Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Proyek AI Mahasiswa UPH yang Didukung Laptop Predator Gaming
Perwakilan Acer, NVIDIA, dan mahasiswa berfoto bersama. Mahasiswa (Annabel Kineta Jovinne Caron, dari jurusan informatika, Bryan Daniel Angelino, dari jurusan Sistem Informasi dan Richie Cedrick Adrian, dari jurusan Artificial Intelligence) (Dok. ACER)
  • Mahasiswa UPH mengembangkan solusi AI untuk pemetaan jaringan, segmentasi polip, dan deteksi hama.

  • Program GeForce Campus Leaders mendukung proyek mahasiswa melalui laptop Predator dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series.

  • Kolaborasi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, melakukan riset, dan mengembangkan solusi berbasis AI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kini

Teknologi AI makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Mahasiswa memanfaatkannya untuk mengembangkan solusi atas berbagai permasalahan nyata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa UPH mengembangkan tiga proyek berbasis AI, yaitu pemetaan antarpulau untuk fiber optic, segmentasi polip, dan deteksi hama.
  • Who?
    Annabel Kineta Jovinne Caron, Richie Cedrick Adrian, dan Bryan Daniel Angelino mengembangkan proyek tersebut dengan dukungan Acer melalui Predator Gaming Indonesia dan NVIDIA.
  • Where?
    Proyek dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) di lingkungan kampus.
  • When?
    Waktu pelaksanaan proyek hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Pengembangan dilakukan untuk membantu menjawab kebutuhan nyata, termasuk konektivitas antarpulau, analisis citra medis, dan deteksi hama.
  • How?
    Mahasiswa menggunakan laptop Predator dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series untuk mengembangkan model AI, mengolah data, dan menjalankan teknologi computer vision.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mahasiswa UPH membuat tiga proyek dengan AI. Annabel membuat pemetaan untuk jaringan internet, Richie membuat sistem untuk melihat polip, dan Bryan membuat alat untuk mendeteksi hama. Acer dan Predator Gaming membantu dengan laptop khusus. Mereka memakai laptop itu untuk belajar, meneliti, dan membuat solusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dukungan perangkat komputasi memberi mahasiswa UPH kesempatan untuk bereksperimen, melakukan riset, dan mengembangkan solusi berbasis AI. Tiga proyek tersebut memperlihatkan pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan yang beragam, mulai dari infrastruktur jaringan dan analisis citra medis hingga sektor pertanian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Teknologi AI kini makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kampus. Mahasiswa pun bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan solusi atas berbagai permasalahan nyata, mulai dari pemetaan jaringan internet hingga deteksi hama.

Melihat potensi tersebut, Acer melalui Predator Gaming Indonesia mendukung kolaborasi NVIDIA dengan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) melalui program GeForce Campus Leaders. Dukungan ini diwujudkan lewat penggunaan laptop Predator dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series untuk mendukung pengembangan proyek berbasis teknologi.

Penasaran apa saja proyek yang dikembangkan mahasiswa UPH? Berikut tiga di antaranya!

1. Pemetaan antarpulau untuk pemasangan fiber optic

Pengunjung mencoba langsung Produk Laptop Gaming Predator (Dok. ACER)

Proyek pertama dikembangkan oleh Annabel Kineta Jovinne Caron, mahasiswa jurusan Informatika UPH. Ia memanfaatkan laptop Predator Helios Neo 16 AI dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Ti untuk mengembangkan solusi pemetaan antarpulau dalam perencanaan pemasangan jaringan fiber optic.

Proyek ini berfokus pada kebutuhan pemetaan untuk mendukung perencanaan infrastruktur jaringan. Dengan dukungan perangkat berperforma tinggi, proses pengembangan dan pengolahan data dapat dilakukan untuk membantu menjawab tantangan konektivitas antarpulau di Indonesia.

2. Riset AI untuk segmentasi polip

Richie Cedrick Adrian dari jurusan Artificial Intelligence dengan Teknologi AI Peningkat Performa Pendeteksi Polip (Dok. ACER)

Berikutnya, ada Richie Cedrick Adrian, mahasiswa program studi Artificial Intelligence UPH, yang mengembangkan prototipe berbasis AI untuk segmentasi polip.

Dalam proyek ini, Richie menggunakan Acer Predator Helios 18 AI dengan NVIDIA GeForce RTX 5090. GPU berperforma tinggi dapat membantu mendukung komputasi intensif yang dibutuhkan dalam pengembangan model AI dan pemrosesan data visual.

Riset segmentasi polip sendiri berkaitan dengan kemampuan AI mengenali dan memisahkan area polip dari citra. Teknologi semacam ini berpotensi mendukung pengembangan alat bantu analisis citra medis, meski penerapannya tetap membutuhkan validasi klinis.

3. SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8

Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi melalui pengembangan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8 (Dok. ACER)

Proyek ketiga datang dari Bryan Daniel Angelino, mahasiswa program studi Sistem Informasi UPH. Ia mengembangkan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis teknologi computer vision dengan model YOLOv8.

Untuk mengembangkan proyek tersebut, Bryan menggunakan Acer Predator Triton 14 AI yang dilengkapi NVIDIA GeForce RTX 5070. Teknologi deteksi objek seperti YOLOv8 memungkinkan sistem mengenali objek tertentu dari gambar berdasarkan model yang telah dilatih.

Dalam konteks SIPETIK, pendekatan ini dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem yang dapat membantu mendeteksi hama. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana AI bisa diterapkan untuk mendukung kebutuhan di sektor pertanian.

Dukungan teknologi untuk inovasi mahasiswa

Dukungan Acer melalui Predator Gaming Indonesia diwujudkan lewat penyerahan laptop Predator Helios Neo 16 AI kepada UPH. Laptop tersebut diserahkan oleh Fransisca Maya, Head of Marketing Acer Indonesia, kepada Mr. Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc, PhD, Executive Dean of College of Emerging Science, Universitas Pelita Harapan.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendukung mahasiswa dalam mengeksplorasi teknologi dan mengembangkan proyek yang relevan dengan kebutuhan nyata. Dengan dukungan perangkat komputasi yang mumpuni, mahasiswa memiliki kesempatan untuk bereksperimen, melakukan riset, dan mengembangkan solusi berbasis AI.

Pada akhirnya, inovasi teknologi bukan hanya soal kecanggihan perangkat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menjawab tantangan di berbagai bidang.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article