Belum lama ini, Rex Regum Qeon memutuskan untuk membubarkan divisi Dota 2 mereka yang sudah menjadi pionir dalam perkembangan esports Dota 2 Indonesia.
Keputusan yang datang dari manajemen dan para pemain ini memang cukup membuat sedih para penggemar Dota 2 khususnya Dota 2 Indonesia.
Menanggapi hal ini, Redaksi berhasil mengontak sang General Manager Rex Regum Qeon, Wilbert Marco, mengenai pengumuman ini.
Kami menanyakan apakah keputusan ini sudah direncanakan sejak lama, rupanya RRQ juga baru-baru ini merencanakan pembubaran meski sudah terpikirkan sebelumnya.
“Baru-Baru ini saja kok dan sudah di pikiran sebelumnya.” Menurut Wilbert.
Selain itu, dirinya juga mengatakan kalau untuk saat ini RRQ tidak akan membuat tim Dota 2 dulu dan akan melihat peluang terlebih dahulu.
“Saat ini belum dalam jangka waktu pendek. Tapi kedepannya mungkin (akan membuat tim), jika ada peluang lagi.” ujar sang General Manager.
Menariknya, RRQ Dota 2 masih memiliki satu turnamen lagi yang mereka ikuti namun belum selesai, IESPL The Battle of Friday, dimana skuad Dota 2 tim ini masuk ke babak Playoff.
Rupanya sang General Manager juga mengerti dan mengatakan kalau lineup yang bermain adalah roster yang sama saat mereka mengikuti TBOF.
“Lineup yang main tetap lineup kemarin” tegas Wilbert.
Mengenai mantan pemain-pemain divisi Dota 2, sang General Manager mengatakan kalau ada dua pemain yang berstatus Free Agent saat ini.
Marco menjelaskan: “Untuk saat ini: Rusman masih di RRQ. Yabby dan Acil Free agent, R7 saat ini fokus main Mobile Legends.”
Sebagai penutup, redaksi menanyakan apa pertimbangan untuk membubarkan divisi RRQ. Dirinya mengatakan kalau performa tim dan susahnya mencari pemain untuk melengkapi lineup merupkan salah satu pertimbangan bagi dirinya.
“Salah 1 pertimbangan yang pasti performa dari tim dan lineup. Susah melengkapi lineup dikarenakan pemain Dota 2 Indonesia semakin berkurang.”
Bagaimana menurut kalian? Langkah apa yang bisa digunakan untuk memperbanyak jumlah pemain Dota 2 di Indonesia?
