Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

Bicara Masa Depan Pokémon TCG Indonesia Bersama The Pokémon Company dan Creatures Inc

11 min read
Bicara Masa Depan Pokémon TCG Indonesia Bersama The Pokémon Company dan Creatures Inc
Mr. Jushiro Kitamura & Mr. Atsushi Nagashima
  • Jumlah peserta turnamen resmi Pokémon TCG Indonesia tumbuh lebih dari 230 persen dalam sekitar dua tahun, mendorong hadirnya 2026-27 Indonesia Premier Ball League sebagai wadah kompetisi dan komunitas.

  • Versi kartu berbahasa Indonesia mempermudah pemain baru memahami aturan, sementara solidaritas tim dan dukungan komunitas di turnamen menjadi ciri menonjol ekosistem lokal.

  • Indonesia masih mengejar Taiwan dan Hong Kong dari jumlah partisipan, tetapi perkembangan pemain Asia Tenggara didukung partisipasi global serta World Championships 2027 di Singapura.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia menjadi salah satu pasar yang tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam ekosistem Pokémon Trading Card Game. Bukan hanya jumlah pemain yang terus bertambah, geliat komunitasnya juga semakin terlihat melalui berbagai turnamen hingga komunitas-komunitas yang berkembang di berbagai daerah.

Fenomena tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan 2026-27 Indonesia Premier Ball League yang digelar di kawasan PIK, Jakarta. Di tengah berlangsungnya turnamen tersebut, GGWP mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan dua sosok penting di balik perkembangan Pokémon TCG.

Mereka adalah Mr. Atsushi Nagashima, Executive Creative Director dari Creatures Inc, serta Mr. Jushiro Kitamura, Pokémon TCG Asia Tournament Director sekaligus Asia Division Director dari The Pokémon Company.

Melalui penerjemah, keduanya berbicara kepada GGWP mengenai perjalanan Pokémon TCG selama lebih dari 30 tahun, perkembangan pemain Indonesia, proses di balik pembuatan kartu, hingga potensi Indonesia untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia.

  1. Dari Anak-Anak, Kini Datang Kembali Membawa Anak Mereka

    pokemon 1.png
    Mr. Atsushi Nagashima

    Ketika berbicara mengenai perubahan terbesar Pokémon TCG selama 30 tahun terakhir, salah satu hal yang paling terasa bagi Nagashima justru bukan sekadar perubahan kartu maupun mekanisme permainannya.

    Perubahannya terlihat dari para pemain itu sendiri.

    Sekitar dua dekade lalu, banyak peserta turnamen Pokémon TCG masih merupakan anak-anak. Nagashima bahkan masih mengingat bagaimana beberapa pemain kecil saat itu bisa menangis setelah mengalami kekalahan.

    Kini, generasi yang sama telah tumbuh dewasa.

    Sebagian dari mereka sudah menjadi orang tua dan kembali menghadiri turnamen Pokémon TCG dengan membawa anak-anak mereka.

    Tidak jarang pula Nagashima bertemu dengan pemain yang menyapanya dan mengatakan bahwa mereka pernah mengikuti turnamen Pokémon ketika masih kecil.

    Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana Pokémon TCG tidak hanya berhasil mempertahankan pemainnya dalam waktu panjang, tetapi perlahan berkembang menjadi aktivitas yang bisa diteruskan ke generasi berikutnya.

    Menariknya, menurut mereka, fondasi cara orang menikmati Pokémon TCG sebenarnya tidak banyak berubah.

    Salah satu faktornya adalah Pokémon TCG tetap mempertahankan fondasi aturan permainannya selama bertahun-tahun. Hal tersebut memungkinkan pemain dari berbagai generasi untuk tetap duduk di meja yang sama dan memahami bahasa permainan yang sama.

  2. Bahasa Indonesia Membuka Pintu ke Lebih Banyak Pemain

    Meski fondasi permainan tetap konsisten, ada satu perubahan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan komunitas Indonesia: hadirnya Pokémon TCG dalam bahasa Indonesia.

    Pada masa sebelumnya, pemain Indonesia harus menggunakan kartu dalam bahasa Inggris maupun bahasa lainnya.

    Keberadaan versi bahasa Indonesia kemudian membuat Pokémon TCG semakin mudah dipahami oleh lebih banyak kelompok pemain, khususnya anak-anak dan mereka yang sebelumnya belum familier dengan card game.

    Kemudahan akses bahasa menjadi salah satu elemen yang membantu Pokémon TCG menjangkau audiens baru.

    Bagi pemain pemula, hambatan untuk memahami efek kartu serta aturan dasar permainan pun menjadi semakin kecil.

  3. Populasi Pemain Pokémon TCG Indonesia Disebut Tumbuh Lebih dari 230 Persen

    Pertumbuhan komunitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia mendapatkan turnamen resmi seperti Premier Ball League. Di tahun ini saja, pesertanya mencapai 1,704 atau naik 179% dari tahun lalu.

    Dalam wawancara eksklusif bersama GGWP, Kitamura mengungkapkan bahwa jumlah peserta turnamen resmi Pokémon TCG di Indonesia mengalami peningkatan lebih dari 230 persen dibandingkan sekitar dua tahun sebelumnya.

    Pertumbuhan tersebut membuat The Pokémon Company melihat kebutuhan akan sebuah wadah yang dapat menampung antusiasme para pemain.

    Indonesia Premier Ball League menjadi salah satu jawabannya.

    Turnamen resmi seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menentukan siapa pemain terbaik, tetapi juga menjadi titik pertemuan berbagai komunitas Pokémon TCG yang tersebar di Indonesia.

    Dengan semakin besarnya jumlah pemain, keberadaan ekosistem turnamen dinilai penting agar komunitas memiliki tempat untuk berkembang sekaligus meningkatkan kemampuan mereka.

  4. Solidaritas Komunitas Indonesia Bikin The Pokémon Company Terkesan

    IMG_20260919_151058_757.jpg
    Premier Ball League Indonesia 2026

    Bukan hanya jumlah pemain yang menarik perhatian.

    Kitamura, yang telah beberapa kali mengunjungi Indonesia, menilai komunitas Pokémon TCG di Tanah Air memiliki karakteristik yang cukup berbeda.

    Salah satunya adalah bagaimana banyak pemain datang ke sebuah turnamen sebagai bagian dari tim atau komunitas.

    Mereka menggunakan jersey yang sama, berkumpul bersama, dan memberikan dukungan kepada rekan satu tim mereka yang bertanding.

    Solidaritas tersebut terasa semakin jelas ketika pertandingan memasuki fase akhir.

    Meski pertandingan final bisa berlangsung hingga sore atau malam, para supporter tetap berada di venue untuk mendukung pemain mereka.

    Bagi Kitamura, kultur seperti ini menjadi salah satu hal yang sangat menonjol dari komunitas Pokémon TCG Indonesia.

    Di sejumlah negara memang terdapat komunitas atau Pokémon Gym tempat pemain berkumpul dan bermain bersama. Namun, ia melihat rasa kebersamaan komunitas Indonesia terasa sangat kuat.

  5. Pokémon TCG Sebagai Bahasa Universal

    Salah satu tujuan besar Pokémon TCG sejak awal bukan semata-mata menciptakan sebuah permainan kartu.

    The Pokémon Company ingin Pokémon TCG menjadi medium yang memungkinkan orang-orang berinteraksi satu sama lain.

    Hal tersebut terlihat jelas dalam komunitas Indonesia.

    Namun skalanya menjadi jauh lebih besar ketika melihat turnamen internasional seperti Pokémon World Championships.

    Dalam ajang tersebut, pemain dari berbagai negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda bertemu.

    Ketika sudah duduk berhadapan di meja pertandingan, perbedaan bahasa tersebut seolah tidak lagi menjadi penghalang.

    Keduanya menggunakan kartu dengan fungsi yang sama, mengikuti aturan permainan yang sama, serta memahami konteks pertandingan yang sedang berlangsung.

    Pokémon TCG pada akhirnya menciptakan sebuah bahasa komunikasi tersendiri di antara para pemainnya.

  6. Bagaimana Creatures Inc. Membuat Pokémon TCG Tetap Fresh?

    Di balik perkembangan komunitasnya, Pokémon TCG juga harus menghadapi tantangan lain.

    Sebuah card game yang telah berusia puluhan tahun harus terus menghadirkan sesuatu yang baru tanpa kehilangan identitas permainan yang telah dikenal pemain.

    Nagashima menjelaskan bahwa Creatures Inc. terus mencoba menghadirkan pengalaman baru melalui berbagai aspek, mulai dari mekanisme permainan hingga ilustrasi kartu.

    Namun, apa yang akhirnya dilihat pemain sebagai satu mekanisme sederhana sebenarnya melalui proses yang sangat panjang.

    Creatures Inc. memiliki tim khusus yang melakukan pengujian terhadap berbagai konsep permainan.

    Lebih dari 20 orang terlibat dalam proses playtest tersebut. Dalam satu hari, proses pengujian berlangsung lebih dari tujuh jam.

    Berbagai ide dicoba, dibandingkan, kemudian terus disempurnakan sebelum akhirnya sebuah mekanisme masuk ke produk yang dimainkan publik.

    Bagi pemain, hasil akhirnya mungkin hanya terlihat sebagai satu kartu atau satu efek baru.

    Namun di baliknya terdapat banyak sekali ide dan eksperimen sebelum konsep tersebut dianggap cukup matang untuk dirilis.

  7. Pokémon TCG Harus Mudah Dipelajari, Tapi Sulit Dikuasai

    IMG_20260919_151317_193.jpg
    Premier Ball League Indonesia 2026

    Creatures Inc. juga menghadapi tantangan untuk membuat Pokémon TCG tetap ramah terhadap pemain baru.

    Nagashima mengatakan salah satu prinsip yang selalu diperhatikan adalah membuat peraturan serta teks yang tercantum pada kartu sesederhana mungkin.

    Tujuannya agar orang yang bahkan belum pernah memainkan card game tetap bisa memahami apa yang dilakukan sebuah kartu hanya dengan membacanya.

    Kesederhanaan tersebut tidak berarti Pokémon TCG kehilangan kedalamannya.

    Permainan tetap dirancang agar pemain bisa menemukan berbagai strategi ketika kemampuan mereka semakin berkembang.

    Konsep yang sama juga diterapkan dalam pembangunan deck.

    Dengan pendekatan tersebut, pemain tidak selalu harus mengejar kartu paling langka hanya untuk bisa merasakan pengalaman bermain yang kompetitif.

  8. Evolusi Desain Pokémon TCG, dari Black & White sampai TAG TEAM GX

    Ketika ditanya mengenai perubahan kecil yang ternyata memberikan dampak besar terhadap Pokémon TCG, Nagashima menunjuk dua momentum penting.

    Salah satunya terjadi pada era Black & White (Belum rilis di Indonesia).

    Pada periode tersebut, tim melakukan berbagai perubahan fundamental terhadap Pokémon TCG.

    Mekanisme permainan, elemen koleksi, ilustrasi, hingga berbagai bagian dari pengalaman bermain ditinjau dan dikembangkan kembali.

    Tujuannya adalah menjaga permainan tetap sederhana untuk dipahami, tetapi memiliki kedalaman bagi pemain yang ingin mempelajarinya lebih jauh.

    Momentum lainnya terjadi pada era Sun & Moon melalui hadirnya TAG TEAM GX.

    Sebelumnya, banyak konsep kartu Pokémon TCG mengikuti latar belakang yang sudah diperkenalkan melalui video game Pokémon.

    TAG TEAM GX membuka ruang yang lebih besar bagi tim Pokémon TCG untuk menciptakan kombinasi dan situasi yang lebih original.

    Dari sana, tim semakin mengeksplorasi bagaimana Pokémon digambarkan tidak hanya ketika bertarung.

    Kehidupan, aktivitas, interaksi, hingga dunia tempat Pokémon berada mulai menjadi bagian penting dari storytelling sebuah ilustrasi kartu.

    Pendekatan seperti inilah yang kemudian ikut berkembang dalam kartu-kartu dengan ilustrasi khusus yang dikenal pemain saat ini, termasuk AR dan SAR.

  9. Side Event Penting untuk Orang yang Belum Siap Bertanding

    2026-27 Indonesia Premier Ball League juga tidak hanya berisi pertandingan utama.

    Ada berbagai aktivitas pendamping yang bisa dinikmati pengunjung.

    Menurut Kitamura, keberadaan side event merupakan bagian penting dalam sebuah acara Pokémon.

    Tidak semua orang yang datang ke venue merupakan pemain kompetitif.

    Sebagian mungkin datang karena menyukai Pokémon, ingin melihat sebuah turnamen, menemani teman, atau bahkan baru pertama kali bersentuhan dengan Pokémon TCG.

    Side event memberikan kesempatan kepada kelompok tersebut untuk tetap berinteraksi dan menikmati dunia Pokémon tanpa harus langsung mengikuti turnamen utama.

    Dari sinilah sebuah event bisa menjadi pintu masuk bagi calon pemain baru.

  10. Bagaimana Pemain Pemula Sebaiknya Mulai Pokémon TCG?

    IMG_20260919_151454_796.jpg
    Premier Ball League Indonesia 2026

    Bagi mereka yang tertarik mencoba Pokémon TCG tetapi merasa peraturannya terlihat rumit, kedua narasumber justru menyarankan untuk tidak memulainya dengan terlalu banyak memikirkan aspek kompetitif.

    Salah satu cara paling sederhana adalah memilih Pokémon yang disukai.

    Ketertarikan terhadap satu Pokémon bisa menjadi pintu masuk untuk mulai mengenal kartunya, memahami mekanisme, kemudian perlahan mempelajari permainan.

    Nagashima juga menyarankan pemain baru untuk memulai bersama orang terdekat.

    Bermain dengan teman maupun keluarga membuat proses mempelajari aturan terasa lebih santai.

    Dari lingkungan kecil tersebut, pemain biasanya akan mulai bertemu dengan komunitas.

    Komunitas kemudian membuka jalan menuju level permainan berikutnya, mulai dari mendapatkan lawan baru, bertukar informasi, membangun deck, hingga akhirnya mencoba mengikuti turnamen.

    Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa masuk ke Pokémon TCG tidak harus langsung dimulai dari kompetisi.

    Perjalanannya bisa dimulai sesederhana bermain bersama teman.

  11. Taiwan dan Hong Kong Masih Menonjol, Asia Tenggara Terus Mengejar

    Jika melihat level kompetitif di Asia secara keseluruhan, Kitamura menyebut Taiwan dan Hong Kong sebagai dua wilayah yang memiliki cukup banyak pemain dengan pencapaian tinggi di Pokémon World Championships.

    Asia Tenggara secara umum dinilai masih belum berada pada level yang sama.

    Namun kesenjangan tersebut perlahan semakin mengecil.

    Kemampuan pemain Asia Tenggara terus mengalami perkembangan dan salah satu indikatornya adalah semakin besarnya partisipasi pemain dari region ini di World Championships.

    Indonesia menjadi bagian dari perkembangan tersebut.

    Pertumbuhan komunitas serta semakin cepatnya penyebaran informasi antarpemain membuat skill pemain Indonesia ikut berkembang.

  12. World Championships di Singapura Jadi Momentum Besar Asia Tenggara

    Perkembangan Pokémon TCG di Asia Tenggara juga akan mendapatkan momentum penting dengan penyelenggaraan Pokémon World Championships di Singapura pada 2027.

    Bagi komunitas Asia Tenggara, kehadiran turnamen terbesar Pokémon di region sendiri menjadi sebuah kesempatan besar.

    Kitamura mengatakan mereka telah menerima respons antusias dari komunitas Singapura mengenai penyelenggaraan tersebut.

    Namun dampaknya tentu tidak hanya dirasakan oleh tuan rumah.

    Pemain dari berbagai negara Asia Tenggara akan memiliki akses yang lebih dekat terhadap salah satu panggung terbesar Pokémon di dunia.

    Keberadaan World Championships di Asia Tenggara juga berpotensi semakin meningkatkan exposure competitive Pokémon di region ini.

  13. Dari Pemain Menjadi Orang Tua, Lalu Kembali Bersama Keluarga

    IMG_20260919_105019_615.jpg
    Premier Ball League Indonesia 2026

    Dalam 10 tahun ke depan, The Pokémon Company dan Creatures Inc. tidak hanya ingin melihat lebih banyak juara lahir dari Indonesia.

    Mereka ingin melihat komunitas yang tumbuh bersama pemainnya.

    Seperti yang telah terjadi di Jepang maupun generasi awal Pokémon TCG, pemain muda yang sekarang aktif di komunitas suatu hari mungkin akan memiliki keluarga sendiri.

    Harapannya, mereka kemudian kembali datang ke event Pokémon bersama anak, orang tua, pasangan, maupun anggota keluarga lainnya.

    Dengan begitu, komunitas Pokémon TCG Indonesia tidak hanya tumbuh dari segi angka.

    Komunitas tersebut bisa berkembang lintas generasi.

  14. Indonesia Bukan Lagi Sekadar Pasar, tetapi Komunitas yang Sedang Bertumbuh

    Percakapan GGWP bersama Atsushi Nagashima dan Jushiro Kitamura di 2026-27 Indonesia Premier Ball League memberikan gambaran bahwa perkembangan Pokémon TCG di Indonesia tidak hanya dilihat dari ramainya sebuah turnamen.

    Jumlah peserta yang mencapai 1.704 orang, atau meningkat 179 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Angka yang menunjukkan bahwa jumlah peserta turnamen resmi meningkat lebih dari 230% dalam kurun waktu sekitar dua tahun membuktikan betapa pesatnya pertumbuhan komunitas.

    Namun yang tampaknya paling membekas bagi kedua sosok tersebut justru adalah manusia di balik angka itu.

    Pemain datang bersama timnya. Supporter bertahan hingga pertandingan selesai. Informasi berpindah cepat di antara komunitas. Pemain baru belajar dari teman, lalu perlahan masuk ke lingkungan yang lebih besar.

    Itulah siklus yang diharapkan terus bertahan.

    Indonesia mungkin masih memiliki perjalanan panjang untuk mengejar wilayah seperti Taiwan dan Hong Kong dalam pencapaian kompetitif tingkat dunia. Namun pertumbuhan komunitas yang cepat, dukungan turnamen resmi, dan antusiasme pemain memberikan fondasi yang semakin kuat.

    Jika perkembangan tersebut terus berlanjut, 10 tahun mendatang mungkin bukan hanya semakin banyak pemain Indonesia yang berlaga di level tertinggi.

    Bisa jadi, pemain yang hari ini memenuhi venue Premier Ball League akan kembali ke event Pokémon di masa depan dengan membawa generasi berikutnya.

    Dan bagi Pokémon TCG, mungkin itulah salah satu bentuk keberhasilan terbesar sebuah permainan yang telah bertahan selama lebih dari 30 tahun

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More