Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Review Assassin’s Creed Shadows: Saatnya Menjadi Samurai dan Ninja
Review Assassin’s Creed Shadows: Saatnya Menjadi Samurai dan Ninja
  • Assassin’s Creed Shadows membawa pemain ke Jepang feodal dengan dua protagonis berbeda: Naoe sang shinobi yang fokus stealth dan Yasuke sang samurai dengan gaya bertarung frontal.
  • Gameplay menonjolkan perbedaan ekstrem antara stealth klasik ala Naoe dan pertarungan sinematik Yasuke, memberi kebebasan memainkan misi dengan dua pendekatan kontras.
  • Dunia Jepang terasa imersif dengan sistem bayangan, musim dinamis, serta desain level vertikal; menghadirkan nuansa klasik Assassin’s Creed meski masih menyisakan kekurangan pada fleksibilitas karakter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Assassin’s Creed Shadows adalah permainan terbaru dari seri Assassin’s Creed yang menampilkan latar Jepang feodal dengan dua karakter utama dan gaya bermain berbeda.
  • Who?
    Permainan ini dikembangkan oleh Ubisoft, menampilkan dua protagonis: Naoe, seorang shinobi, dan Yasuke, seorang samurai.
  • Where?
    Latar permainan berada di Jepang feodal dengan berbagai lokasi seperti kastil dan lingkungan alam yang dirancang untuk eksplorasi serta infiltrasi.
  • When?
    Assassin’s Creed Shadows baru saja dirilis dan menjadi bagian terbaru dalam seri setelah judul-judul sebelumnya seperti Valhalla.
  • Why?
    Ubisoft menghadirkan latar Jepang feodal untuk memenuhi keinginan penggemar lama yang telah lama menantikan tema samurai dan ninja dalam seri ini.
  • How?
    Pemain dapat memilih antara dua gaya bermain: stealth cepat ala Naoe atau pertarungan langsung ala Yasuke, dengan sistem bayangan dan desain level vertikal mendukung keduanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Assassin’s Creed Shadows akhirnya membawa seri ini ke setting yang sudah lama diimpikan fans: Jepang feodal. Setelah bertahun-tahun menjelajah Eropa, Timur Tengah, hingga era Viking, Ubisoft kini menghadirkan fantasi klasik menjadi Assassin di dunia samurai dan ninja.

Yang membuat Shadows terasa segar adalah pendekatan dua protagonis dengan gaya bermain kontras: Naoe sang shinobi yang fokus stealth, dan Yasuke sang samurai yang mengandalkan pertarungan frontal. Alih-alih sekadar variasi karakter, perbedaan ini menjadi inti desain gameplay.

Naoe terasa seperti kembalinya Assassin’s Creed klasik. Ia cepat, lincah, dan sangat bergantung pada bayangan. Mekanik sembunyi di kegelapan, merayap, serta mobilitas vertikal membuat infiltrasi kastil terasa lebih taktis dibanding seri RPG seperti Valhalla. Yang paling terasa adalah kembalinya assassination yang konsisten — jika posisi tepat, musuh bisa dieliminasi sekali serang. Shadows akhirnya terasa “Assassin” lagi.

Sebaliknya, Yasuke mewakili pendekatan AC modern. Ia berat, kuat, dan brutal. Pintu bisa diterobos, musuh dihadapi langsung, dan duel samurai terasa sinematik. Combat-nya memuaskan, tetapi jelas bukan gaya stealth. Perbedaan ekstrem ini membuat satu misi bisa dimainkan dengan dua cara yang benar-benar berbeda: menyelinap sebagai Naoe atau menyerbu sebagai Yasuke.

Dunia Jepang feodal di Shadows juga menjadi salah satu yang paling imersif di seri ini. Musim berganti, vegetasi memengaruhi stealth, dan kastil dirancang multi-jalur untuk infiltrasi. Desain level seperti ini mengingatkan pada Unity — yang masih dianggap puncak stealth Assassin’s Creed. Namun, bayang-bayang Ghost of Tsushima tidak bisa dihindari. Atmosfer Jepang di Shadows hampir pasti akan dibandingkan dengan game tersebut.

Stealth menjadi aspek yang paling menonjol. Sistem bayangan, parkour cepat Naoe, serta level design vertikal membuat pendekatan diam-diam terasa organik, bukan sekadar bergantung pada angka damage. Ini adalah stealth terbaik Assassin’s Creed dalam satu dekade terakhir.

Meski begitu, tidak semua aspek sempurna. Yasuke terasa kurang cocok sebagai Assassin, pendekatan open-world Ubisoft masih terasa familiar, dan switching karakter kadang membatasi fleksibilitas. Perbedaan gaya ekstrem juga bisa membuat pemain lebih memilih satu karakter saja.

Secara keseluruhan, Assassin’s Creed Shadows terasa seperti pertemuan dua era seri ini: klasik dan modern. Naoe membawa kembali identitas stealth Assassin, sementara Yasuke mempertahankan evolusi combat RPG. Bagi fans lama, ini mungkin Assassin’s Creed paling mendekati akar seri dalam waktu lama — dengan bonus fantasi Jepang feodal yang akhirnya terwujud.

Editorial Team