Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi membuka peluang baru bagi industri game Indonesia.
Teknologi ini tidak hanya dapat membantu proses pengembangan game, tetapi juga berpotensi mendukung pelaku usaha kreatif agar lebih efisien dan mampu menjangkau pasar global.
Peluang tersebut turut menjadi salah satu fokus kerja sama Tencent dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang disepakati dalam nota kesepahaman (MOU) berdurasi tiga tahun.
Dalam kerja sama tersebut, Tencent tidak hanya membahas pengembangan konten bersama kreator lokal dan peningkatan keterampilan talenta Indonesia.
Perusahaan asal Tiongkok itu juga melihat peluang pemanfaatan teknologi untuk membantu pelaku usaha berskala kecil agar bisa bersaing di pasar internasional dengan biaya yang lebih efisien.
Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn, menjelaskan bahwa ada tiga bidang utama yang menjadi fokus kolaborasi dengan Ekraf. Salah satunya adalah pemanfaatan AI untuk mendukung daya saing pelaku usaha.
“Terakhir, kami juga membahas mengenai kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana teknologi kami dapat membantu pelaku usaha skala kecil agar mampu bersaing di kancah global dengan biaya yang lebih efisien,” ujar Lynn kepada GGWP saat ditemui dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Lynn, kerja sama tersebut dirancang agar sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia. Karena itu, implementasinya masih akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian untuk menentukan program yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan.
Table of Content
