Game dengan Ending Terbaik (thegamer.com)
Ending The Last of Us adalah definisi dilema moral. Joel harus memilih antara menyelamatkan Ellie atau menyelamatkan umat manusia. Keputusannya untuk memilih Ellie, lalu berbohong kepadanya, menjadi penutup yang sangat kuat.
Tidak ada jawaban benar. Ending ini memaksa pemain mempertanyakan moralitas, cinta, dan egoisme. Justru karena ambigu dan emosional, ending The Last of Us menjadi salah satu yang paling diingat sepanjang masa.
Ending yang kuat mampu mengangkat sebuah game dari sekadar hiburan menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan. Sepuluh game di atas membuktikan bahwa penutup cerita yang berani, jujur, dan bermakna bisa meninggalkan dampak jangka panjang bagi pemain.
Dari tragedi, pengorbanan, hingga dilema moral, ending terbaik bukan selalu yang paling bahagia, melainkan yang paling membekas di hati dan pikiran.
1. Apakah ending terbaik selalu harus sedih? | Tidak. Ending terbaik adalah yang paling relevan dan berdampak, entah itu bahagia, pahit, atau ambigu. |
2. Kenapa banyak ending game terasa ambigu? | Karena ambiguitas memancing diskusi dan interpretasi pemain. |
3. Apakah game modern lebih unggul soal ending? | Tidak selalu. Banyak game klasik justru punya ending yang lebih berani dan ikonik. |
4. Ending pilihan pemain lebih baik atau linear? | Tergantung selera. Keduanya bisa sama kuat jika dieksekusi dengan baik. |
5. Ending game bisa memengaruhi replay value? | Jelas. Multiple ending sering mendorong pemain untuk bermain ulang. |