BTR dan RRQ punya banyak waktu untuk kembangkan divisi Malaysia mereka. (Moonton)
Keputusan membuka divisi Malaysia bagi RRQ dan BTR sejauh ini sudah tepat, jika mereka ingin membawa benefitnya ke Indonesia. Rasanya mereka sudah belajar dari sulitnya mengembangkan divisi MLBB di regional LATAM.
RRQ dan BTR baru bisa dibilang membuat persaingan di MPL Malaysia seru jika mau membawa beberapa pemain mereka ke divisi tersebut. Pemain nonaktif seperti Anavel, Banana, Dyrennn, Sutsujin, dan lainnya bisa memberikan amunisi tambahan untuk player Malaysia lokal.
Dari sini, RRQ dan BTR bisa melakukan knowledge sharing antara divisi Indonesia dan Malaysia. Adakan scrim internal secara rutin, dan monitor performa semua pemain. Lihat apakah ada kemungkinan untuk melakukan pertukaran talent untuk saling mengisi kekurangan.
Satu hal penting yang harus diperhatikan, RRQ dan BTR jangan menjadikan divisi Malaysia sebagai divisi untuk membuang pemain yang tidak terpakai di Indonesia. Meskipun pemain nonaktif bisa dikembangkan di MPL Malaysia, kirimkan mereka ke sana dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan mereka secara nyata.
Memang masih terlalu dini untuk melihat bagaimana MPL Malaysia di sistem franchise ini akan berkembang, apalagi roster pemain juga belum diungkap. Namun di saat bersamaan, ada ruang banyak bagi RRQ dan BTR untuk mengembangkan divisi Malaysia mereka menjadi sesuatu yang lebih berarti.
At the end of the line, kedatangan RRQ dan BTR ke MPL Malaysia bakal mengundang respon positif, karena kedua organisasi esports ini punya reputasi besar dan fanbase yang tak kalah militan. Bagaimana menurut kamu?