Desember lalu, saya berkesempatan menjajal demo Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties di kantor Sega yang berlokasi di Shinagawa-ku, Tokyo. Begitu masuk ke dalam Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, cerita dibuka dengan pendekatan yang terasa sengaja dibuat tenang. Tidak ada aksi besar di awal permainan. Saya langsung diajak masuk ke kehidupan Kazuma Kiryu di Okinawa, sebuah latar yang sejak dulu dikenal sebagai bagian Yakuza yang lebih personal dan emosional. Tempo yang pelan ini memberi ruang untuk memahami konteks cerita sebelum konflik mulai bergerak.
Sebagai catatan, Yakuza Kiwami 3 merupakan remake dari Yakuza 3 yang pertama kali dirilis pada 2009 di PlayStation 3. Versi orisinalnya dikenal sebagai titik balik seri Yakuza, karena untuk pertama kalinya Kiryu ditampilkan sebagai figur ayah dan pelindung, bukan sekadar legenda jalanan Kamurocho. Versi Kiwami ini mencoba membawa kembali cerita tersebut dengan pendekatan modern, baik dari sisi gameplay maupun presentasi.
Di demo yang saya mainkan, interaksi Kiryu dengan anak-anak di panti asuhan Morning Glory kembali menjadi fondasi cerita. Momen-momen sederhana ini menegaskan bahwa Yakuza Kiwami 3 tidak dibangun di atas konflik besar semata, tetapi pada relasi antarkarakter. Pendekatan ini terasa konsisten dengan visi remake yang ingin mempertahankan kekuatan narasi versi aslinya.
Perubahan mulai terasa ketika permainan masuk ke pertarungan. Combat di Kiwami 3 kini terasa lebih berat dibanding versi lamanya. Setiap pukulan Kiryu memiliki impact yang jelas, dengan animasi yang lebih halus dan respons yang terasa lebih presisi. Ritmenya tidak terlalu cepat, tetapi justru membuat duel terasa lebih intens dan berbahaya.
Perbedaan paling mencolok hadir lewat Dark Ties. Mode ini menghadirkan sudut pandang baru melalui karakter Yoshitaka Mine, sesuatu yang tidak ada di versi orisinal. Gaya bertarung Mine terasa lebih agresif dan ofensif, dengan combo cepat yang memberi kontras jelas dibanding Kiryu. Meski porsinya di demo masih singkat, Dark Ties terasa sebagai tambahan yang serius, bukan sekadar bonus.
Demo ini juga tetap menyelipkan aktivitas sampingan khas Yakuza, meski dalam porsi terbatas. Elemen ini membantu menjaga identitas seri sebagai game yang tidak hanya berfokus pada cerita utama, tetapi juga kehidupan sehari-hari di dunianya.
Namun, masih ada beberapa catatan teknis. Di beberapa area, pencahayaan dan tekstur terlihat belum sepenuhnya konsisten. Masalah ini tidak sampai mengganggu alur permainan, tetapi rasanya akan cukup terlihat bagi beberapa orang yang memperhatikan detail visual.
Secara keseluruhan, demo ini berhasil menunjukkan fondasi yang kuat. Dengan peningkatan combat, tambahan mode Dark Ties, serta pendekatan cerita yang tetap setia pada versi 2009, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties berpotensi menjadi salah satu remake Yakuza yang paling menarik jika penyempurnaan teknisnya berjalan sesuai harapan.
SEGA sendiri telah mengonfirmasi bahwa Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties akan dirilis pada 12 Februari 2026. Game ini akan tersedia di PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X|S, PC (Steam), serta Nintendo Switch 2. Saat ini kamu sudah bisa mencicipi demo yang tersedia di berbagai platform tentunya ini menjadi gambaran awal arah remake ini sebelum versi penuhnya dirilis.
