Review HyperX SoloCast 2: Mikrofon USB yang Tahu Kebutuhan Gamer
- HyperX SoloCast 2 adalah mikrofon USB dengan desain minimalis, stand yang menyatu dengan bodi, dan tombol mute tap-to-mute yang responsif.
- Mikrofon ini merekam suara di 24-bit / 96 kHz dengan kapsul condenser cardioid 14 mm, menghasilkan suara natural, renyah, dan detail.
- SoloCast 2 cocok untuk gamer, streamer pemula, podcaster baru, atau content creator yang ingin kualitas audio naik satu level tanpa ribet.
Kalau bicara soal upgrade audio, mikrofon hampir selalu jadi langkah pertama yang paling terasa dampaknya.
Untungnya, kali ini GGWP kedatangan HyperX SoloCast 2, mikrofon yang terasa seperti jawaban buat banyak gamer, streamer, dan content creator yang pengin suara lebih enak didengar tanpa harus bikin dompet berpikir dua kali.
GGWP sudah mencoba langsung mikrofon ini, dan jujur saja, HyperX SoloCast 2 termasuk salah satu mikrofon USB yang layak banget kamu pertimbangkan.
| Brand | HyperX |
| Product Description | HyperX SoloCast 2 adalah mikrofon USB plug-and-play dengan desain kokoh, kualitas audio jernih 24-bit/96 kHz, serta fitur tap-to-mute yang praktis, ideal untuk gamer dan content creator yang ingin upgrade suara tanpa ribet dan tanpa mahal. |
| Price | Rp. 869.000 |
Spesifikasi HyperX SoloCast 2
Tipe kapsul | Condenser electret 14 mm |
Respons frekuensi | 20 – 20.000 Hz |
Konektivitas | USB-C |
Dimensi (P x L) | 6 x 2,08 inci / 152,4 x 53 mm |
Berat | 365,7 g |
Tanggal Rilis | Agustus 2025 |
Dari sisi desain, SoloCast 2 langsung terlihat beda dibanding pendahulunya. Bentuk silinder hitam matte-nya terasa minimalis, rapi, dan lebih serius. Tidak ada kesan “mikrofon murah”.
Stand-nya kini menyatu dengan bodi, bukan lagi bagian terpisah, dan bisa dimiringkan hingga sekitar 40 derajat.
Buat kamu yang sering rekaman sambil kerja atau main game di meja, ini sangat membantu karena posisi mikrofon bisa diarahkan langsung ke wajah tanpa perlu ganjalan tambahan.
Bagian bawahnya juga dilapisi karet anti-slip, jadi mikrofon tetap stabil meski meja kena getaran dari keyboard.
Ada satu detail kecil tapi penting, tombol mute di bagian atas. Bukan tombol fisik, melainkan tap-to-mute yang responsif dan tidak menimbulkan bunyi “pop” di audio.
Mungkin terdengar sepele, tapi kalau kamu sering Discord-an, meeting, atau live stream, fitur ini terasa krusial.
Di bagian depan juga ada lampu indikator merah yang menandakan mikrofon sedang aktif. Memang agak berlawanan dengan kebiasaan beberapa mic gaming lain, tapi setelah dipakai sebentar, cepat terbiasa.
Masuk ke urusan suara, SoloCast 2 merekam di 24-bit / 96 kHz dengan kapsul condenser cardioid 14 mm.
Karakter suaranya terdengar natural dan cukup detail. Vokal terasa renyah, tidak cempreng, dan proximity effect masih terasa saat berbicara dari jarak dekat.
Namun karena ini condenser mic, wajar jika sensitivitasnya cukup tinggi. Suara kipas PC, ketikan keyboard, hingga pantulan ruangan masih bisa ikut terekam kalau setup-nya kurang optimal.
Secara keseluruhan, HyperX SoloCast 2 terasa fleksibel dan ramah untuk siapa saja yang pengin solusi plug-and-play. Colok, pakai, dan suaranya langsung terasa lebih profesional tanpa ribet.
Dengan build yang lebih kokoh, tombol mute yang praktis, dan kualitas suara yang solid, SoloCast 2 adalah upgrade yang masuk akal di kelas harga mikrofon 1 jutaan.
Kalau kamu gamer, streamer pemula, podcaster baru, atau content creator yang pengin kualitas audio naik satu level, HyperX SoloCast 2 ini layak banget masuk radar. Bukan sekadar “cukup untuk harganya”, tapi memang terasa dirancang dengan niat.


















