Game dengan Ending Buruk (cbr.com)
Sepanjang trilogi Mass Effect, pemain diyakinkan bahwa setiap pilihan punya dampak. Namun di Mass Effect 3, semua itu runtuh. Ending hanya menyajikan tiga pilihan warna berbeda dengan hasil yang nyaris sama.
Keputusan besar dari game sebelumnya terasa tidak relevan. Hal ini membuat banyak pemain merasa dibohongi dan menjadikan ending Mass Effect 3 salah satu yang paling kontroversial sepanjang sejarah game.
Ending adalah titik penentu dalam pengalaman bermain game. Sepanjang apa pun perjalanan dan sekuat apa pun gameplay, penutup yang mengecewakan bisa meruntuhkan segalanya.
Sepuluh game di atas membuktikan bahwa ending yang buruk mampu meninggalkan rasa pahit bagi pemain, bahkan bertahun-tahun setelah game tersebut dirilis. Sebuah pelajaran penting bagi developer: perjalanan hebat butuh akhir yang sepadan.
1. Apakah ending buruk membuat game jadi jelek? | Tidak selalu, tapi bisa merusak kesan keseluruhan. |
2. Kenapa banyak game punya ending menggantung? | Biasanya untuk membuka peluang sekuel. |
3. Ending sedih selalu buruk? | Tidak, jika dieksekusi dengan tepat dan masuk akal. |
4. Apakah ending Mass Effect 3 pernah diperbaiki? | Ada Extended Cut, tapi tetap menuai pro dan kontra. |
5. Ending mana yang paling bikin marah pemain? | Mass Effect 3 sering disebut sebagai yang paling kontroversial. |