Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Xbox Game Pass Turun Harga, Tapi Ada Harga yang Harus Dibayar Gamer
ilustrasi PC Game Pass (dok. IGN)
  • Microsoft menurunkan harga Xbox Game Pass, dengan paket Ultimate kini $22,99 dan PC Game Pass $13,99 per bulan, memberikan potongan hingga lebih dari 23 persen.
  • Game terbaru Call of Duty tidak lagi hadir sebagai day one di Game Pass dan baru akan tersedia sekitar satu tahun setelah rilis awalnya.
  • Langkah ini diambil sebagai respons terhadap feedback komunitas serta tantangan bisnis, karena biaya produksi game meningkat dan pendapatan divisi gaming Microsoft menurun sekitar 10 persen secara tahunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Microsoft akhirnya mengambil langkah yang terasa seperti diskon besar, tapi dengan konsekuensi yang cukup pahit bagi sebagian gamer.

Layanan berlangganan andalan mereka, Xbox Game Pass, resmi mengalami penurunan harga mulai hari ini.

Game Pass Ultimate kini turun dari $29,99 menjadi $22,99 per bulan. Sementara itu, PC Game Pass ikut dipangkas dari $16,49 menjadi $13,99 per bulan. Penurunan ini terbilang signifikan, bahkan mencapai lebih dari 23 persen untuk paket Ultimate.

Di atas kertas, ini jelas kabar baik. Dengan harga lebih rendah, gamer tetap mendapatkan akses ke ratusan game di konsol dan PC, termasuk fitur multiplayer online, cloud gaming, hingga berbagai keuntungan dalam game.

Xbox juga menegaskan bahwa layanan ini masih akan menghadirkan puluhan game day one setiap tahunnya.

Namun, seperti biasa dalam industri game, tidak ada yang benar-benar gratis.

Game-game di Xbox Game Pass (dok. Microsoft)

Mulai tahun ini, game terbaru dari franchise Call of Duty tidak lagi hadir sebagai day one di Game Pass. Artinya, gamer tidak bisa langsung memainkan seri terbaru saat rilis melalui layanan ini.

Sebagai gantinya, game Call of Duty baru baru akan masuk ke Game Pass sekitar satu tahun setelah peluncuran, biasanya pada musim liburan berikutnya.

Sementara itu, game Call of Duty yang sudah ada di library, termasuk rilisan sebelumnya, tetap bisa dimainkan seperti biasa.

Perubahan ini menjadi titik balik penting dalam strategi Xbox. Setelah sebelumnya menaikkan harga Game Pass secara signifikan pada Oktober lalu, kini mereka justru memotong harga sambil mengurangi salah satu daya tarik utamanya.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Xbox mengakui bahwa tidak ada satu model bisnis yang cocok untuk semua pemain. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut perubahan ini sebagai respons terhadap berbagai feedback dari komunitas.

Call of Duty: Advanced Warfare (dok. Activision)

Di balik layar, keputusan ini juga berkaitan dengan kondisi bisnis.

Divisi gaming Microsoft menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatan perusahaan, namun performanya tidak sekuat lini lain seperti cloud dan software produktivitas. Bahkan, pendapatan gaming sempat mengalami penurunan sekitar 10 persen secara tahunan.

Selain itu, layanan Game Pass sendiri disebut telah menjadi terlalu mahal untuk dipertahankan dalam format sebelumnya.

Dengan biaya produksi game yang terus meningkat, terutama untuk franchise besar seperti Call of Duty, model day one untuk semua judul tampaknya mulai sulit dipertahankan.

Bagi gamer, ini menjadi dilema klasik. Harga lebih murah tentu menggoda, tetapi kehilangan akses instan ke game blockbuster adalah kompromi yang tidak kecil.

Sekarang, pilihan ada di tangan pemain. Membeli game baru dengan harga penuh saat rilis, atau menunggu satu tahun untuk menikmatinya lewat Game Pass.

Editorial Team