Tier List Epic eFootball 1 Billion Downloads Perkuat Dream Team Kita

- Konami merayakan 1 miliar unduhan eFootball dengan merilis paket Epic berisi tujuh pemain, termasuk dua nama baru: Ronaldinho dan Angelo Peruzzi.
- Pengujian menunjukkan Edmilson, Gerrard, dan Totti masuk S Tier karena performa solid di posisi masing-masing meski punya kelemahan tertentu.
- Ronaldinho menempati SS Tier berkat peningkatan besar pada dribbling dan speed, menjadikannya bintang utama yang paling diincar dalam paket Epic ini.
Konami baru saja merayakan pencapaian 1 miliar download dengan merilis paket Epic yang berisi tujuh pemain. Ada lima wajah lama yang di-recycle (karena Konami sangat peduli pada kelestarian lingkungan, bukan?) dan dua nama baru yang membuat geger: Ronaldinho Gaucho dan kiper "mini" Angelo Peruzzi.
Apakah paket ini layak dikuras isinya? Ataukah ini hanya cara halus Konami meminta THR lebih awal? Mari kita bedah melalui tier list performa in-game berdasarkan pengujian mendalam.
Table of Content
1. A Tier: Angelo Peruzzi

Peruzzi adalah debutan baru di seri ini. Secara statistik kiper, dia monster karena memiliki awareness, reflexes, dan reach semuanya di atas 95. Masalahnya cuma satu tapi fatal, karena tingginya hanya 181 cm. Di dunia eFootball, kiper setinggi ini seperti mencoba menghalangi hujan dengan sendok teh.
Meski animasinya sangat lincah saat bangun-jatuh, jangkauan tangannya yang pendek membuatnya terlihat seperti T-Rex yang mencoba membetulkan lampu bohlam. Anda akan selalu merasa gelisah setiap kali lawan menembak dari jarak jauh.
2. A Tier: Dimitar Berbatov

Berbatov punya statistik ball control dan finishing 90+, tapi player ID-nya terasa sangat berat di update terbaru. Saat mencoba berputar, dia terasa seperti kapal tanker yang sedang parkir di pelabuhan kecil, butuh waktu lama.
Meskipun skill "Berba Spin"-nya legendaris, menghadapi bek yang agresif di Divisi 1 akan membuatnya kehilangan bola sebelum sempat pamer teknik.
3. A Tier: Cafu

Cafu adalah tipe pemain yang melakukan tugasnya dengan benar tapi belum tentu berarti. Keunggulan utamanya adalah pace dan agresivitas. Dia sangat rajin naik-turun membantu serangan.
Namun, dibandingkan bek sayap modern yang punya statistik bertahan lebih "sangar", Cafu memiliki stat di bawah itu. Jadi jika sedang asyik menyerang, harap maklum kalau Cafu suka telat mundur.
4. S Tier: Edmilson

Sebagai Anchor Man, Edmílson punya penempatan posisi yang jenius. Dia selalu ada di jalur operan lawan untuk memutus serangan. Dengan statistik bertahan menyentuh angka 100 saat booster aktif, dia adalah mimpi buruk bagi striker lawan.
Sayangnya, dia punya kelemahan klasik, Edmilson lambat dan kaku. Jika lawan berhasil melewatinya dengan double touch, Edmílson butuh waktu tiga hari kerja untuk mengejarnya kembali.
5. S Tier: Steven Gerrard

Gerrard tetap menjadi Box-to-Box yang solid. Kicking power-nya luar biasa, pas buat long shoot di luar kotak penalti. Dia terasa lebih lincah daripada angka statistiknya, tapi masalah utamanya adalah keterbatasan booster.
Hanya punya satu Showtime skill membuatnya terasa sedikit "ketinggalan zaman" dibanding gelandang Epic baru lainnya yang mulai dipersenjatai skill ganda.
6. S Tier: Francesco Totti

Totti adalah paket ofensif yang sangat menyenangkan. Dia punya Phenomenal Finishing yang membuat tendangan dari posisi sulitetap bisa masuk. Kelincahannya sangat terasa saat melakukan dash atau berputar di area penalti.
Poin bonus untuk selebrasi uniknya yang mengambil hape untuk selfie di depan gawang lawan. Sayangnya, kecepatannya sedikit nanggung untuk menjadi striker murni, sehingga ia lebih pas menjadi seorang gelandang kreatif atau second striker.
7. SS Tier: Ronaldinho

Ronaldinho adalah sasaran utama player eFootball di banner ini. Dengan booster baru yang meningkatkan dribbling dan speed hingga angka 96 dan 90, dia bukan lagi sekadar pemain, tapi sebuah fenomena lapangan.
Dia memiliki 10 stat di atas angka 90. Ronaldinho adalah satu-satunya alasan mengapa "recycled card" di paket ini bisa dimaafkan. Dia gesit, kuat menahan bola, dan punya aura yang membuat bek lawan mendadak lupa cara menekel.
Dengan meta dribble yang sedang populer, semoga kita mendapatkan Ronaldinho dan menari-nari indah di lapangan permainan!
















