Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tencent dan Ekraf Bahas AI, Developer Game Lokal Bisa Lebih Efisien?
Tencent dan Ekraf Bahas AI (Dok. GGWP/Valya)
  • Tencent dan Kementerian Ekraf menandatangani MOU tiga tahun untuk pengembangan konten, peningkatan talenta, dan pemanfaatan AI bagi pelaku kreatif Indonesia.

  • AI berpotensi membantu developer game lokal mempercepat tugas berulang, pemrograman, analisis masukan pemain, serta efisiensi biaya, tetapi tetap memerlukan pengawasan manusia.

  • Program konkret, perangkat AI, sasaran penerima manfaat, dan mekanisme kolaborasi masih akan dibahas; kerja sama ditargetkan memperluas akses kreator lokal ke pasar global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif menyepakati nota kesepahaman tiga tahun yang mencakup pembahasan pemanfaatan AI, pengembangan konten, peningkatan keterampilan talenta, dan dukungan bagi pelaku usaha kreatif.
  • Who?
    Tencent, Kementerian Ekonomi Kreatif, Director of Global Public Affairs APAC Tencent Monrawee Ampolpittayanant, serta Direktur Game Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing terlibat dalam pembahasan kerja sama ini.
  • Where?
    Pembahasan disampaikan Monrawee Ampolpittayanant saat World Conference on Creative Economy 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Nota kesepahaman berdurasi tiga tahun dibahas dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Why?
    Kerja sama ditujukan untuk mempertemukan kapabilitas Tencent dengan sumber daya kreatif Indonesia, meningkatkan keterampilan talenta, membantu pelaku usaha kecil lebih efisien, serta memperluas jangkauan audiens kreator lokal.
  • How?
    Kedua pihak akan membahas program pelaksanaan bersama kementerian, termasuk bentuk dukungan, sasaran penerima manfaat, mekanisme kolaborasi, dan indikator keberhasilan. Perangkat atau layanan AI khusus hingga saat ini belum ada kepastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama selama tiga tahun. Mereka membahas AI untuk membantu pembuat game Indonesia bekerja lebih cepat dan hemat. Mereka juga ingin melatih orang-orang kreatif. Tapi program AI yang pasti belum diumumkan. Sekarang, mereka masih membicarakan rencana yang akan dibuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi membuka peluang baru bagi industri game Indonesia.

Teknologi ini tidak hanya dapat membantu proses pengembangan game, tetapi juga berpotensi mendukung pelaku usaha kreatif agar lebih efisien dan mampu menjangkau pasar global.

Peluang tersebut turut menjadi salah satu fokus kerja sama Tencent dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang disepakati dalam nota kesepahaman (MOU) berdurasi tiga tahun.

Dalam kerja sama tersebut, Tencent tidak hanya membahas pengembangan konten bersama kreator lokal dan peningkatan keterampilan talenta Indonesia.

Perusahaan asal Tiongkok itu juga melihat peluang pemanfaatan teknologi untuk membantu pelaku usaha berskala kecil agar bisa bersaing di pasar internasional dengan biaya yang lebih efisien.

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn, menjelaskan bahwa ada tiga bidang utama yang menjadi fokus kolaborasi dengan Ekraf. Salah satunya adalah pemanfaatan AI untuk mendukung daya saing pelaku usaha.

“Terakhir, kami juga membahas mengenai kecerdasan buatan (AI) dan bagaimana teknologi kami dapat membantu pelaku usaha skala kecil agar mampu bersaing di kancah global dengan biaya yang lebih efisien,” ujar Lynn kepada GGWP saat ditemui dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Lynn, kerja sama tersebut dirancang agar sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia. Karena itu, implementasinya masih akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian untuk menentukan program yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan.

In Article GGWP_.png


Bagaimana AI Bisa Membantu Developer Game Lokal?

Bagi developer game, efisiensi merupakan salah satu aspek penting dalam proses produksi. Pengembangan game melibatkan berbagai pekerjaan, mulai dari perancangan konsep, pembuatan aset, pemrograman, pengujian, hingga pemasaran.

Setiap tahap membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit, terutama bagi studio independen dengan sumber daya terbatas.

Dalam konteks tersebut, AI berpotensi menjadi salah satu alat bantu untuk mendukung pekerjaan tertentu. Teknologi ini, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun ide awal, mempercepat pekerjaan berulang, mendukung proses pemrograman, atau menganalisis masukan pemain.

Penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan manusia agar hasilnya sesuai dengan visi kreatif, standar teknis, dan kebutuhan game yang dikembangkan.

Efisiensi juga dapat menjadi faktor penting bagi studio lokal yang ingin memperluas jangkauan pasarnya. Dengan proses kerja yang lebih terukur, developer berpeluang mengalokasikan sumber daya ke aspek lain, seperti penyempurnaan gameplay, pengujian kualitas, lokalisasi, dan strategi pemasaran.

Meski begitu, pemanfaatan AI tidak serta-merta menjamin game akan sukses. Kualitas desain, keunikan ide, pemahaman terhadap pemain, serta kemampuan membangun komunitas tetap menjadi faktor penting dalam persaingan industri game.

Perlu dicatat, manfaat tersebut merupakan gambaran potensi penggunaan AI secara umum. Tencent dan Ekraf belum mengumumkan secara terperinci perangkat, layanan, atau program AI khusus yang akan diberikan kepada developer game Indonesia melalui kerja sama ini.

Menteri Ekraf/Kepala Bekraf RI Teuku Riefky Harsya (tengah) menyaksikan penandatanganan MoU antara perwakilan Kemenekraf yang dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati (kedua kiri) dan Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn). Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing (kiri) bersama Public Policy & Government Affairs Lead (APAC), Tencent, Sherwyn Koh (kanan). (Sumber: Tencent)

Bukan Hanya AI, Pengembangan Talenta Juga Jadi Fokus

Selain teknologi, Tencent dan Ekraf turut membahas peningkatan keterampilan talenta Indonesia. Aspek ini penting karena pemanfaatan teknologi baru akan lebih optimal jika diiringi kemampuan sumber daya manusia yang memadai.

Lynn menyebutkan bahwa kedua pihak telah mendiskusikan berbagai kemungkinan dukungan, termasuk program peningkatan keterampilan atau upskilling. Namun, bentuk dan pelaksanaan programnya masih perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian.

Bagi industri game, peningkatan keterampilan dapat membuka peluang bagi developer dan kreator lokal untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemampuan produksi mereka.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi global juga berpotensi memperluas wawasan mengenai kebutuhan industri dan standar yang berlaku di pasar internasional.

Direktur Game Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing, menjelaskan bahwa salah satu tujuan kerja sama ini adalah mempertemukan kapabilitas Tencent dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Menurut Luat, Indonesia memiliki banyak developer dan kreator yang berpotensi dikolaborasikan dengan kebutuhan konten Tencent. Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi pelaku industri dalam negeri.

“Bagi kami, langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan audiens target bagi para kreator kita,” ujar Luat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan talenta dan akses ke pasar yang lebih luas menjadi bagian penting dari tujuan kolaborasi.

Bagi kreator game lokal, peluang menjangkau audiens baru dapat menjadi nilai tambah apabila didukung strategi distribusi, pemasaran, dan pengembangan konten yang tepat.

Menunggu Program Konkret Selama Tiga Tahun

Walaupun AI menjadi salah satu bidang yang dibahas, dampak kerja sama Tencent dan Ekraf masih bergantung pada pelaksanaan program di lapangan. Kedua pihak perlu menentukan bentuk dukungan, sasaran penerima manfaat, mekanisme kolaborasi, serta indikator keberhasilan yang dapat diukur.

Hal ini penting agar kerja sama tidak hanya menghasilkan diskusi dan rencana, tetapi juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh developer game, kreator, serta pelaku usaha kreatif Indonesia.

Luat menegaskan bahwa masih banyak hal yang dibahas oleh kedua pihak dan diharapkan dapat diwujudkan menjadi langkah konkret pada masa mendatang. Dengan demikian, penandatanganan nota kesepahaman menjadi awal dari proses kolaborasi, bukan akhir dari upaya pengembangan industri kreatif.

Bagi developer game Indonesia, perkembangan program ini layak dinantikan, terutama untuk melihat apakah dukungan teknologi dapat membantu studio lokal bekerja lebih efisien sekaligus memperluas peluang di pasar global.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Apa fokus kerja sama Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif?

Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjalin kerja sama berdurasi tiga tahun dengan tiga fokus utama, yaitu kolaborasi pengembangan konten lokal, peningkatan keterampilan talenta Indonesia, serta pemanfaatan teknologi AI untuk membantu pelaku usaha kecil bersaing di pasar global dengan biaya lebih efisien.

Bagaimana AI bisa membantu developer game Indonesia?

AI berpotensi membantu developer game dalam berbagai proses, seperti menyusun ide awal, mendukung pemrograman, mempercepat pekerjaan berulang, dan menganalisis masukan pemain. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pengawasan manusia dan belum ada rincian program AI khusus yang diumumkan Tencent untuk developer lokal melalui kerja sama ini.

Apakah Tencent akan memberikan pelatihan kepada developer game lokal?

Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif telah mendiskusikan kemungkinan program peningkatan keterampilan atau upskilling bagi talenta Indonesia. Meski demikian, bentuk pelatihan, jadwal pelaksanaan, dan pihak yang akan terlibat masih perlu dibahas lebih lanjut.

Apa manfaat kerja sama Tencent bagi industri game Indonesia?

Kerja sama ini berpotensi membuka peluang kolaborasi bagi developer dan kreator lokal, meningkatkan keterampilan talenta, serta memperluas jangkauan audiens. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha kreatif bekerja lebih efisien. Dampak konkretnya akan bergantung pada implementasi program selama tiga tahun ke depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article