Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
19c5505eb3719-screenshotUrl.jpg.jpeg.png
Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties (Dok. GGWP)

Intinya sih...

  • Dark Ties memberikan cerita segar dan pendalaman karakter yang kuat

  • Kiwami 3 menawarkan pacing cerita sederhana dengan fokus pada kehidupan sehari-hari di Panti Asuhan Morning Glory

  • Perbedaan sistem ekonomi membuat Dark Ties terasa lebih masuk akal dan memuaskan dibandingkan Kiwami 3

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

GGWP kali ini akan mengulas game dari franchise Yakuza yaitu Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Dua game yang rasa-rasanya patut dimainkan di tahun 2026 ini.

Setelah menghabiskan waktu cukup panjang di Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, GGWP sangat menyarankan bagi kamu yang ingin memainkan game ini untuk memulai dari Dark Ties terlebih dahulu sebelum Yakuza Kiwami 3.

Alasannya, dari sisi cerita Dark Ties terasa lebih segar dan membantu kita memahami motivasi Mine di dalam Yakuza 3 sehingga pendalaman karakternya menjadi lebih kuat.

Bagi para pecinta game Yakuza, saat memainkan Yakuza 3 remaster ini, cerita utamanya masih sama dengan pacing yang terasa terburu-buru.

Hal ini membuat penulis yakin bahwa Yoshitake Mine menjadi penyelamat dalam Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Terlebih Kazuma Kiryu masih tampil seperti sebelumnya, dengan gameplay dan fighting style yang heboh, berbeda dengan Yoshitake Mine yang membutuhkan penyesuaian tempo dalam pertarungan.

Mari kita bahas satu per satu, dimulai dari Kiwami 3 lewat Kazuma Kiryu yang masih terus diteror masa lalunya.

Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties (Dok. GGWP)

Pada Kiwami 3 ini, baik dari sisi cerita maupun rutinitas, semuanya terasa lebih sederhana. Ceritanya masih berpusat pada Kiryu yang mengasuh anak-anak di Panti Asuhan Morning Glory, Okinawa.

Kita dibuat semakin dekat dengan anak-anak Morning Glory melalui berbagai side quest dan mini game bersama mereka.

Ditambah lagi, cerita utama tidak mengalami perubahan, sehingga fokus kita lebih tertuju pada keseharian anak-anak Morning Glory.

Hal ini membuat Yakuza seolah bergeser dari nuansa gangster menjadi seperti baby sitter.

Dalam Kiwami 3 remake ini, kamu akan bermain di Kamurocho dan Okinawa, termasuk Panti Asuhan Morning Glory.

Dari sisi suasana, perubahan terasa signifikan karena porsi waktu lebih banyak di Okinawa dengan warna hangat dan atmosfer liburan musim panas.

Okinawa inilah yang membuat para pemain lama Yakuza merasakan pacing dengan konflik yang minim, sulitnya mencari uang, hingga waktu permainan yang terasa panjang.

Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties (Dok. GGWP)

Di sisi lain, terdapat nilai plus yang memungkinkan kamu menghindari hal tersebut jika sudah memahami polanya.

Geng Motor Okinawa menjadi salah satu penyelamat dalam Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties.

Side content di Kiwami 3 ini juga mendapat sentuhan seri modern Yakuza, mulai dari balancing yang lebih baik hingga tidak mengharuskan pemain melakukan grind berat.

Tujuan utama Geng Motor Okinawa dan Morning Glory di Kiwami 3 memang terasa seperti upaya memperlambat pacing cerita utama agar pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih “utuh” bersama Kazuma Kiryu.

Kemudian kita memasuki konflik khas Yakuza dari Tojo Clan.

Dalam Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, dunia yakuza digambarkan penuh kepentingan politik dingin antar clan.

Tidak lagi sekadar soal siapa yang baik atau jahat, melainkan kepentingan dan keputusan yang belum tentu membawa hasil terbaik bagi semua pihak.

Melalui Dark Ties dan karakter Yoshitaka Mine, kita mendapatkan sudut pandang baru tentang sisi lain dunia yakuza.

Mine menggambarkan bahwa kekuatan dan kontrol adalah satu-satunya cara bertahan hidup. Berbeda dengan Kiryu, gameplay Mine di Kamurocho terasa lebih agresif dan cepat.

Review Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties (Dok. GGWP)

Cerita di Dark Ties dipenuhi konflik utama dari perspektif antagonis, meskipun durasinya lebih singkat dibandingkan title RGG lainnya.

Game ini menjadi pelengkap bagi seri Yakuza, bukan bab baru yang mendalam, tetapi penyegaran bagi para penggemarnya.

Selain konflik besar dalam cerita utama, kita tetap merasakan ciri khas RGG lewat side story yang unik.

Mine berusaha mendapatkan kepercayaan Kanda dan membangun reputasinya di dunia yakuza.

Kita juga disuguhkan sistem dungeon dan fighting cage yang menjadi tantangan untuk menguji kemampuan bertarung menggunakan Mine.

Secara garis besar, perbedaan yang terasa antara Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties terletak pada sistem ekonomi.

Dark Ties terasa lebih masuk akal dibandingkan Kiwami 3 yang cukup sulit. Reward progression pun terasa lebih cepat dan memuaskan di Dark Ties.

Dari sisi cerita, Yakuza 3 memang memiliki pacing lambat dan pengembangan karakter yang kurang kuat.

Namun kehadiran Dark Ties menjadi penyelamat sekaligus pelengkap kekurangan tersebut.

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties terasa memiliki jiwa dan nilai lebih dibandingkan versi originalnya, terutama bagi pemain yang belum pernah menyentuh Yakuza 3 sebelumnya, meskipun Yakuza 3 bukan pilihan terbaik untuk memulai seri RGG.

Editorial Team