Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
3 Roguelike yang Selalu Mengundang Kamu Kembali - Cover Image.png
3 Rekomendasi Roguelike Versi GGWP (Dok. GGWP)

Intinya sih...

  • Hollow Knight: Silksong - Standar emas untuk metroidvania modern dengan elemen roguelike.

  • Hades II - Mati berkali-kali, tapi selalu berarti dalam narasi yang kaya.

  • Steam Megabonk - Kekacauan yang disengaja, eksperimen dalam setiap run.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lagi capek main game yang terasa terlalu berat? Open world ratusan jam, peta penuh side quest, sampai progres yang lama-lama terasa seperti beban pekerjaan. Kalau iya, mungkin genre roguelike bisa jadi pelarian yang kamu cari.

Belakangan ini, saya cukup ketagihan memainkan Silksong, Hades II, Steam Megabonk, dan Katana ZERO. Sekilas berbeda, tapi semuanya punya benang merah yang sama, mati bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses belajar.

1. Hollow Knight: Silksong - Ketika Ekspektasi Menjadi Bebanong

Hollow Knight Silksong (playstation.com)

Sebagai penerus Hollow Knight, Silksong membawa beban ekspektasi yang sangat besar. Bukan hanya karena statusnya sebagai sekuel, tetapi karena Hollow Knight telah menjadi standar emas untuk metroidvania modern dengan elemen roguelike dalam ritme eksplorasi dan combat.

Berbeda dengan seri terdahulunya, kali ini kamu akan memainkan Hornet yang menawarkan pendekatan yang lebih agresif dan cepat dibanding Knight.

Gerakan yang lebih lincah, kombo yang lebih aktif, dan desain musuh yang menuntut refleks membuat Silksong terasa lebih “tajam”. Bukan soal lebih sulit, tapi lebih menuntut perhatian penuh.

2. Hades II - Mati Berkali-kali, tapi Selalu Berarti

Hades II (supergiantgames.com)

Jika ada game yang berhasil membuat “mati” terasa memuaskan, Hades II adalah jawabannya. Supergiant Games tidak mengubah fondasi roguelike-nya secara radikal, tapi memperkaya setiap lapisan: narasi, build, dan variasi run.

Sebagai Melinoë, kegagalan bukan sekadar reset, melainkan bagian dari cerita. Dialog berubah, dunia bereaksi, dan progres tetap terasa meski run berakhir cepat. Inilah kekuatan Hades II—loop yang adiktif tanpa terasa repetitif.

Untuk genre roguelike, Hades II adalah contoh matang bagaimana gameplay dan storytelling bisa saling menguatkan, bukan berjalan terpisah.

3. Steam Megabonk - Kekacauan yang Disengaja

Megabonk

Di sisi yang lebih eksperimental, Steam Megabonk hadir dengan energi arcade yang brutal. Game ini tidak berusaha ramah, tidak terlalu peduli pada penjelasan panjang, dan justru mengandalkan kekacauan sebagai identitas.

Setiap run terasa seperti eksperimen. Build bisa sangat kuat atau berantakan. Tapi di situlah daya tariknya: roguelike sebagai playground, bukan checklist. Steam Megabonk mengingatkan kita pada akar genre ini, game yang lahir dari rasa ingin tahu dan keberanian mencoba hal aneh.

4. [BONUS] Katana ZERO - Presisi sebagai Bahasa Utama

Katana Zero

Meski tidak sepenuhnya roguelike, Katana ZERO sering disebut dalam napas yang sama karena filosofinya. Satu tebasan bisa berarti mati, baik untuk musuh maupun pemain. Tidak ada ruang untuk asal tekan tombol.

Yang membuat Katana ZERO istimewa adalah bagaimana ia menggabungkan aksi presisi dengan narasi yang fragmentaris. Setiap kegagalan mengajarkan pola, timing, dan kesabaran. Setiap keberhasilan terasa personal.

Editorial Team