factory reset (blog.en.uptodown.com)
Di sistem modern seperti Android dan iOS, data pengguna sebenarnya tersimpan di partisi khusus.
Saat kamu hanya menghapus foto, chat, atau aplikasi satu per satu, yang hilang sebenarnya cuma penunjuk file-nya. Data aslinya masih tertinggal di memori sampai ditimpa oleh data baru.
Itulah kenapa banyak aplikasi recovery masih bisa menemukan file lama, bahkan setelah galeri terlihat kosong.
Foto keluarga, dokumen kerja, riwayat chat, hingga backup lokal dari WhatsApp bisa saja masih tersimpan diam-diam.
Sebaliknya, saat kamu melakukan factory reset HP, sistem akan menghapus seluruh partisi data pengguna sekaligus. Pada HP modern, proses ini jauh lebih aman karena hampir semua perangkat sekarang memakai enkripsi bawaan.
Di Android versi baru, data disimpan dengan enkripsi seperti Full Disk Encryption dan File-Based Encryption. Ketika reset dilakukan, kunci enkripsinya ikut dihapus.
Akibatnya, data lama memang masih ada secara fisik di memori, tetapi sudah berubah menjadi kumpulan data acak yang nyaris mustahil dibaca kembali.
Hal yang sama juga berlaku di iOS. Saat memilih Erase All Content and Settings, perangkat akan menghancurkan kunci enkripsi yang dipakai untuk membuka data pengguna.
Sehingga isi HP menjadi tidak bisa diakses lagi, bahkan dengan alat forensik biasa.
Jadi, kalau kamu masih ragu apakah factory reset HP perlu dilakukan sebelum jual HP, jawabannya adaah iya, wajib sekali.
Karena memang itu satu-satunya cara yang mampu memutus hubungan antara HP lama dan semua data pribadimu.