Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Wajib Dihindari! Konflik Antar Pemain Esport yang Sempat Bikin Heboh!

Wajib Dihindari! Konflik Antar Pemain Esport yang Sempat Bikin Heboh!

Seperti olahraga profesional, dunia esport juga dipenuhi dengan konflik dan persaingan antar pemainnya. Kira-kira konflik dalam dunia esport apa saja yang membuat heboh belakangan ini?

Mulai dari trash talk sampai dengan bullying, para pemain dalam daftar ini pernah berseteru dan membuat heboh di komunitas game-nya masing-masing karena dilakukan oleh seorang pemain profesional. Walaupun trash talk atau flaming dalam beberapa hal masih dianggap wajar dalam dunia esport profesional, para pemain di daftar ini sudah melawati batas.

Komunitas dan tim profesional turut serta memperbaiki perilaku tidak positif seperti flaming yang berlebihan dan bullying dengan tujuan membuat dunia esport seprofesional mungkin. Namun kunci dari permasalahan ini adalah profesionalisme si pemain yang harus dibangun sejak dini. Jadi bagi kamu yang berencana menjadi atlet esport profesional, pastikan menghindari dan belajar dari konflik di bawah ini!

Penasaran? Inilah daftar konflik dalam dunia esport yang tidak boleh kamu contoh terutama bagi yang sedang puasa!

1. Arteezy VS Kuroky

Siapa yang tidak kenal Artour “arteezy” Babaev. Pemain yang saat ini bermain sebagai carry player untuk tim Dota 2 Evil Geniuses (EG) terkenal karena keahliannya dan tempramennya yang sering melebihi batas sampai ia mendapat julukan baby rage (mengamuk seperti bayi).

Siapa sangka arteezy pernah terlibat dalam sebuah konflik dengan mantan rekan satu timnya di Team Secret yaitu Kuro “KuroKy” Takashomi. Hal ini terjadi pada saat gelaran The International 2015. Pada salah satu pertandingan, arteezy terlihat sangat emosi terhadap KuroKy dan melampiasan amarahnya.

Dipicu atas performa buruk mereka saat bertanding di main stage, pada salah satu pertandingan arteezy terlihat sangat emosi terhadap KuroKy dan mengacungkan tangannya sebagai bentuk pelampiasan amarah dan kekecewaan nya.

Hal ini berbentut panjang karena arteezy langsung meninggalkan Team Secret selepas gelaran The International 2015 dan menyalahkan KuroKy atasnya. Dalam salah satu stream-nya, arteezy menyebutkan bahwa bukan hanya dirinya yang membenci KuroKy, namun seluruh tim bahkan sang kapten Clement “puppey” Ivanov juga memiliki masalah dengannya.

Hal ini direspons oleh KuroKy melalui sebuah blog post yang menyatakan bahwa arteezy masih sangat muda dan masih emosional, sehingga ia sering kali menyalahkan teman satu timnya secara berlebihan. Walaupun bersifat lebih halus, beberapa pihak menyatakan bahwa sifat asli KuroKy yang sedikti arogan tergambar dalam tulisannya tersebut.

Sejak saat itu kedua pemain ini jarang sekali melakukan komunikasi dan tampaknya konflik dalam dunia esport satu ini tidak berlanjut lagi.

2. Doublelift VS Link

Sumber: Polygon
Sumber: Polygon

Bagi kamu yang familier dengan scene League of Legends, pasti sempat mendengar perseteruan satu ini.

Yiliang “Doublelift” Peng adalah seorang Attack Damage (AD) Carry yang berhasil mencapai popularitasnya saat bermain membela tim Complexity Gaming (CLG) dan sangat sering melakukan trash talk dan mengejek tim lain. Sempat merajai North America League of Legends Championship Series (NA LCS), konflik mulai terjadi saat CLG tampil buruk pada 2015 Sping Split di mana CLG menempati posisi kedua dari bawah.

Hal ini berujung pada perdebatan internal tim antara Doublelift dan pemain mid laner-nya yaitu Austin “LiNK” Shin. Doublelift yang terkenal sangat doyan untuk mengungkapkan kebenciannya dengan sangat gamblang sempat menyinggung perasaan LiNK dalam sebuah pertandingan dan membuat mereka bertengkar hebat. Sejak saat itu LiNK dan Doublelift membuat perfomra CLG menurun drastis dan terancam tereleminasi dari LCS.

Dampak jangka panjang dari hal tersebut adalah LiNK meninggalkan tim CLG dan membuat surat perpisahan sepanjang 18 halaman yang mengungkapkan kekesalannya pada tim CLG dan DoubleliftLiNK menyatakan bahwa Doublelift sangat egois dan tidak bisa bermain secara tim, dan CLG lebih terkesan membela Doublelift karena ia seorang super star. Ia juga mendoakan yang terbaik bagi CLG selepas kepergiannya.

Akhir dari konflik dalam dunia esport kali ini adalah Doublelift merilis responsnya atas surat perpisahan LiNK yang kurang lebih menjelaskan sudut pandangnya dan meminta maaf atas tindakannya yang dianggap menyakiti LiNK.

Kira-kira konflik di dunia esport apa lagi ya yang membuat heboh?

3. Freakazoid vs S1mple

Konflik dalam dunia esport kali ini datang dari kancah Counter Strike: Global Offensive (CS:GO), di mana salah seorang pemain pro dari tim Cloud 9 yaitu Ryan “fREAKAZOID” Abadir bersitegang dengan pemain asal Team Liquid yaitu Oleksandr “s1mple” Kostyliev.

Suasana memanas saat fREAKAZOID dan s1mple sedang bermain bersama dalam sebuah ranked match. fREAKAZOID secara tiba-tiba dan gamblang terus menerus mem-bully s1mple. Mulai dari flaming sederhana seperti menyebut s1mple sebagai noob (pemain baru yang masih belum terbiasa), sampai dengan menyatakan bahwa semua orang membenci nya, fREAKAZOID dianggap sudah kelewat batas oleh komunitas CS:GO.

Yang membuat tindakan fREAKAZOID ini menjadi ironis adalah karena ia secara terbuka menentang tindakan bullying yang menurutnya tidak jantan. Ia juga kerap mendorong agar para pemain CS:GO mengurangi dan menghentikan tindakan toxic mereka dalam permainan agar menjadikan CS:GO permainan yang ramah dengan pemain baru.

Sayangnya kampanye tersebut tidak sejalan dengan sifat asli fREAKAZOID yang justru kerap bersifat toxic dan mem-bully pemain lainnya. Karena tindakan ironisnya tersebut, fREAKAZOID mendapat julukan hipokrit dari komunitas CS:GO.

Ucapan fREAKAZOID terekam jelas dalam stream-nya dan berdampak pada permintaan maaf resmi dan pemecatan oleh tim Cloud 9 tidak lama kemudian.

4. K-Brad VS Wolfkrone

Scene fighting game yang intens dan penuh adrenalin memang identik dengan rivalitas dan trash talk. Konflik yang terbaru dan terpanas datang dari game Street Fighter V antara Kenneth “K-Brad” Bradley and Joshua “Wolfkrone” Philpot yang mulai populer belakangan ini.

Walaupun baru populer baru-baru ini, perseteruan kedua pemain ini sudah memiliki cerita panjang sejak Wolfkrone memenangkan turnamen Forsty Faustings IX saat ia mengalahkan K-Brad di final. Keduanya memulai saling memaki secara online, dan kembali memanas saat K-Brad mengalahkan Wolkrone pada turnamen Final Round 20 dan memberikan gestur kontroversialnya dimana K-Brad menatap muka Wolkrone dari dekat.

Persaingan antara kedua pemain ini kembali memanas saat memasuki SFV E-League Invitational awal tahun 2017 lalu. Dalam turnamen ini Wolfkrone kembali berhasil mengalahkan K-Brad. Dalam wawancara resmi sebelum dan sesudah pertandingan, K-Brad yang terkenal sangat doyan trash talk melancarkan flaming dan membuat musuhnya emosi.

Hal ini ditanggapi Wolfkrone dengan mengucapkan kata-kata kasar dalam wawancara resmi dihadapan kamera setelah pertandingan. Persaingan mereka diprediksi akan terus berlanjut dan menjadi salah satu konflik dalam dunia esport yang akan berlangsung cukup lama.

Itulah kira-kira konflik dalam dunia esport yang sempat membuat heboh! Karena selama bulan Ramadan para umat muslim diharuskan melatih dirinya dan menahan emosi, pastikan kamu yang sedang berpuasa tidak mencontoh tindakan para pemain ini!

Apalagi bagi kalian yang berniat menjadi atlet esport profesional, pastikan kamu tidak melakukan tindakan tidak baik seperti di atas ya!

Diedit oleh Arya W. Wibowo

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jodi Ibrahim
Jefri Sibarani
3+
Jodi Ibrahim
EditorJodi Ibrahim
Follow Us

Latest in Esports

See More

Build Marcel Mobile Legends, Maksimalkan Fungsi Support Roam!

14 Mar 2026, 09:00 WIBEsports