Kebocoran data menjelang perilisan game besar terjadi pada Forza Horizon 6. File lengkap game tersebut dilaporkan telah beredar luas di internet, bahkan sebelum tanggal rilis resminya.
Insiden ini pertama kali terdeteksi oleh situs pelacak database Steam, SteamDB, yang menemukan adanya pembaruan pada halaman Steam game tersebut.
Pembaruan ini berisi file preload, namun dengan kesalahan fatal: file diunggah tanpa enkripsi.
Dalam praktik normal, file preload biasanya dikunci dengan sistem enkripsi dan baru bisa diakses saat game resmi dirilis.
Namun, karena kelalaian tersebut, sekitar 155GB data game, yang disebut-sebut merupakan versi penuh langsung dapat diakses dan diekstrak oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Akibatnya, file tersebut dengan cepat menyebar melalui komunitas pembajakan dan situs berbagi ilegal. Bahkan, karena game ini dilaporkan tidak menggunakan sistem proteksi anti-piracy seperti Denuvo, versi bajakan relatif mudah dijalankan tanpa teknik bypass yang rumit.
Meski demikian, versi ilegal ini tetap memiliki keterbatasan. Fitur online tidak dapat diakses karena memerlukan autentikasi server resmi.
Namun, sejumlah cuplikan gameplay sudah mulai beredar di media sosial, menandakan bahwa banyak pemain telah mencoba versi bocor tersebut.
Situasi ini menjadi pukulan telak bagi pihak developer, Playground Games, serta publisher terkait. Terlebih, game ini dijadwalkan rilis pada 19 Mei, dengan akses lebih awal untuk pembeli edisi premium mulai 15 Mei. Kini, pemain yang membeli secara resmi justru berpotensi tertinggal dibanding mereka yang mengakses versi ilegal.
Tak hanya itu, pihak developer juga dilaporkan mulai mengambil tindakan tegas terhadap pemain yang mengakses versi bocor. Sejumlah akun bahkan dikabarkan menerima sanksi berat hingga banned jangka panjang, termasuk larangan bermain di seluruh franchise game tersebut.
Insiden ini juga memicu pertanyaan besar terhadap sistem keamanan distribusi build game sebelum rilis.
Menariknya, ini bukan kasus pertama dalam tahun ini. Sebelumnya, kebocoran serupa juga terjadi pada versi PC Death Stranding 2 akibat kegagalan enkripsi preload.
