Hal kedua yang bakal sering terjadi di patch 7.23e adalah game akan berjalan relatif lebih lama. Mengapa hal ini bisa terjadi? Alasan utama dari hal ini adalah banyaknya nerf dari XP Gain yang bisa didapatkan di patch ini. P
ertama, adalah dihilangkannya talent yang bisa menambahkan XP kepada sebuah hero, dan kedua adalah outpost yang hanya memberikan XP setiap 10 menit. Hal ini tentunya sebuah nerf yang sangat besar dari segi XP.
Banyak sekali hero yang memiliki XP gain talent, sebut saja Abaddon, Bane, Beastmaster, Bounty Hunter, Dazzle, Jakiro, Keeper of The Light, Legion Commander, Omniknight, Oracle, Pudge, Shadow Demon, Shadow Shaman, Skywrath Mage, Techies, Tidehunter, Tusk, Visage, Warlock, Weaver, dan Zeus.
Kebanyakan dari hero tersebut adalah hero yang memiliki kemampuan snowball yang tinggi jika mengambil XP talent tersebut dan bisa mengungguli lawan mereka dari segi level sehingga jika mereka mengalami keunggulan, mereka bisa mengakhiri game dengan lebih cepat.
Salah satu hero yang sangat dirugikan karena perubahan ini adalah Weaver. Weaver bisa melakukan snowball dengan XP talent ini. Hero ini bisa dengan cepat mencapai level yang tinggi dan mengakhiri pertandingan dengan cepat pula mengingat Weaver begitu destruktif dan mengganggu di early sampai mid game.
Dihilangkannya talent ini membuatnya kehilangan kemampuan untuk mengakhiri game dengan cepat dan bisa saja menurunkan pick rate dari hero serupa.
Perubahan ini juga membuat game kemungkinan akan berjalan menjadi lebih pasif. Karena dihilangkannya XP talent dan nerf yang dialami Outpost memaksa pemain untuk melakukan farm untuk mendapatkan XP yang dibutuhkan, bukannya melakukan snowball dan bertarung secara konstan untuk mengakhiri pertandingan dengan cepat seperti pada awal patch 7.23.
Hal-Hal ini masih sebatas hipotesis belaka. Kita bisa melihat bagaimana para tim profesional menghadapi patch 7.23e di ONE Esports Dota 2 Singapore World Pro Invitational pada pekan ini.