Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Banyak Kendala Menerpa Event Mobile Legends Kratingdaeng IEC 2018!

Event Kratingdaeng Indonesa Esports Championship (IEC) 2018 resmi dilangsungkan mulai hari ini, Sabtu, 8 September 2018.

Bertempat di ICE, BSD, para gamer secra antusias banyak yang hadir dan ingin menyaksikan tim-tim serta pemain idolanya bermain di Kratingdaeng IEC 2018.

Pembukaan yang dipandu oleh MC berlangsung sangat meriah dan mengagumkan. Pengenalan seluruh pemain yang bertanding, dibalut dengan ‘Esports dancer’ dan live music membuat suasana pembukaan acara terasa sangat hidup!

Hari pertama Kratingdaeng Indonesia Esports Championship 2018 juga terhitung sukses dengan jumlah pengunjung yang hadir. Penulis yang meliput langsung menaksir tidak kurang dari seribu orang meramaikan hall 1 dan 2 ICE.

Kehadiran cosplayer juga sangat mewarnai keramaian!

Namun di balik kesuksesan dalam pembukaan dan keramaian acara, penulis juga menjadi saksi perihal kendala dan kekurangan yang “tersaji” di hari pertama.

Ada beberapa poin yang menjadi catatan tersendiri dan dapat dijadikan saran serta evaluasi untuk event ke depannya.

Ngaret

Molor-nya waktu pelaksanaan nampaknya masih menjadi kendala yang sulit untuk dihilangkan di Indonesia, termasuk dalam event Kratingdaeng Indonesia Esports Championship 2018.

Jadwal pembukaan memang sesuai seperti yang direncanakan yaitu pukul 13.00 WIB. Namun jadwal pertandingan malah harus molor dari jadwal. Sebut saja Mobile Legends yang menurut jadwal mulai pukul 14.00 WIB baru dimulai pada pukul 16.00 WIB.

Pertandingan PUBG juga mengalami kemunduran jadwal, walau pemain terlihat sudah siap, melakukan setup dan pemanasan pada pukul 15.00 WIB.

Bracket dan Jam Tanding Misterius

Well, sorry to say, penulis mengungkapkan bahwa yang tersaji di Kratingdaeng Indonesia Esports Championship adalah pertandingan-pertandingan tanpa diketahui bracket-nya oleh penonton ataupun media yang hadir di lokasi.

Untuk PUBG mungkin tidak begitu pengaruh, karena memang tidak menggunakan bracket, namanya juga battle royale.

Tapi untuk Mobile Legends? Pengunjung tentu mau tahu, siapa melawan siapa pada jam berapa yang biasanya tersaji di bracket pertandingan untuk mendukung tim favorit mereka.

Tidak Disediakan Peripheral Sejak Awal

Tepatnya saat persiapan Louvre melawan EVOS, yang akhirnya batal dilangsungkan karena EVOS harus bertanding di MPL Season 2, tidak terlihat satu pun headset di atas meja pemain. Sontak pemain dari kedua tim bingung dan meminta kepada panitia.

Di luar dari pengetahuan penulis perihal disediakan atau tidaknya peripheral (headset) oleh penyelenggara untuk para pemain gunakan dalam bertanding, namun menurut kami meminjam istilah event esport terbesar nampaknya masih kurang “afdal” jika panitia tidak menyediakannya untuk digunakan oleh pemain.

Memang betul, pemain terkadang lebih nyaman hingga membawa dan menggunakan peripheral sendiri, tetapi bukan jadi alasan bagi panitia untuk tidak menyediakan peripheral bagi para pemain.

Memang akhirnya peripheral “tersaji” di atas meja ketika pertandingan RRQ melawan SFI. Namun apakah pemain menggunakannya?

Tidak, kenapa? Headset yang diantarkan dan “disajikan” di atas meja, masih dalam kotak dan pembungkus plastik.

Tidak ada Koordinasi

Mungkin cukup aneh jika event yang digadang-gadang terbesar ini justru memperlihatkan tidak adanya koordinasi di belakang panggung, namun itu yang penulis lihat sendiri di pertandingan Mobile Legends.

Beberapa kali penulis yang sedang berbincang dengan MC pada waktu sengang “terganggu” oleh kehadiran panitia (terlihat dari pakaian dan kalung ID yang digunakan) yang berkali-kali datang untuk bertanya hal-hal teknis, anehnya, tentang event itu sendiri.

“Tim apa yang akan bertanding?”, “yang tanggung jawab dengan stage siapa?”, “pertandingan selanjutnya jam berapa?” dan beberapa pertanyaan lainnya tentang event itu sendiri yang anehnya justru ditanyakan kepada MC.

Penulis sudah mencoba menghubungi panitia maupun EO pelaksana Kratingdaeng IEC 2018 namun hingga saat ini masih belum ada balasan.

Well, kendala-kendala tersebut memang masih bisa teratasi, tetapi bukan tanpa catatan. Apalagi imbas dari kendala yang terjadi, justru merugikan tim yang bertanding dan juga pengunjung yang “buta waktu” dengan pertandingan di panggung Mobile Legends.

Untuk di PUBG? Bisa dikatakan kendala-kendala tidak begitu terasa dan tidak memengaruhi permainan dari tim-tim yang bertanding. Kenyamanan dalam bertanding masih didapatkan oleh para pemain.

Kratingdaeng Indonesia Esports Championship 2018 masih akan berlangsung hingga besok, Minggu, 9 September 2018. Semoga tidak ada kendala lagi di hari kedua yang menyajikan pertandingan final dan pengumuman juara dari semua game!

Selain itu, semoga event-event lain yang akan datang berikutnya bisa terlepas dari kendala-kendala yang terjadi.

Editorial Team