Sumber: instagram.com/michelleeeck99
Menurut wanita kelahiran 1999-an ini, profesi Brand Ambassador atau Talent bisa menjadi batu loncatan. Namun, semua itu tentunya balik lagi ke pribadi masing-masing yang menjalaninya.
"Bisa jadi batu loncatan. Itu balik lagi ke pribadi masing-masing. Yang penting, sebagai batu loncatan, siapa tahu (mendapatkan) kenalan (dari sana)," ucapnya.
Ia juga menyebutkan beberapa kriteria yang menurutnya harus ada dalam diri seorang Brand Ambassador.
"Kriterinya, mungkin, enak dipandang kali ya. Enak dipandang, murah senyum, friendly, karena mau nggak mau, kita kan harus fans service dan sebagainya kan, either di depan kamera atau di depan fansnya langsung. Terus, ya, sebisa mungkin ngerti saja sih, ngerti apa yang ditonton. Belajar dikit-dikit lah, biar nggak buta-buta banget," tuturnya.
Adapun pekerjaan yang ia lakukan sebagai seorang BA, meliputi restream hingga memberikan dukungan kepada tim-tim RRQ yang sedang bertanding.
"Kebetulan, sekarang job desk-nya nambah. Waktu aku jadi Talent, aku jarang banget ke MPL Arena, restream, dan lain-lainnya. Tapi sekarang, aku sudah jadi BA, Puji Tuhan, kerjaannya banyak. Terus, aku sekarang jadi sering ke MPL Arena, terus support tim-tim RRQ yang lain," jelasnya.
Selama meniti karir di dunia esports, ia mengakui kalau dirinya mendapatkan banyak hal-hal yang dirinya sukai. Namun untuk dukanya, menurutnya lebih ke arah netizen, meski itu sudah menjadi konsekuensi ketika masuk ke dunia entertainment.
"Sekarang sih, banyak sukanya ya, nggak ada dukanya. Dukanya paling netizen, cuma ya, itu konsekuensi kalau masuk ke dunia entertain," tambahnya.