Penguatan industri game juga sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan ekonomi digital Indonesia.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Potensi tersebut membuka ruang bagi industri game untuk berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital. Namun, peluang ini perlu diimbangi dengan dukungan terhadap talenta, inovasi, pengembangan produk, dan akses pasar agar studio Indonesia dapat bersaing secara berkelanjutan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kemkomdigi mengembangkan ekosistem yang menghubungkan talenta, startup, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar.
Salah satu inisiatifnya adalah Garuda Spark, yang telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital melalui 178 program, membina 80 startup, serta melibatkan 80 mitra. Inisiatif tersebut juga mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar.
Ekosistem ini diharapkan turut membuka peluang bagi inovator di industri game untuk mengembangkan produk, mendapatkan dukungan pendanaan, dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dengan dukungan yang tepat, studio lokal berpeluang meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri game internasional.
Menutup rangkaian sambutan, Presiden Asosiasi Game Indonesia, Shafiq Husein, mengajak seluruh peserta memanfaatkan IGDX sebagai ruang untuk membangun kemitraan dan memperkuat kolaborasi di tengah tantangan industri.
“Di tengah berbagai tantangan, kehadiran kita hari ini menunjukkan bahwa kita tetap percaya pada masa depan industri game Indonesia. Dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun industri ini. Mari bersama-sama memperkuat ekosistem game Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global,” tuturnya.
Melalui IGDX 2026, Indonesia kembali memperkuat langkah untuk membangun industri game yang lebih tangguh, inovatif, dan terhubung dengan pasar internasional.
Kehadiran ratusan studio dan puluhan publisher dari berbagai negara menjadi peluang bagi pengembang lokal untuk memperluas jaringan, menemukan mitra strategis, serta mengembangkan karya yang mampu bersaing di panggung dunia.
Keberhasilan forum ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana pertemuan tersebut menghasilkan kolaborasi berkelanjutan dan pertumbuhan nyata bagi industri game Indonesia.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
Apa itu IGDX 2026? | IGDX 2026 atau Indonesia Game Developer Exchange merupakan forum industri game yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI). Acara ini mempertemukan pengembang game, publisher, investor, dan pelaku industri untuk membuka peluang kolaborasi serta memperluas pasar. |
Berapa banyak studio game dan publisher yang berpartisipasi dalam IGDX 2026? | IGDX 2026 diikuti oleh 244 studio game dan 66 publisher dari 31 negara. Acara ini juga didukung sembilan mitra, dengan 543 pemegang Business Pass dan 1.037 pemegang Public Pass. |
Di mana dan kapan IGDX 2026 diselenggarakan? | IGDX Business & Conference 2026 resmi dibuka pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Bali Beach Convention, Sanur, Bali. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026. |
Apa tujuan IGDX 2026 bagi industri game Indonesia? | IGDX 2026 bertujuan memperkuat ekosistem industri game Indonesia melalui kolaborasi, investasi, dan pengembangan bisnis. Forum ini juga membuka kesempatan bagi studio lokal untuk menjalin kemitraan dengan publisher internasional dan membawa karya mereka ke pasar global. |