Ratusan Studio Game Berkumpul di IGDX 2026, Bidik Investasi Internasional

IGDX Business & Conference 2026 di Bali mempertemukan 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara, membuka peluang investasi, kemitraan, serta akses pasar global bagi pengembang Indonesia.
Forum yang digelar Kemkomdigi dan AGI ini menekankan resiliensi kreatif agar industri game nasional berinovasi menghadapi AI, teknologi imersif, dan perubahan ekspektasi pemain.
Pemerintah memperkuat ekosistem digital melalui program seperti Garuda Spark, yang menjangkau 15.700 talenta, membina 80 startup, dan mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar.
Sebanyak 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara berkumpul di Bali dalam Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026. Mempertemukan pelaku industri game lintas negara, ajang ini menjadi peluang strategis bagi pengembang Indonesia untuk menjaring investasi, membangun kemitraan bisnis, dan membawa karya lokal ke pasar global.
Diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), IGDX 2026 resmi dibuka di Bali Beach Convention, Sanur, pada Rabu (21/10/2026)
Menjadi bagian dari Bali Tech Week (BTW) 2026, acara ini mengusung tema “Building A Thriving Ecosystem with Creative Resilience” dengan fokus memperkuat ekosistem industri game nasional agar lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif di tengah perubahan teknologi.
Besarnya partisipasi internasional turut membuka ruang bagi studio lokal untuk memperluas jaringan dan menjajaki peluang bisnis baru.
Tahun ini, IGDX didukung sembilan mitra acara, dengan 543 pemegang Business Pass yang menjajaki kerja sama serta 1.037 pemegang Public Pass yang ikut meramaikan forum industri game tersebut.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan IGDX menjadi titik temu bagi pelaku industri untuk menghubungkan teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya dalam satu ekosistem.
“IGDX telah menjadi titik temu bagi industri game Indonesia, tempat teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya bertemu. Game tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan cerita, mengekspresikan jati diri kita, dan menciptakan peluang ekonomi,” ujar Sonny dalam pembukaan IGDX 2026 di Denpasar, Bali.
Table of Content
IGDX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Game Global
Besarnya antusiasme terhadap IGDX 2026 terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Selain 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara, acara ini turut didukung oleh sembilan mitra.
Sebanyak 543 pemegang Business Pass memanfaatkan forum tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama, sedangkan 1.037 pemegang Public Pass ikut merasakan perkembangan kreativitas industri game nasional.
Angka partisipasi ini memperlihatkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan pengembang lokal untuk memperluas jaringan bisnis. Pertemuan dengan publisher, investor, distributor, dan mitra industri internasional juga membuka jalan bagi studio Indonesia untuk membawa karya mereka ke pasar yang lebih luas.
Tema resiliensi kreatif yang diangkat tahun ini juga relevan dengan perkembangan industri game global.
Kemajuan kecerdasan buatan (AI), teknologi imersif, dan perubahan ekspektasi pemain menghadirkan peluang baru bagi pengembang. Namun, perubahan tersebut sekaligus menuntut pelaku industri untuk terus berinovasi dan menyesuaikan strategi bisnis.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa resiliensi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan untuk bertahan menghadapi perubahan. Industri game Indonesia perlu menjadikan perubahan sebagai kesempatan untuk berinovasi, bertransformasi, dan berkembang.
“Dalam menghadapi disrupsi ini, resiliensi adalah kapasitas untuk berinovasi, bertransformasi, dan tumbuh di tengah ketidakpastian. Kita ingin pelaku industri game Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia,” ungkap Edwin.
Dengan pendekatan tersebut, pengembang game Indonesia diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam industri global.
Tidak hanya menghasilkan produk yang kompetitif, studio lokal juga didorong untuk menciptakan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki identitas Indonesia dan mampu menarik perhatian pemain internasional.

IGDX BTW 2026 (Sumber: IGDX) Bagian dari Bali Tech Week 2026
Keterlibatan IGDX dalam Bali Tech Week 2026 turut memperluas kesempatan kolaborasi bagi pelaku industri game. Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, Bali Tech Week mempertemukan industri game dengan sektor teknologi dan ekonomi digital yang lebih luas.
Integrasi tersebut memberikan peluang bagi pengembang untuk terhubung dengan investor, mitra bisnis, dan pelaku teknologi dari berbagai sektor. Dengan begitu, pengembangan game tidak hanya bertumpu pada kreativitas dan kemampuan teknis, tetapi juga didukung akses pendanaan, strategi komersialisasi, serta jaringan distribusi yang lebih kuat.
IGDX sendiri telah berlangsung sejak 2019 dan berkembang menjadi salah satu forum penting bagi industri game nasional. Program-programnya mencakup Bootcamp, Accelerator, Career, Business, dan Conference yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekosistem dari hulu ke hilir.
Melalui program tersebut, talenta muda mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan karier di industri game. Sementara itu, studio yang telah berkembang dapat mempertemukan produk mereka dengan investor, publisher, distributor, serta calon mitra bisnis untuk membuka peluang pengembangan dan pemasaran.
Kemkomdigi berharap pertemuan di Bali tidak berhenti pada pertukaran wawasan. IGDX 2026 diharapkan menghasilkan kemitraan konkret di bidang penerbitan, investasi, distribusi, dan pengembangan game bersama.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu studio lokal meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

IGDX BTW 2026 (Sumber: IGDX) Ekosistem Digital Jadi Peluang bagi Studio Lokal
Penguatan industri game juga sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan ekonomi digital Indonesia.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Potensi tersebut membuka ruang bagi industri game untuk berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Namun, peluang ini perlu diimbangi dengan dukungan terhadap talenta, inovasi, pengembangan produk, dan akses pasar agar studio Indonesia dapat bersaing secara berkelanjutan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kemkomdigi mengembangkan ekosistem yang menghubungkan talenta, startup, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar.
Salah satu inisiatifnya adalah Garuda Spark, yang telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital melalui 178 program, membina 80 startup, serta melibatkan 80 mitra. Inisiatif tersebut juga mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar.
Ekosistem ini diharapkan turut membuka peluang bagi inovator di industri game untuk mengembangkan produk, mendapatkan dukungan pendanaan, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dengan dukungan yang tepat, studio lokal berpeluang meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri game internasional.
Menutup rangkaian sambutan, Presiden Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, mengajak seluruh peserta memanfaatkan IGDX sebagai ruang untuk membangun kemitraan dan memperkuat kolaborasi di tengah tantangan industri.
“Di tengah berbagai tantangan, kehadiran kita hari ini menunjukkan bahwa kita tetap percaya pada masa depan industri game Indonesia. Dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun industri ini. Mari bersama-sama memperkuat ekosistem game Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global,” tuturnya.
Melalui IGDX 2026, Indonesia kembali memperkuat langkah untuk membangun industri game yang lebih tangguh, inovatif, dan terhubung dengan pasar internasional.
Kehadiran ratusan studio dan puluhan publisher dari berbagai negara menjadi peluang bagi pengembang lokal untuk memperluas jaringan, menemukan mitra strategis, serta mengembangkan karya yang mampu bersaing di panggung dunia.
Keberhasilan forum ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana pertemuan tersebut menghasilkan kolaborasi berkelanjutan dan pertumbuhan nyata bagi industri game Indonesia.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Apa itu IGDX 2026? IGDX 2026 atau Indonesia Game Developer Exchange merupakan forum industri game yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI). Acara ini mempertemukan pengembang game, publisher, investor, dan pelaku industri untuk membuka peluang kolaborasi serta memperluas pasar.
Berapa banyak studio game dan publisher yang berpartisipasi dalam IGDX 2026? IGDX 2026 diikuti oleh 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara. Acara ini juga didukung sembilan mitra, dengan 543 pemegang Business Pass dan 1.037 pemegang Public Pass.
Di mana dan kapan IGDX 2026 diselenggarakan? IGDX Business & Conference 2026 resmi dibuka pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Bali Beach Convention, Sanur, Bali. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026.
Apa tujuan IGDX 2026 bagi industri game Indonesia? IGDX 2026 bertujuan memperkuat ekosistem industri game Indonesia melalui kolaborasi, investasi, dan pengembangan bisnis. Forum ini juga membuka kesempatan bagi studio lokal untuk menjalin kemitraan dengan publisher internasional dan membawa karya mereka ke pasar global.
















