Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Penurunan Pemain Fortnite Jadi Pemicu
Epic Games PHK 1.000 Karyawan (Dok. GGWP)
  • Epic Games mem-PHK sekitar 1.000 karyawan sebagai langkah efisiensi untuk menstabilkan keuangan di tengah penurunan pemain Fortnite sejak 2025.
  • Perusahaan memangkas lebih dari 500 juta dolar AS dari kontrak dan pemasaran, serta menyesuaikan harga V-Bucks guna menekan biaya operasional.
  • Epic Games menjamin pesangon minimal empat bulan gaji dan asuransi kesehatan hingga enam bulan bagi karyawan terdampak di Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Epic Games melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan.
  • Who?
    Perusahaan pengembang game Epic Games dan CEO-nya, Tim Sweeney, yang mengumumkan keputusan PHK serta menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.
  • Where?
    Kebijakan ini diumumkan oleh Epic Games yang berbasis di Amerika Serikat dan berdampak pada karyawan di berbagai lokasi operasional perusahaan.
  • When?
    Pengumuman resmi dilakukan pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan pelaksanaan kebijakan efisiensi dimulai setelah tanggal tersebut.
  • Why?
    Keputusan diambil karena penurunan jumlah pemain Fortnite sejak 2025 menyebabkan biaya operasional melebihi pendapatan dan menekan stabilitas finansial perusahaan.
  • How?
    Epic Games memberhentikan sekitar 1.000 pegawai, memangkas kontrak senilai lebih dari 500 juta dolar AS, menyesuaikan harga V-Bucks, serta memberikan pesangon dan asuransi bagi karyawan terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Epic Games, pembuat game dari Amerika, harus memberhentikan seribu orang kerja. Bosnya namanya Tim Sweeney. Ia bilang banyak orang sudah jarang main Fortnite, jadi uang perusahaan jadi sedikit. Mereka mau hemat supaya tetap bisa jalan. Orang yang berhenti kerja akan dapat uang pesangon dan asuransi supaya masih bisa hidup tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perusahaan pengembang game asal Amerika Serikat, Epic Games, resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan pada Selasa, 24 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan di tengah tekanan bisnis yang meningkat.

CEO Epic Games, Tim Sweeney, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut tidak lepas dari penurunan jumlah pemain Fortnite yang terjadi sejak 2025.

Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada keseimbangan finansial perusahaan, di mana biaya operasional kini melampaui pendapatan.

Game Fortnite (Dok. Epic Games)

“Penurunan pemain Fortnite menunjukkan bahwa kami mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibandingkan pemasukan yang kami terima,” tulis Sweeney dalam memo internal perusahaan yang kemudian dikutip oleh TechCrunch.

Ia menambahkan bahwa langkah pengurangan tenaga kerja ini menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan pendanaan perusahaan dalam jangka panjang.

Selain melakukan PHK, Epic Games juga memangkas lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,4 triliun dari kontrak dan aktivitas pemasaran.

Upaya efisiensi juga dilakukan melalui penyesuaian harga mata uang virtual V-Bucks, seiring meningkatnya biaya operasional game.

Meski demikian, Sweeney menegaskan bahwa PHK ini tidak berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan atau penggantian tenaga kerja manusia dengan teknologi AI.

Epic Games PHK 1.000 Karyawan (Dok. GGWP)

Di sisi lain, kondisi global seperti kelangkaan chip turut memperburuk daya beli konsumen, yang secara tidak langsung memengaruhi performa industri game secara keseluruhan.

Hal ini menjadi salah satu faktor eksternal yang mempercepat keputusan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Epic Games memastikan bahwa karyawan terdampak akan menerima pesangon minimal empat bulan gaji, atau lebih tergantung masa kerja.

Perusahaan juga akan menanggung biaya asuransi kesehatan bagi karyawan di Amerika Serikat hingga enam bulan ke depan.

Editorial Team