Review Metroid Prime 4: Beyond - Samus Aran dalam Petualangan Baru

- Metroid Prime 4: Beyond tetap setia pada identitasnya sebagai game eksplorasi yang menuntut pemain untuk memahami dunia yang asing tanpa banyak penjelasan.
- Perubahan dalam cerita membuat Samus Aran terasa lebih personal dan manusiawi, dengan memberikan konteks yang jelas tentang motivasinya dan konflik yang dihadapinya.
- Eksplorasi menjadi inti pengalaman dalam game ini, dengan setiap area dirancang dengan banyak jalur terkunci, ruang tersembunyi, dan tempat-tempat yang belum bisa diakses.
Ada standar tertentu ketika sebuah game membawa nama Metroid Prime. Ini bukan sekadar petualangan first-person atau sci-fi shooter biasa. Metroid Prime 4: Beyond tidak mencoba menghindari ekspektasi itu. Justru sebaliknya, game ini terasa sangat yakin dengan identitasnya.
Sejak awal permainan, kamu akan langsung diajak masuk ke dunia yang asing tanpa banyak penjelasan. Lingkungan berbicara lewat desain ruang, cahaya, dan detail kecil yang mendorong rasa ingin tahu. Ini bukan game yang ingin kamu selesaikan secepat mungkin, melainkan game yang ingin kamu pahami.
Samus Aran, Lebih dari Sekadar Pemburu Bayaran

Eksplorasi yang Mengandalkan Ingatan
Eksplorasi tetap menjadi inti pengalaman. Setiap area dirancang dengan banyak jalur terkunci, ruang tersembunyi, dan tempat-tempat yang jelas “belum bisa diakses”. Game ini melatih pemain untuk mengingat pintu yang terlewat, jalur yang buntu, dan ruang yang baru akan terbuka setelah mendapatkan kemampuan tertentu.
Upgrade Samus bukan sekadar alat tempur, tetapi kunci untuk memahami dunia. Momen kembali ke area lama dan akhirnya membuka rahasia yang sebelumnya tak terjangkau masih menjadi kepuasan khas Metroid Prime, dan Beyond mempertahankan rasa itu dengan sangat baik.
Combat dan Presentasi yang Mendukung Atmosfer
Sebagai game first-person, Beyond memilih pendekatan combat yang tenang dan metodis. Musuh dirancang untuk dipelajari, bukan dihabisi secara serampangan. Posisi, timing, dan pemahaman pola menjadi kunci setiap pertemuan. Banyak arena pertarungan terasa seperti puzzle kecil. Pemain dituntut untuk membaca situasi sebelum bertindak, sejalan dengan filosofi eksplorasi yang mengutamakan observasi.
Secara visual dan audio, Beyond tampil konsisten dan fokus pada fungsi. Gaya visualnya bersih dan mudah dibaca, sementara desain suara dan musik memperkuat rasa kesendirian. Keheningan sering kali menjadi alat bercerita yang paling efektif, terutama saat Samus menjelajah sendirian di lingkungan yang asing.
Kesimpulan
Metroid Prime 4: Beyond adalah lanjutan yang matang dan terstruktur. Ia tetap setia pada identitas Prime, sambil memberi ruang lebih besar bagi cerita Samus untuk terasa relevan dan personal.
Eksplorasinya kuat, combat-nya taktis, dan pendekatan ceritanya membuat Samus Aran bukan hanya ikon, tetapi karakter yang terasa hidup. Beyond membuktikan bahwa Metroid Prime masih punya tempat penting di game modern—tanpa harus berteriak untuk didengar.
Salah satu perubahan paling terasa di Beyond adalah bagaimana Samus Aran diposisikan dalam cerita. Ia masih menjadi karakter yang minim dialog, tetapi kehadirannya terasa lebih personal. Game ini memberi konteks yang lebih jelas tentang peran Samus di dunia yang ia jelajahi, bukan sekadar sebagai pemburu bayaran, tetapi sebagai sosok yang membawa beban masa lalu dan tanggung jawab yang tidak ringan. Cerita disampaikan dengan cara yang lebih terbuka dibanding Prime klasik. Tanpa menghilangkan nuansa sunyi, Beyond memberi pemain gambaran yang lebih jelas tentang motivasi Samus dan konflik yang ia hadapi. Pendekatan ini membuat Samus terasa lebih manusiawi, tanpa harus mengorbankan misteri yang selama ini melekat pada karakternya.
| Genre | Action-adventure/FPS |
| Developers | Retro Studios |
| Publisher | Nintendo |
| Platform | Nintendo Switch 2 |
| Price | Rp. NaN |
Nintendo Switch
Operating System | Nintendo Switch 1 & 2 |
|---|---|
Processor | - |
Memory | - |
GPU | - |
DirectX | - |
Storage | 28.9-31.6 GB |


















