Sumber: instagram.com/alteregoesports
Dalam wawancara eksklusif, Xepher menjelaskan alasan mengapa timnya tidak melakukan perombakan besar menjelang MPL ID S17. Menurutnya, Alter Ego masih memiliki banyak ruang untuk berkembang tanpa harus mengganti komposisi inti tim.
“Karena aku yakin kita cuma kurang pengalaman aja sih, atau banyak banget yang kita bisa perbaikin. Maksudnya kalau kita emang rosternya, kita kan percaya proses kan. Dan rosternya kan bener-bener yang bisa diajak proses bareng gitu. Jadi kayak ga ada alasan apapun untuk ngubah roster aja sih,” ungkap Xepher.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Alter Ego lebih fokus pada peningkatan kualitas permainan dan chemistry tim. Dalam ekosistem esports yang sering kali menuntut perubahan cepat, mempertahankan roster juga bisa menjadi strategi yang efektif—terutama jika fondasi tim sudah cukup solid.
Alter Ego pun mencoba membangun stabilitas jangka panjang sekaligus meningkatkan performa dari dalam tim itu sendiri.
Salah satu keputusan menarik dari roster Alter Ego musim ini adalah kehadiran satu pemain lagi di posisi jungler, yakni Reyy. Ia menjadi pelapis untuk Yazuke.
Meski begitu, Xepher menjelaskan bahwa keduanya memiliki gaya bermain yang cukup mirip, sehingga dapat menciptakan persaingan sehat dalam tim.
“Soalnya mereka itu tuh ada mirip sebenarnya gaya mainnya, hero pool-nya juga sama, segala macem. Jadi bikin kayak kompetisi sehat aja sih menurut aku.”
Dengan adanya dua jungler yang memiliki karakteristik serupa, Alter Ego memiliki fleksibilitas dalam menentukan siapa yang lebih siap tampil di pertandingan. Selain itu, kompetisi internal juga dapat memotivasi pemain untuk terus meningkatkan performa mereka.
Di sisi lain, ada satu nama yang tidak masuk dalam roster musim ini, yaitu Rine. Padahal, ia sempat menjadi bagian dari tim pada musim sebelumnya.
Xepher menjelaskan bahwa absennya Rine disebabkan oleh proses trial yang tidak diikuti oleh sang pemain.
“Rine nggak masuk roster karena dia nggak trial. Kalau dianya trial, ya mungkin kita nggak ambil Reyy.”
Keputusan ini menunjukkan bahwa Alter Ego tetap menerapkan sistem seleksi yang terbuka dan berbasis evaluasi performa.