Komunitas Valorant sempat ramai membicarakan isu kebocoran audio venue yang diduga terdengar oleh pemain saat bertanding di VCT Pacific Kickoff 2026. Banyak penggemar mempertanyakan apakah suara caster maupun reaksi penonton di arena bisa memberikan informasi tambahan kepada pemain yang sedang berada di atas panggung.
Isu ini pun menjadi perhatian karena turnamen Valorant Champions Tour (VCT) merupakan kompetisi tingkat tinggi yang menuntut standar kompetitif yang adil bagi semua tim.
Salah satu pemain yang sempat merasakan kondisi tersebut adalah Kushy dari Rex Regum Qeon (RRQ). Dalam wawancara eksklusif bersama GGWP, ia menceritakan bahwa suara dari arena memang sempat terdengar cukup jelas ketika timnya bermain di Kickoff.
Menurutnya, suara caster sebenarnya cukup masuk ke headset pemain. Namun karena caster menggunakan bahasa Korea, informasi yang terdengar tidak benar-benar bisa dipahami oleh para pemain.
“Jujur di Kickoff kemarin suara caster masuk banget. Tapi mereka ngomong pakai bahasa Korea, jadi kita juga nggak ngerti,” ujar Kushy.
“Suara audience teriak-teriak itu kedengeran banget. Terus kayak casternya itu bener-bener nggak bisa dibilang nggak jelas. Cuma biasanya di momen-momen hening itu benar-benar kedengeran masuk di headset, entah dari mic atau white noise-nya kurang kenceng,” jelasnya.

Meski begitu, Kushy mengaku kondisi tersebut sudah jauh membaik pada gelaran VCT Pacific Stage 1 2026. Ia menilai sistem audio yang digunakan pada turnamen terbaru ini sudah lebih optimal sehingga suara dari luar arena tidak lagi terlalu mengganggu pemain.
“Kalau pengalaman pribadi gua di Stage 1 ini sudah bagus. White noise-nya dikencengin, jadi suara caster sama suara penonton itu nggak terlalu kedengeran,” tambahnya.
Pihak Riot Games sebelumnya memang menjelaskan bahwa mereka berusaha menjaga keseimbangan antara atmosfer pertandingan yang meriah bagi penonton dan lingkungan kompetitif yang adil bagi pemain. Untuk itu, berbagai pengujian audio dilakukan sebelum turnamen dimulai.
Pengujian tersebut mencakup tes suara caster pada volume maksimal guna memastikan pemain di atas panggung tidak dapat mendengar komentar pertandingan secara jelas dari venue.
Selain itu, sistem isolasi ganda juga diterapkan dalam pertandingan offline. Para pemain menggunakan in-ear monitor (IEM) untuk komunikasi tim, sementara headset yang dipakai memutar white noise guna meredam suara dari luar.
“Selain memakai headset, pemain juga menggunakan IEM di atas panggung. Komunikasi suara tim masuk lewat IEM, sementara headset memutar white noise untuk memblokir suara dari luar,” tulis Riot Games dalam pernyataan resminya.
Ke depannya, Riot Games juga berencana meningkatkan standar pengujian audio dengan simulasi yang lebih mendalam. Sistem perangkat audio akan diuji menggunakan volume caster yang jauh lebih tinggi dari standar normal agar potensi kebocoran suara bisa diminimalkan.
FAQ
Apa isu audio yang terjadi di VCT Pacific Kickoff 2026? | Pada turnamen VCT Pacific Kickoff 2026, komunitas Valorant menyoroti kemungkinan suara caster dan penonton di venue yang terdengar oleh pemain saat pertandingan berlangsung. |
Apa kata pemain RRQ tentang kebocoran audio tersebut? | Pemain Kushy dari Rex Regum Qeon mengatakan bahwa suara caster dan penonton memang sempat terdengar di Kickoff, terutama saat momen pertandingan sedang hening. |
Apakah masalah audio masih terjadi di VCT Pacific Stage 1 2026? | Menurut Kushy, kondisi audio pada VCT Pacific Stage 1 2026 sudah jauh lebih baik karena white noise pada headset pemain diperkuat sehingga suara dari luar venue tidak terlalu terdengar. |
Bagaimana Riot Games mencegah pemain mendengar suara dari luar arena? | Riot Games menggunakan sistem isolasi ganda, yaitu pemain memakai in-ear monitor (IEM) untuk komunikasi tim dan headset yang memutar white noise untuk memblokir suara dari caster maupun penonton. |
