Ikan monster di Subnautica 2 (gameinformer.com)
Di balik antusiasme besar terhadap Subnautica 2, ternyata proses pengembangannya dipenuhi drama internal. Pada 2025, terjadi pergantian besar di tubuh studio Unknown Worlds.
Pendiri asli sekaligus kreator Subnautica digantikan oleh Steve Papoutsis yang sebelumnya dikenal lewat seri Dead Space dan The Callisto Protocol.
Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran komunitas karena banyak penggemar takut identitas asli Subnautica akan berubah.
Bahkan, sempat muncul laporan gugatan hukum antara mantan pimpinan studio dan pihak publisher Krafton.
Meski begitu, developer memastikan bahwa game ini tetap mempertahankan fokus utama sebagai pengalaman single-player survival dengan tambahan multiplayer opsional.
Mereka juga menegaskan bahwa game tidak akan menggunakan sistem battle pass, lootbox, maupun langganan berbayar. Hal tersebut membuat banyak penggemar kembali optimis terhadap masa depan game ini.
Subnautica 2 menjadi salah satu game survival paling menarik di 2026 karena menghadirkan dunia alien baru, monster Leviathan yang lebih mengerikan, serta fitur multiplayer yang selama ini diimpikan penggemar.
Ditambah visual Unreal Engine 5 dan sistem pembangunan markas yang lebih kompleks, pengalaman bermain terasa jauh lebih imersif.
Meski sempat mengalami drama pengembangan dan penundaan rilis, antusiasme gamer tetap sangat tinggi.
Jika kamu suka eksplorasi, survival, dan suasana laut penuh misteri, game ini jelas wajib masuk daftar permainan yang harus dicoba.
1. Kapan Subnautica 2 dirilis? | Game ini rilis dalam versi Early Access pada 14 Mei 2026. |
2. Apakah Subnautica 2 punya multiplayer? | Ya, game ini mendukung multiplayer co-op hingga empat pemain. |
3. Platform apa saja yang mendukung Subnautica 2? | Saat ini tersedia di PC, Xbox Series X/S, dan Xbox Game Pass. |
4. Siapa monster utama di Subnautica 2? | Monster utama baru bernama Collector Leviathan. |
5. Apakah Subnautica 2 menggunakan Unreal Engine 5? | Ya, game ini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5 untuk visual lebih realistis. |