Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Rating IGRS di Steam Hilang, Komdigi dan Steam Akan Gelar Rapat Besok

Rating IGRS di Steam Hilang, Komdigi dan Steam Akan Gelar Rapat Besok
Berbagai Sumber
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Komunitas gamer Indonesia heboh setelah muncul label rating IGRS di Steam yang dinilai tidak sesuai, seperti game dengan konten dewasa justru mendapat rating 3+.
  • Komdigi menegaskan rating IGRS di Steam bukan klasifikasi resmi dan akan meminta klarifikasi dari pihak platform terkait pelanggaran aturan serta potensi sanksi administratif.
  • Steam telah menghapus label IGRS, meminta maaf atas miskomunikasi, dan dijadwalkan rapat virtual dengan Komdigi untuk membahas penyelesaian masalah serta perbaikan sistem verifikasi ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini komunitas gamer di Indonesia ramai membicarakan kemunculan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah game di platform Steam. Perbincangan tersebut mencuat setelah netizen menemukan sejumlah label rating yang dianggap janggal dan tidak sesuai dengan konten yang ada di dalam game.

Di Steam, beberapa pengguna menemukan game yang mengandung konten seksual justru diberi rating 3+, yang berarti cocok untuk anak usia tiga tahun ke atas. Di sisi lain, sejumlah game AAA populer bahkan mendapat label “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia.”

Beberapa judul yang disebut oleh netizen antara lain Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater, dua game yang justru dikenal sebagai rilisan besar dan mendapatkan perhatian luas dari komunitas gamer global. Kondisi ini pun memicu kebingungan sekaligus kritik dari para pecinta game di Indonesia.

Table of Content

Komdigi: Rating di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

Komdigi: Rating di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa label rating IGRS yang sempat muncul di Steam bukan merupakan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh pemerintah Indonesia, seperti yang dilansir dari berbagai media.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan bahwa, “Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game."

Menurut Komdigi, setiap pelaku usaha digital memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, sekaligus memastikan perlindungan bagi para pengguna platform digital.

Komdigi juga menegaskan bahwa kewajiban tersebut telah diatur dalam sejumlah regulasi di Indonesia, mulai dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, hingga Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Berdasarkan aturan tersebut, pemerintah melihat adanya indikasi ketidaksesuaian antara informasi yang ditampilkan di Steam dengan regulasi nasional. Salah satunya adalah penggunaan label IGRS tanpa melalui proses klasifikasi dan verifikasi resmi.

Karena itu, Komdigi menyatakan akan meminta klarifikasi dari pihak Steam dan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan platform tersebut terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” jelas Sonny.

Apabila dalam proses evaluasi nantinya ditemukan adanya pelanggaran, Komdigi menyatakan siap mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi administratif terhadap penyelenggara sistem elektronik yang tidak patuh.

Rating IGRS di Steam Kini Sudah Dihapus

Sementara itu, saat artikel ini ditulis, label rating IGRS sudah tidak lagi terlihat pada halaman game di Steam. Platform distribusi game digital tersebut kini kembali menampilkan sistem rating lain, seperti PEGI.

Komdigi juga menyebut bahwa pihak Steam telah menyampaikan permintaan maaf melalui email terkait polemik yang terjadi. Menurut Sonny, masalah ini terjadi karena adanya miskomunikasi dalam proses uji coba implementasi rating.

“Jadi tadi pagi mereka mengirim email meminta maaf karena ada miskomunikasi. Ada satu langkah yang mereka lewatkan. Seharusnya mereka mengirim report terlebih dahulu kepada kami sebelum kami memberikan lampu hijau untuk uji coba,” ujarnya, seperti yang dilansir dari laman Kompas.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh label yang sempat memicu kontroversi tersebut telah diturunkan oleh Steam.

“Kan sudah di-take down semua karena mereka merasa itu salah. Ada miskomunikasi di pihak mereka,” tambah Sonny.

Komdigi dan Steam Akan Gelar Rapat Virtual Besok

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Komdigi dan pihak Steam dijadwalkan akan melakukan rapat virtual guna membahas lebih lanjut terkait kesalahpahaman yang terjadi pada esok hari, Selasa (07/04/2026).

Menurut Sonny, pertemuan tersebut sempat tertunda karena pihak Steam sedang menjalani masa libur Paskah.

“Dan kebetulan di sana kan lagi Paskah, jadi sedang libur. Jadi besok kita akan Zoom meeting, mungkin nanti ada klarifikasi dari pihak Steam untuk menjelaskan permasalahan di sisi mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, Komdigi juga menyatakan akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem IGRS, termasuk memperkuat mekanisme verifikasi dan pengawasan agar klasifikasi game di Indonesia dapat berjalan lebih akurat dan terpercaya ke depannya.

FAQ

Apa itu IGRS dalam game?

IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sistem klasifikasi usia untuk game di Indonesia yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sistem ini bertujuan memberikan informasi kepada orang tua dan pemain mengenai kelayakan usia suatu game berdasarkan kontennya.

Mengapa rating IGRS di Steam sempat menjadi kontroversi?

Kontroversi muncul karena beberapa game dengan konten dewasa justru diberi rating rendah seperti 3+, sementara game populer lain malah mendapat label tidak layak didistribusikan di Indonesia. Hal ini membuat banyak gamer mempertanyakan keakuratan rating yang muncul di Steam.

Apakah rating IGRS di Steam merupakan klasifikasi resmi pemerintah?

Tidak. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa rating IGRS yang sempat muncul di Steam bukan merupakan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh pemerintah Indonesia.

Apa langkah yang diambil Komdigi terkait polemik rating di Steam?

Komdigi meminta klarifikasi dari pihak Steam terkait penggunaan label IGRS tersebut. Kedua pihak juga dijadwalkan melakukan rapat virtual untuk membahas miskomunikasi yang terjadi serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Gaming

See More