Aksesibilitas, bukan rasa kasihan, merupakan suatu hal yang selalu dicari-cari bagi teman-teman kita yang mempunyai keterbatasan. Mereka menginginkan sebuah kesempatan yang sama dengan pemain esports lainnya.
Bila hal ini mampu dipenuhi, maka bukan sebuah sesuatu yang mengejutkan kalau mereka bisa menjadi pemain yang hebat dan bahkan menjadi salah satu yang terbaik.
Nama-nama terkenal seperti Brolylegs di dunia Street Fighter, Phoenix dalam Fighting Games Community, dan tentu saja NOM4D yang menciptakan NOM4D Button Layout dalam gim Call of Duty dan secara langsung menciptakan aksesibilitas bagi para pemain esports FPS.
Di Tanah Air, ada pemain profesional Mobile Legends yang tuli dan mempunyai kosakata yang terbatas namun masih mampu bersaing di panggung esports terbesar ini.
Beliau adalah Calvin “Hinelle” Phillips yang mampu merubah keterbatasan miliknya menjadi sebuah kekuatan dan menjadikan dirinya salah satu pemain terbaik di Indonesia
Namun di Indonesia sendiri, aksesibilitas masih menjadi sesuatu yang belum terjamah secara langsung. Di tengah-tengah kurangnya perhatian ini, Esports Ability Indonesia hadir untuk menjadikan lingkungan esports di Indonesia inklusif bagi semua orang!
Pihak redaksi GGWP.ID pun mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang langsung dengan salah satu pendiri dari komunitas ini yaitu Shena Septiani.
Shena sendiri mengatakan kalau motivasi dirinya menjadi pejuang akses kepada yang memiliki keterbatasan adalah untuk memenuhi akses disabilitas di dalam industri digital yang semakin maju.
“Awalnya karena saya punya akses di dunia digital khususnya esports dan teman-teman disabilitas sulit mendapatkan akses tersebut. Jadi motivasinya untuk memenuhi akses disabilitas di dalam industri digital.” Jawab dirinya yang akrab disapa dengan Naa.
Dia juga menambahkan: “Kenapa buat komunitas esports-nya, karena kami ingin memenuhi akses teman dengan disabilitas yang ingin berkarir di bidang esports sebagai bagian dari industri digital”
Shena sendiri mengaku sudah memiliki ide untuk membuat komunitas ini sejak tahun 2018 namun baru dalam satu bulan terakhir berhasil meluncurkan Esports Ability Indonesia
“Untuk idenya sudah dari 2018 tapi baru akhirnya digarap sebulan lalu karena sebelum buat komunitasnya perlu banyak belajar dan konsultasi dengan player disabilitas.” Ungkap dirinya.
Sang pendiri ini juga mengaku kalau dirinya satu-satunya non-disabilitas dalam komunitas tersebut dan mengatakan kalau keterlibatan rekan-rekannya sangatlah penting.
“Yang pasti keterlibatan mereka sangat penting, cuma saya yang non-disabilitas sejauh ini.” Tambah Shena.
