Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Jerax.jpg
Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Intinya sih...

  • N0tail dari Denmark menjadi pro player esports terkaya dengan total pendapatan turnamen US$7,17 juta.

  • JerAx dari Finlandia memiliki total pendapatan turnamen sebesar US$6,48 juta dan dikenal sebagai support terbaik.

  • Ana dari Australia berhasil mengantongi total pendapatan turnamen US$6,02 juta dan merupakan carry dengan gaya bermain tenang namun mematikan di Dota 2.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dulu, bermain game sering dianggap sekadar hobi pengisi waktu luang. Namun kini, esports telah menjelma menjadi industri raksasa dengan perputaran uang yang luar biasa besar. Dari hadiah turnamen, kontrak organisasi, sponsor, hingga streaming, para pro player bisa mengantongi penghasilan yang nilainya setara atlet olahraga konvensional.

Tak heran jika beberapa nama di scene esports dunia kini menyandang status sebagai atlet esports terkaya sepanjang masa. Menariknya, mayoritas dari mereka berasal dari satu game yang sama. Berikut daftar 10 pro player esports terkaya saat ini berdasarkan total pendapatan turnamen mereka.

1. Johan “N0tail” Sundstein – Denmark (US$7,17 juta = Rp121,1 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Nama N0tail sudah identik dengan kesuksesan OG. Sebagai kapten sekaligus shot caller, ia membawa OG menjuarai The International 2018 dan 2019 secara beruntun. Prestasi tersebut membuatnya menjadi pro player dengan pendapatan turnamen tertinggi sepanjang sejarah esports.

Selain prestasi di dalam game-nya Dota 2, N0tail juga dikenal sebagai figur pemimpin yang disegani. Ia berperan besar dalam membentuk mental juara OG, bahkan setelah beberapa kali mengalami kegagalan di panggung besar.

2. Jesse “JerAx” Vainikka – Finlandia (US$6,48 juta = Rp109,5 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

JerAx adalah contoh sempurna support di Dota 2 dengan impact luar biasa. Permainannya yang agresif, cerdas, dan penuh inisiatif membuat OG punya keunggulan besar di berbagai laga krusial. Dua gelar The International menjadi bukti kualitasnya.

Meski kini sudah pensiun dari kompetitif, nama JerAx tetap dikenang sebagai salah satu support terbaik sepanjang masa. Banyak pemain muda menjadikannya panutan dalam bermain posisi roamer dan playmaker.

3. Anathan “ana” Pham – Australia (US$6,02 juta = Rp101,8 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Ana dikenal sebagai carry dengan gaya bermain tenang namun mematikan di Dota 2. Keputusannya di late game sering kali menjadi penentu kemenangan OG di laga-laga penting. Ia turut berkontribusi besar dalam dua gelar TI OG.

Menariknya, ana sempat beberapa kali memutuskan rehat bahkan pensiun muda. Meski begitu, reputasinya sebagai salah satu carry terbaik Dota 2 tetap melekat hingga sekarang.

4. Sébastien “Ceb” Debs – Prancis (US$5,94 juta = Rp100,3 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Ceb awalnya dikenal sebagai pelatih OG sebelum akhirnya turun langsung ke arena kompetitif di Dota 2. Keputusan ini terbukti sangat tepat, karena OG justru mencapai puncak kejayaannya saat Ceb menjadi pemain inti.

Selain kemampuan mekanik, Ceb juga unggul dalam aspek strategi dan mental bertanding. Perannya sangat vital dalam menjaga stabilitas tim di momen-momen krusial The International.

5. Topias “Topson” Taavitsainen – Finlandia (US$5,89 juta = Rp99,6 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Topson datang ke OG sebagai pemain yang relatif tidak dikenal publik. Namun debutnya di TI 2018 langsung mengejutkan dunia dengan gaya bermain midlane yang agresif dan tidak konvensional.

Hero pool yang unik dan keberanian mengambil risiko membuat Topson menjadi pembeda. Ia membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi senjata utama di level tertinggi kompetisi.

6. Kuro “KuroKy” Takhasomi – Jerman (US$5,28 juta = Rp89,2 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

KuroKy adalah salah satu pemain paling senior di scene Dota 2. Ia pernah bermain di berbagai era meta dan tetap mampu bersaing di level tertinggi. Puncaknya adalah gelar juara The International 2017 bersama Team Liquid.

Sebagai kapten, KuroKy dikenal dengan kepemimpinan yang disiplin dan strategis. Ia juga berjasa besar dalam membesarkan banyak pemain bintang.

7. Amer “Miracle-” Al-Barkawi – Yordania/Polandia (US$4,89 juta = Rp82,7 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Miracle- sering disebut sebagai salah satu pemain dengan mekanik terbaik dalam sejarah Dota 2. Keahliannya menggunakan berbagai hero carry dan midlane membuatnya sangat fleksibel.

Bersama Team Liquid, Miracle- meraih berbagai gelar prestisius, termasuk TI 2017. Performanya kerap menjadi penentu di laga-laga besar.

8. Ivan “MinD_ContRoL” Ivanov – Bulgaria (US$4,70 juta = Rp79,5 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Sebagai offlaner, MinD_ContRoL dikenal konsisten dan jarang melakukan kesalahan fatal. Kontribusinya mungkin tidak selalu terlihat di papan skor, namun sangat krusial bagi keseimbangan tim.

Ia menjadi bagian penting dari kejayaan Team Liquid, termasuk saat menjuarai The International 2017. Gaya bermainnya banyak dijadikan referensi oleh offlaner generasi baru.

9. Maroun “GH” Merhej – Lebanon (US$4,39 juta = Rp74,1 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

GH dikenal luas berkat performa luar biasa menggunakan hero support seperti Io dan Rubick. Keputusan cepat dan positioning akurat membuatnya sering menjadi penentu teamfight.

Bersama Team Liquid, GH menjadi salah satu support paling ditakuti di dunia. Namanya pun masuk jajaran elite support Dota 2.

10. Kyle “Bugha” Giersdorf – Amerika Serikat (US$3,84 juta = Rp64,9 miliar)

Pro Player Terkaya (Dok. Liquipedia)

Bugha menjadi fenomena global setelah menjuarai Fortnite World Cup 2019. Satu kemenangan tersebut langsung mengubah hidupnya secara drastis.

Hingga kini, Bugha tetap menjadi ikon Fortnite. Ia aktif sebagai konten kreator dan memiliki berbagai kontrak sponsor besar di luar hadiah turnamen.

Dominasi pemain Dota 2 tidak lepas dari The International, turnamen dengan prize pool terbesar dalam sejarah esports. Setiap tahunnya, total hadiah TI bisa mencapai ratusan miliar rupiah, jauh melampaui turnamen game lain.

Sementara itu, Bugha menjadi contoh bahwa satu turnamen besar pun bisa mengubah hidup seorang pemain, asalkan skalanya benar-benar global.

Daftar pro player esports terkaya ini membuktikan bahwa dunia game kompetitif bukan lagi mimpi kosong. Dengan dedikasi, skill, dan mental juara, bermain game bisa menjadi karier yang sangat menjanjikan.

Ke depannya, bukan tidak mungkin daftar ini akan berubah. Game seperti VALORANT, Mobile Legends, hingga PUBG Mobile perlahan membangun ekosistem dengan hadiah dan eksposur yang semakin besar.

FAQ – Pro Player Esports Terkaya

Apakah pendapatan ini termasuk gaji dan sponsor?

Tidak. Daftar ini hanya berdasarkan total hadiah turnamen (prize money), belum termasuk gaji tim, sponsor, dan pendapatan streaming.

Kenapa pemain Mobile Legends belum masuk daftar?

Meski populer, total hadiah turnamen Mobile Legends masih belum sebesar Dota 2 atau Fortnite di level global.

Apakah daftar ini bisa berubah?

angat bisa. Pendapatan pro player terus bertambah seiring turnamen baru dan perkembangan ekosistem esports.

Apakah Bugha masih aktif sebagai pro player?

Bugha kini lebih aktif sebagai content creator, meski masih sesekali tampil di turnamen Fortnite.

Editorial Team