Perjalanan gemilang Indonesia dimulai dari cabang PUBG Mobile. Pada kategori Solo, atlet Indonesia Alan Raynold “Satar” Kumaseh berhasil meraih medali emas setelah tampil konsisten dengan 42 poin, 6 eliminasi, serta 1 Winner Winner Chicken Dinner (WWCD).
Indonesia juga menambah koleksi medali melalui Fazriel Haikal “Yummy” Aditya yang berhasil meraih medali perak di kategori yang sama. Yummy menutup pertandingan dengan 37 poin, 5 eliminasi, dan 1 WWCD.
Kolaborasi keduanya berlanjut pada kategori PUBG Mobile Duo. Meski menghadapi persaingan ketat dari negara-negara Asia Tenggara lainnya, Satar dan Yummy tetap mampu mengamankan medali perunggu dengan catatan 14 poin dan 7 eliminasi.
Dominasi Indonesia juga terlihat pada cabang Teamfight Tactics. Atlet Indonesia Stefanus Aditya tampil stabil sepanjang pertandingan dan berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Merah Putih.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perburuan gelar juara umum.
Medali emas ketiga datang dari cabang Crossfire: Legends. Tim Nasional Esports Indonesia yang diperkuat oleh Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar, Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta tampil impresif sepanjang turnamen.
Dipimpin oleh pelatih Iqbal Mauldhan Yusup, tim Indonesia berhasil mengatasi perlawanan negara-negara Asia Tenggara dan mengamankan posisi tertinggi di podium.
Ketua Umum PB ESI, Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan S.H., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah membawa Indonesia meraih prestasi gemilang.
Menurutnya, gelar juara umum ini merupakan hasil dari kerja keras serta disiplin seluruh kontingen.
“Gelar juara umum dengan perolehan poin tertinggi ini adalah hasil dari kedisiplinan dan kerja keras seluruh kontingen. Membawa nama Indonesia dan meraih posisi tertinggi di tingkat internasional menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan esports nasional yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini akan menjadi standar baru bagi perkembangan esports Indonesia ke depan serta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing di level global.
Keberhasilan di SEA Esports Nations Cup 2026 juga mencerminkan proses pembinaan yang terus dilakukan oleh PB ESI melalui Badan Tim Nasional (BTN) Esports dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya.
Apa itu SEA Esports Nations Cup 2026? | SEA Esports Nations Cup 2026 adalah turnamen esports regional Asia Tenggara yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara untuk bertanding di beberapa judul game populer. |
Berapa medali yang diraih Indonesia di SEA Esports Nations Cup 2026? | Indonesia meraih total 5 medali, terdiri dari 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, serta keluar sebagai juara umum dengan 446 poin. |
Siapa saja atlet Indonesia yang meraih medali di turnamen ini? | Beberapa atlet yang meraih medali antara lain Alan “Satar” Kumaseh, Fazriel Haikal “Yummy” Aditya, Stefanus Aditya, serta tim Crossfire: Legends Indonesia. |
Di mana SEA Esports Nations Cup 2026 diselenggarakan? | Turnamen ini digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 7–9 Mei 2026. |