Seperti yang disebutkan di atas, sistem reload di dalam Counter-Strike 2 (dan game FPS pada umumnya) memungkinkan pemain melakukan reload sesuka hati, tanpa mempertimbangkan sisa peluru di dalam magasin.
Sebuah senjata dalam game FPS memiliki kapasitas magasin tertentu, namun player juga memiliki pool peluru, atau reserve ammo yang akan dikuras jika player melakukan reload.
Saat player melakukan reload, reserve ammo akan berkurang sesuai dengan jumlah peluru yang kosong di dalam magasin, hingga terisi penuh.
Sekarang, sistem reload tersebut berubah. Saat kamu melakukan reload, peluru yang tersisa dalam magasin akan DIBUANG dan tidak bisa digunakan lagi.
Tidak ada lagi sistem reserve ammo, dan diganti dengan reserve magazine.
Setiap senjata memiliki jumlah reserve magazine berbeda. Intinya, sistem reserve magazine menandakan berapa banyak kesempatan kamu melakukan reload dalam satu ronde.
Sistem reload seperti ini bukan hal yang baru. Game FPS hardcore/simulasi seperti Insurgency, Arma, dan Escape from Tarkov telah menerapkan hal yang sama untuk menawarkan realisme yang tinggi.
Hal ini menawarkan pilihan taktis yang lebih luas: apakah kamu rela mengorbankan sisa peluru untuk reload, agar lebih siap saat menyerbu bomb site?