Waduh! Kontingen Indonesia Gagal Tampil Pada IeSF World Championship 2017 di Korea!

Gelaran IeSF World Championship yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan telah berlangsung! Tim esport CS:GO Indonesia yang seharusnya mengikuti turnamen internasional tersebut gagal berangkat!
Tim CS: GO Indonesia yaitu Akara yang terpilih mewakili Indonesia dalah turnamen tersebut tidak tampak dalam rilisan braket yang ditampilkan oleh laman resmi Facebook IeSF Selaku penyelenggara turnamen!
Perlu dipahami bahwa perkembangan esport terutama cabang game CS: GO sedang meningkat cukup pesat belakangan ini. Hal tersebut dimulai dengan munculnya turnamen dengan jumlah hadiah yang menggiurkan membuat banyak tim tertarik terjun ke CS: GO.

Kesempatan dan momentum tersebut dibuktikan dengan prestasi tim asal Indonesia di kancah CS: GO Internasional, sebut saja seperti tim NxL yang sudah langganan juara di level internasional juga Recca Esport dan Aerowolf yang juga menunjukan tajinya!
Sayangnya dibalik kondisi yang sedang membaik tersebut ketiadaan bendera Indonesia dalam IeSF World Championship 2017 membuat bingung penggiat esport di Indonesia, mengingat telah diselenggarakannya pelepasan secara resmi kontingen Indonesia!
Setelah sempat menimbulkan simpang siur mengenai keikutsertaan kotingen Indonesia dalam gelaran IeSF World Championship 2017 cabang CS: GO, IeSPA selaku organisasi resmi pengurus esport di Indonesia mengeluarkan statement terkait masalah ini!
https://www.facebook.com/iespaorg/photos/pcb.1364477037008711/1364475743675507/?type=3&theater
Statement yang terdiri dari 11 poin tersebut menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan kontingen Indonesia yaitu Tim Akara CS: GO gagal berangkat menuju IeSF World Championship 2017 di Korea Selatan.
Garis besar dan inti permasalah kegagalan untuk berlaga di IeSF World Championship tersebut dikarenakan masalah visa yang gagal terbit dalam tenggat waktu yang dibutuhkan untuk menghadiri pertandingan tersebut.

Ketiadaan visa memang menjadi masalah umum yang melanda esport , namun berdasarkan keterangan yang diberikan oleh IeSPA melalui statement tersebut sebenarnya visa diterbitkan cukup cepat yaitu sekitar 5-10 hari saja.
IeSPA juga menyangkan pihak Akara yang merupakan tim perwakilan Indonesia yang memutuskan sepihak untuk tidak melanjutkan kepergian timnya menuju Korea Selatan, padahal masih ada kesempatan bermain walau harus WO 1 permainan.
Statement yang dikeluarkan IeSPA berisikan informasi dari satu pihak saja, dan sampai saat berita ini ditulis belum ada pernyataan apapun dari tim Akara CS: GO sebagai perwakilan Indonesia di ajang IeSF World Championship 2017.
Kejadian masalah visa ini bisa dibilang masalah yang umum di scene esport, sebut saja beberapa tim kerapkali gagal menghadiri turnamen Internasional karena berkendala dengan visa!
Walaupun sebenarnya masalah ini termasuk masalah yang cukup sering terjadi di scene esport internasional, kita sama-sama berdoa semoga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari ya!