggap patut diperhatikan karena mampu meraih prestasi besar dalam waktu singkat. Dengan pengalaman MLBB yang relatif minim, ia sukses membuktikan bahwa pemahaman MOBA yang kuat dan adaptasi cepat dapat menghasilkan performa tim yang kompetitif di level dunia.

Editorial Team