Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Game Indonesia Berpotensi Sumbang Rp59 Triliun pada 2030
Peluncuran white paper oleh Tencent & Access Partnership (Dok. GGWP/Valya)
  • Industri game Indonesia diproyeksikan menyumbang nilai tambah hingga Rp59 triliun dan mendukung 476.600 lapangan kerja pada 2030 dalam skenario pertumbuhan dipercepat.

  • Pada 2025, perangkat keras, periferal, esports, dan ritel mendominasi nilai ekonomi game Indonesia, sedangkan pengembangan serta penerbitan game hanya menyumbang 7 persen.

  • Laporan Access Partnership dan Tencent menekankan perlunya pembiayaan studio lokal, optimalisasi IP, penguatan talenta, serta akses pasar internasional untuk memperbesar peran Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Industri game Indonesia diproyeksikan menghasilkan nilai tambah hingga US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun dan mendukung 476.600 lapangan kerja pada 2030 dalam skenario pertumbuhan dipercepat.
  • Who?
    Access Partnership dan Tencent menyusun proyeksi tersebut. Studio game lokal, talenta industri, pemerintah, pelaku usaha, serta komunitas kreatif menjadi unsur yang disoroti dalam pengembangan ekosistem game Indonesia.
  • Where?
    Proyeksi berfokus pada Indonesia, dalam kajian industri game lima negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Laporan dipaparkan di Jakarta.
  • When?
    Proyeksi ditetapkan untuk 2030. Laporan dipaparkan dalam World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta. Data dasar industri Indonesia mencakup perkiraan kondisi pada 2025.
  • Why?
    Indonesia memiliki pasar game besar, namun pengembangan dan penerbitan game hanya menyumbang 7 persen nilai ekonomi. Penguatan studio lokal, IP orisinal, pembiayaan, talenta, dan akses internasional diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah.
  • How?
    Pertumbuhan diproyeksikan melalui perluasan pembiayaan studio lokal, penyederhanaan pengelolaan dan pembiayaan IP, pengembangan kurikulum serta penempatan kerja, dan koneksi studio Indonesia dengan mitra serta pasar internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Game di Indonesia bisa memberi uang sampai Rp59 triliun pada tahun 2030. Ini bisa membuat banyak pekerjaan baru, sampai 476.600 pekerjaan. Tapi studio game lokal perlu dibantu supaya bisa membuat game sendiri. Mereka juga perlu belajar lebih banyak dan menjual game ke negara lain. Sekarang ini masih perkiraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri game Indonesia berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun pada 2030.

Selain memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar, pertumbuhan tersebut diproyeksikan mampu mendukung hingga 476.600 lapangan kerja jika Indonesia berhasil mempercepat pengembangan industri game lokal.

Potensi ini terungkap dalam white paper berjudul The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia yang disusun oleh Access Partnership bersama Tencent.

Laporan tersebut dipaparkan dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta dan mengulas peluang pengembangan industri game di lima negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Studi ini mencakup seluruh rantai nilai industri game, mulai dari pengembangan dan penerbitan game, perangkat keras dan periferal, jaringan ritel, hingga ekosistem esports.

Laporan tersebut juga mengkaji kontribusi industri terhadap pengembangan kekayaan intelektual (IP), talenta, pariwisata, dan penyelenggaraan acara, serta memproyeksikan pertumbuhan industri hingga 2030 melalui skenario moderat dan akselerasi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari industri game. Namun, untuk mencapainya, pengembangan studio lokal, IP orisinal, talenta, dan akses ke pasar internasional perlu mendapat perhatian lebih besar.

Industri Game Asia Tenggara Berpotensi Dukung 1 Juta Lapangan Kerja

Secara regional, industri game diproyeksikan menghasilkan nilai tambah sebesar US$12,2 miliar atau setara Rp219,6 triliun pada 2030. Industri ini juga diperkirakan mendukung sekitar 1,01 juta lapangan kerja di Asia Tenggara.

Menurut laporan tersebut, potensi pertumbuhan itu dapat meningkat apabila negara-negara di kawasan menerapkan kebijakan strategis dan menciptakan kondisi pasar yang mendukung perkembangan industri.

Kontribusi industri game juga tidak terbatas pada pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Ekosistem ini membuka berbagai jalur karier, mulai dari desain, animasi, pemrograman, produksi siaran langsung, pemasaran, hingga pembuatan konten.

Selain itu, industri game dapat menjadi sarana untuk mengembangkan IP lokal dan memperkenalkan karya kreatif kepada audiens internasional. Dampaknya juga berpotensi meluas ke sektor pariwisata, penyelenggaraan acara, serta ekonomi digital dan kreatif.

Laporan tersebut turut menyoroti peran ekspor dalam industri game di lima negara yang diteliti. Kehadiran perusahaan game internasional dengan operasional lokal, termasuk fungsi penerbitan regional dan global, juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri di Asia Tenggara.

Indonesia Berpotensi Hasilkan Rp59 Triliun dari Industri Game

Indonesia telah memiliki pasar game yang besar. Pada 2025, industri ini diperkirakan menghasilkan pendapatan sebesar US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,4 triliun, berkontribusi sebesar US$1,8 miliar atau Rp32,4 triliun terhadap perekonomian, serta mendukung sekitar 257.400 lapangan kerja.

Meski demikian, komposisi industri game Indonesia masih menunjukkan bahwa sebagian besar nilai ekonomi berasal dari sektor pendukung. Perangkat keras dan periferal menyumbang 47 persen, diikuti esports sebesar 24 persen dan ritel sebesar 22 persen. Sementara itu, pengembangan dan penerbitan game hanya menyumbang 7 persen.

Komposisi ini memperlihatkan adanya peluang bagi Indonesia untuk memperbesar peran dalam proses penciptaan produk dan kekayaan intelektual. Dengan memperkuat studio lokal, mengembangkan game orisinal, serta meningkatkan kemampuan talenta dalam negeri, Indonesia berpotensi memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari industri ini.

Dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat, laporan Access Partnership dan Tencent memproyeksikan nilai tambah industri game Indonesia dapat mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun pada 2030. Jumlah lapangan kerja yang didukung juga berpotensi meningkat menjadi 476.600.

Sementara itu, dalam skenario pertumbuhan moderat, nilai tambah industri diperkirakan mencapai sekitar US$2,8 miliar dengan dukungan terhadap 416.600 lapangan kerja.

Perbedaan kedua proyeksi tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dapat diraih apabila Indonesia mampu memperkuat fondasi industrinya. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan skenario pertumbuhan, bukan hasil yang sudah pasti tercapai.

Peluncuran white paper oleh Tencent & Access Partnership (Dok. GGWP/Valya)

Tiga Langkah untuk Memperkuat Industri Game Indonesia

Untuk membantu Indonesia menangkap potensi tersebut, laporan ini mengidentifikasi tiga area kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan industri game nasional.

1. Memperluas akses pembiayaan bagi studio lokal

Akses pendanaan menjadi salah satu faktor penting bagi pengembang game untuk mengembangkan ide menjadi produk yang siap dipasarkan. Berbagai instrumen, seperti hibah pengembangan prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan, dapat membantu studio lokal membiayai proses produksi.

Dukungan tersebut juga berpotensi membuka kesempatan bagi lebih banyak pengembang Indonesia untuk meluncurkan game buatan sendiri dan membangun bisnis yang berkelanjutan.

2. Mengoptimalkan nilai IP lokal

Kekayaan intelektual merupakan salah satu aset penting dalam industri game. IP yang dikembangkan dengan baik dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan bisnis melalui penjualan game, lisensi, dan pengembangan produk kreatif lainnya.

Laporan tersebut merekomendasikan proses pendaftaran, penilaian, dan pembiayaan IP terkait game yang lebih sederhana. Langkah ini diharapkan membantu studio mengembangkan karya yang memiliki nilai komersial, mempertahankan lebih banyak nilai ekonomi di dalam negeri, serta membangun bisnis penerbitan yang berkelanjutan.

3. Memperkuat pengembangan talenta dan ekspansi internasional

Pertumbuhan industri game juga membutuhkan sumber daya manusia dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena itu, pengembangan kurikulum khusus, program penempatan kerja di industri, dan inisiatif penjajakan bisnis menjadi sejumlah langkah yang disoroti dalam laporan.

Selain meningkatkan kompetensi talenta, upaya tersebut dapat membantu studio Indonesia terhubung dengan mitra internasional dan memperluas jangkauan pasarnya. Akses ke jaringan global penting agar game lokal tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang bersaing di tingkat dunia.

Peluncuran white paper oleh Tencent & Access Partnership (Dok. GGWP/Valya)

Tencent Soroti Pentingnya Ekosistem yang Mendukung Pertumbuhan

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn), menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengubah besarnya pasar domestik menjadi kekuatan produksi dan kreativitas yang lebih besar.

“Peluang saat ini adalah mengubah kekuatan pasar Indonesia menjadi ekosistem kreatif dan produksi yang lebih kuat. Di dalamnya, studio lokal dapat mengembangkan IP orisinal, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan terhubung dengan audiens di seluruh dunia. Kami berharap riset ini dapat mendorong dialog lebih lanjut antara pemerintah, industri, dan komunitas kreatif mengenai kondisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujar Lynn.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan industri game tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah pemain atau besarnya permintaan pasar. Dukungan pembiayaan, pengembangan IP, peningkatan kualitas talenta, dan koneksi dengan industri internasional juga dibutuhkan agar pelaku lokal dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai global.

Laporan ini turut mendorong pendekatan berbasis data dalam merumuskan kebijakan industri game. Dialog terstruktur antara pemerintah dan pelaku industri dinilai penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang disusun mampu mendukung inovasi, investasi, dan perlindungan pengguna secara seimbang.

Peluang Indonesia Menjadi Pusat Pengembangan Game di Asia Tenggara

Proyeksi kontribusi hingga Rp59 triliun pada 2030 menunjukkan besarnya potensi industri game bagi perekonomian Indonesia. Namun, realisasi peluang tersebut akan bergantung pada kemampuan Indonesia membangun ekosistem yang mendukung penciptaan produk, pengembangan talenta, dan komersialisasi IP lokal.

Jika upaya tersebut berjalan beriringan, Indonesia berpeluang berkembang dari pasar konsumen yang besar menjadi salah satu pusat pengembangan game dan inovasi kreatif di Asia Tenggara.

Bagi pengembang lokal, kondisi ini dapat membuka kesempatan untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di pasar internasional. Sementara bagi perekonomian nasional, penguatan industri game berpotensi menciptakan lapangan kerja, memperluas ekspor, dan meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan dari kreativitas anak bangsa.

White paper The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami peluang dan tantangan tersebut.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Berapa potensi kontribusi industri game Indonesia terhadap perekonomian pada 2030?

Berdasarkan white paper Access Partnership dan Tencent, industri game Indonesia berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun pada 2030 dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat.

Berapa banyak lapangan kerja yang berpotensi didukung industri game Indonesia pada 2030?

Industri game Indonesia diproyeksikan dapat mendukung hingga 476.600 lapangan kerja pada 2030 dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat. Dalam skenario moderat, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 416.600 lapangan kerja.

Apa tantangan utama industri game Indonesia untuk berkembang lebih jauh?

Salah satu tantangannya adalah kontribusi pengembangan dan penerbitan game yang masih relatif kecil dibandingkan sektor perangkat keras, periferal, esports, dan ritel. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat studio lokal, akses pembiayaan, pengembangan IP orisinal, serta kemampuan talenta agar dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

Bagaimana cara meningkatkan pertumbuhan industri game Indonesia?

Menurut laporan Access Partnership dan Tencent, ada tiga langkah utama yang dapat dilakukan, yaitu memperluas akses pembiayaan bagi studio lokal, mengoptimalkan nilai IP lokal, serta memperkuat pengembangan talenta dan akses ke pasar internasional.

Editorial Team

Related Article