Sosok Katsu yang mencuri perhatian. Dok. GGWP
Meski demikian, perhatian fans Indonesia tetap tertuju pada ZETA Division. Mereka adalah satu-satunya tim papan bawah yang mendapatkan traksi tinggi di media sosial. Alasannya, mungkin cukup mudah di-pinpoint.
Mid laner Katsu muncul dengan penampilan androgini yang mengecoh banyak fans. Pemain bernama asli Mark Hiro Iwasaki ini langsung menjadi buah bibir banyak orang. Fans menyukai sosok Katsu, meski timnya hanya jadi feeder untuk tim lainnya.
Tapi, kedatangan ZETA Division itu sendiri juga mengundang perbincangan. Di luar MLBB, Zeta Division adalah salah satu organisasi esports terbesar di Jepang. Meski berpartisipasi dari babak Wild Card, kehadiran ZETA Division itu sendiri menambah prestise dari esports MLBB.
Berproses menjadi sebuah tim tangguh bukan perjalanan yang singkat. Pada akhirnya, ZETA Division membutuhkan waktu dan kesabaran untuk melihat perkembangan tim mereka berbuah, entah kapan saatnya.
Hal ini diyakini oleh coach Ola, yang meskipun harus menyaksikan timnya jadi bulan-bulanan di babak Wild Card, menemukan secercah harapan untuk perkembangan ZETA Division.
“Hari pertama mereka kalah one-sided, hari kedua mereka mencuri satu game tapi masih belum cukup. Sekarang mereka tampil baik tapi masih belum cukup juga. Mungkin di kesempatan lain mereka bisa lebih berkembang,” kata Ola.
Dukungan juga disampaikan oleh Tezet, yang juga menekankan proses berkelanjutan sebagai bagian dari team building.
“Tetap semangat aja sih, tetap bersatu dan berkembang. Jangan sampai bubar cuma karena satu kekalahan,” ujar Tezet.
Terakhir, semangat dan harapan para pemain ZETA Division juga terpancar dengan jelas. Mereka tahu apa masalahnya, dan mereka akan berusaha keras untuk bisa improve.
“Hari ini kami kalah, tapi kami akan terus berusaha keras. Jadi, mohon dukungannya,” kata Katsu.