Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
mode master league (@gamer_matheusx).jpg
Mode Master League di eFootball (X/gamer_matheusx)

Intinya sih...

  • eFootball akan menghadirkan kembali Master League, mode karier legendaris dalam video game sepak bola.

  • Konami menekankan aspek kondisi pemain, performa, stamina, dan konsekuensi keputusan manajerial dalam versi eFootball.

  • Master League tetap relevan karena fokus pada membangun skuad dan narasi jangka panjang, serta ketahanannya terhadap isu lisensi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

eFootball dipastikan akan menghadirkan kembali Master League, mode legendaris yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu mode karier terbaik dalam sejarah video game sepak bola.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Konami melalui video eFootball Connect yang dirilis pada 3 Februari, dengan janji akan ada penampakan in-game pertama dalam waktu dekat.

Kembalinya Master League menjadi angin segar setelah perjalanan eFootball yang terbilang berat sejak bertransformasi dari Pro Evolution Soccer.

Di saat EA Sports FC mendominasi pasar dan industri football gaming modern, Konami dinilai kehilangan identitas yang dulu membuat PES begitu dicintai.

Master League adalah simbol identitas tersebut. Mode single-player yang mengandalkan strategi, manajemen tim, dan perjalanan panjang membangun klub dari nol.

Dalam penjelasannya, Konami mengungkap bahwa Master League versi eFootball akan menekankan aspek kondisi pemain, performa, stamina, serta berbagai konsekuensi yang muncul dari keputusan manajerial.

Artinya, pemain tidak hanya dituntut jago di lapangan, tetapi juga cermat membaca situasi tim di balik layar. Meski akan ada penyesuaian dari versi klasiknya, ruh Master League disebut tetap dipertahankan.

Mode Master League di eFootball (X/virtualballers)

Salah satu kekuatan utama Master League sejak dulu adalah ketahanannya terhadap isu lisensi.

Di saat lisensi klub dan liga dikuasai pesaing, Master League tetap relevan karena fokus pada proses membangun skuad dan narasi jangka panjang.

Inilah yang membuat banyak pemain menilai mode ini lebih “hidup” dibanding sistem berbasis kartu.

Belum ada tanggal rilis resmi, termasuk kepastian apakah mode ini akan sepenuhnya offline seperti pendahulunya. Namun satu hal jelas, kembalinya Master League bukan sekadar nostalgia, melainkan peluang bagi eFootball untuk kembali relevan dan menghidupkan kembali gairah game sepak bola yang belakangan terasa monoton.

Editorial Team