Richard menjelaskan bahwa kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Dalam ajang multi-event seperti Asian Games, berbagai hal yang tidak lazim dalam turnamen esports sering kali terjadi.
“Kami memang sudah expect, kalau di multi-event itu banyak hal yang tidak lazim,” jelasnya.
Karena itu, tim pelatih sudah melakukan pemetaan berbagai potensi masalah sejak jauh hari agar tidak mengganggu fokus atlet saat bertanding.
Richard menegaskan bahwa pihak tim pelatih dan manajemen telah mengidentifikasi berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memastikan para atlet tetap bisa tampil maksimal di ajang internasional tersebut.
“Kita sudah petakan kondisi potensi masalah dari awal untuk mengawal Merah Putih bisa berjaya,” kata Richard.
Dengan persiapan yang matang serta pemetaan risiko sejak dini, Timnas Esports Indonesia diharapkan tetap mampu tampil kompetitif dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia di Asian Games 2026.
Apa kendala yang dihadapi Timnas Esports Indonesia di Asian Games 2026? | Salah satu kendala yang sudah diketahui adalah tidak adanya practice room yang disediakan panitia untuk tim esports selama main event berlangsung. |
Mengapa practice room penting bagi tim esports? | Practice room digunakan untuk latihan, pemanasan, dan menjaga ritme permainan atlet sebelum dan selama pertandingan berlangsung. |
Siapa kepala pelatih Timnas Esports Indonesia untuk Asian Games 2026? | Kepala pelatih Timnas Esports Indonesia adalah Richard Permana. |
Mengapa Asian Games berbeda dengan turnamen esports biasa? | Asian Games merupakan ajang multi-event yang menggabungkan banyak cabang olahraga sehingga fasilitas dan sistemnya berbeda dengan turnamen esports profesional. |