Visinema Studios resmi merilis trailer dan poster resmi film Na Willa dalam acara peluncuran yang digelar di XXI Plaza Senayan pada Kamis (12/02/2026).
Peluncuran ini menjadi momen penting dalam memperkenalkan film keluarga terbaru yang menghadirkan dunia anak-anak penuh imajinasi, nostalgia, serta kehangatan emosional lintas generasi.
Poster resmi film Na Willa menampilkan sudut pandang dunia imajinatif seorang anak perempuan Indonesia di era 1960-an. Visual yang dipenuhi warna cerah menggambarkan masa kecil yang sederhana namun sarat keajaiban.

Sementara itu, trailer film menampilkan potongan momen masa kecil yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti memanggil teman dari balik pagar, berlari di lapangan sambil menerbangkan layangan, hingga menikmati minuman orange cruz yang terasa menyegarkan di tengah teriknya siang hari. Nuansa ceria, tawa lepas, dan kebebasan berimajinasi menjadi elemen utama yang ingin disampaikan film ini.
Film ini diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim. Melalui proyek ini, Visinema menegaskan komitmennya dalam menghadirkan film keluarga berkualitas tinggi, baik dari sisi cerita, visual, maupun pengalaman menonton.
Anggia menjelaskan bahwa film ini hadir sebagai ajakan untuk kembali merasakan dunia anak-anak.
“Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa film ini memiliki dua pengalaman emosional berbeda bagi penonton.
“Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa ingin tahu mereka,” lanjutnya.
Anggia menegaskan, “Na Willa adalah film yang paling aman untuk semua orang, untuk anak-anak, untuk keluarga, dan juga untuk siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa kanak-kanak.”
Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy yang ingin menghadirkan kisah anak-anak secara jujur tanpa kesan menggurui.
Ia mengatakan, “Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia. Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia.”
Penguatan cerita juga hadir melalui kolaborasi dengan Reda Gaudiamo, penulis buku Na Willa. Ia menekankan bahwa film ini bukan hanya tentang perjalanan anak, tetapi juga tentang proses belajar dalam keluarga.
“Sejak awal, Na Willa selalu berbicara tentang keluarga dan proses saling belajar. Bukan hanya anak yang belajar memahami dunia, tapi juga orang tua yang belajar memahami cara berpikir anak-anak. Film ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima perbedaan dengan cara yang lembut dan membumi,” ungkapnya.
Musik juga menjadi bagian penting dalam membangun suasana emosional film ini. Original soundtrack berjudul Sikilku Iso Muni yang diciptakan oleh Laleilmanino hadir sebagai lagu yang tidak hanya nyaman didengar, tetapi juga dapat dinyanyikan bersama.
Film ini memperkenalkan Luisa Adreena sebagai pemeran utama. Ia didampingi jajaran aktor anak seperti Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy. Deretan aktor dewasa seperti Junior Liem, Irma Rihi, Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, serta Ratna Riantiarno turut memperkuat dinamika cerita.
Luisa sendiri mengaku merasakan pengalaman yang menyenangkan selama proses produksi.
“Di film ini aku banyak bermain dan berimajinasi. Mak sama Pak selalu ngajarin dengan sabar. Rasanya kayak main, tapi juga belajar,” tuturnya.
Film ini mengisahkan Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang percaya bahwa gang kecil tempat tinggalnya di Surabaya adalah dunia paling sempurna dan magis. Kehidupannya dipenuhi petualangan bersama teman-teman, suara radio yang terasa hidup, serta berbagai kejutan kecil yang membentuk kebahagiaan masa kanak-kanak.
Namun, perubahan mulai terjadi ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-temannya satu per satu mulai masuk sekolah. Willa pun berusaha mengikuti mereka dengan harapan dunia lamanya kembali seperti semula.
Justru dari pengalaman itu, ia belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan dan memahami bahwa keajaiban tidak pernah benar-benar hilang.
Film Na Willa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026, menghadirkan kisah keluarga yang hangat, reflektif, dan penuh imajinasi bagi penonton dari berbagai generasi.
FAQ
Kapan film Na Willa tayang di bioskop? | Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2026 dan dipersiapkan sebagai tontonan keluarga yang hangat serta penuh pesan emosional. |
Siapa yang memproduksi film Na Willa? | Film ini diproduksi oleh Visinema Studios dengan produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim. |
Siapa sutradara dan penulis cerita film Na Willa? | Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy yang menghadirkan cerita dari sudut pandang anak-anak dengan pendekatan hangat dan emosional. |
Apa cerita utama yang diangkat dalam film Na Willa? | Film ini mengisahkan perjalanan Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang harus menghadapi perubahan ketika teman-temannya mulai masuk sekolah. Dari pengalaman tersebut, ia belajar tentang proses tumbuh dewasa, keluarga, serta memahami bahwa keajaiban masa kecil tidak benar-benar hilang. |
