Ingat dengan Skull and Bones? Game yang awalnya ingin mereplikasi pengalaman bajak laut ala Assassin's Creed IV Black Flag ini berakhir menjadi sebuah produk yang mengecewakan. Game yang difokuskan pada online multiplayer ini malah tidak mampu memberikan gameplay yang otentik.
Alhasil, para gamer menertawakan game yang digadang-gadang oleh Yves Guillemot sebagai AAAA. Bagaimana tidak, game yang terasa seperti sebuah produk yang kurang matang ini bahkan tidak bisa disebut sebagai AAA.
Dan ironisnya, Studio Ryu Ga Gotoku malah lebih kompeten dalam membawakan gameplay ala Black Flag melalui Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii.