Waduh, NPC-nya mabuk! (ggwp/steven sianada)
Jadi, kira-kira apa yang membuat NTE berbeda dari kompetitornya? Ada cukup banyak, dari fitur berkendara dengan mobil dan motor, aktivitas sampingan yang melimpah, misi yang bervariasi, dan kota terbuka yang bertemakan urban! Sayangnya, banyak dari hal ini yang terasa begitu kurang.
Kita mulai terlebih dahulu dengan kendaraan, satu hal yang menjadi daya tarik terlebih untuk penggemar game racing seperti penulis. Semenjak CBT kemarin, tampak tidak ada perubahan yang berarti, bahkan pengalaman ini pun diperburuk mengingat adanya satu penemuan yang mengagetkan.
Sebagai sebuah fitur untuk bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya, kendaraan di NTE mungkin sudah terasa lebih dari cukup, mobil terasa cukup cepat terlebih jika kamu sudah membeli Regalia Griffin. Namun, untuk gamer yang ingin mencari sensasi balapan, bersiaplah kecewa.
Online race adalah mode terburuk yang pernah penulis cicipi. Untuk rank terbawah saja kamu sudah harus melawan mobil dengan performa yang lebih tinggi seperti Regalia Griffin. (ggwp/steven sianada)
Handling yang ditawarkan terasa begitu kaku, dengan setiap mobil hampir tidak memiliki perbedaan selain akselerasi, kecepatan maksimal, hingga seberapa mudah mobil tersebut berbelok dan drift.
Terlepas dari mobil tertentu seperti Novus B100 dan Regalia Pursuit V8, hampir semua mobil terasa sama saja dan monoton.
Setiap mobil terasa begitu grippy, sulit untuk dipaksa oversteer secara natural tanpa menggunakan handbrake. Bahkan, disaat kamu mengendarai mobil tertentu dengan top speed maksimal, sense of speed yang ditawarkan terlihat begitu pelan, layaknya kamu sedang cruising.
Dan penemuan yang penulis sebutkan sebelumnya? Ternyata, kamu harus mengunci framerate-mu menjadi 30fps untuk bisa mendapatkan pengalaman terbaik saat balapan, terlebih jika kamu ingin melewati belokan tajam dengan teknik drifting.
Seluruh kejanggalan ini membuat penulis semakin yakin bahwa tidak ada satupun pengembang di Hotta Studio yang pernah memainkan game balap maupun GTA.
Ditambah lagi, pilihan mobil yang ada terasa sedikit dan membosankan.
Akan ada karakter yang bisa kamu temukan melalui mini story yang bisa kamu periksa di map, contohnya adalah Lacrimosa my bini. (ggwp/steven sianada)
Kamu seorang penikmat cerita dan menginginkan sesuatu yang terasa layaknya anime komedi? Kamu jelas akan dikecewakan dengan presentasi yang ditawarkan pada NTE! Prolog awal yang terasa begitu lamban, ditambah dengan hadirnya Taygedo membuat banyak orang kecewa, termasuk penulis.
Bahkan, ada momen dimana kamu harus menunggu cukup lama sebelum kamu bisa membaca dialog seterusnya. Faktor-faktor ini membuat pacing cerita terasa begitu mengesalkan, membuat penulis berakhir dengan menekan tombol skip.
Untungnya, ada beberapa cerita yang begitu menarik, contohnya seperti side story Akane Rin, yang memiliki isu yang sama namun terbantu berkat para tokoh yang begitu menarik.