RRQ Kazu datang dengan catatan statistik paling menonjol di antara wakil Indonesia. Sepanjang empat pekan Knockout Stage, RRQ mencatatkan 505 eliminations dan 352.907 damage.
Angka tersebut menunjukkan produktivitas RRQ dalam memenangkan duel sekaligus memberikan tekanan kepada lawan. Namun, konsistensi di berbagai turnamen internasional belum berujung pada gelar juara regional. Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall pun menjadi kesempatan bagi RRQ Kazu untuk mengejar trofi yang selama ini belum mereka dapatkan.
Berbeda dengan RRQ, MBR Omega datang sebagai debutan di FFWS SEA. Setelah sebelumnya menjuarai kompetisi nasional, MBR berhasil menunjukkan bahwa status sebagai tim pendatang baru bukan penghalang untuk bersaing di level Asia Tenggara.
MBR bahkan mencatatkan 329 eliminations dan 233.357 damage sepanjang Knockout Stage. Catatan tersebut menempatkan mereka sebagai wakil Indonesia dengan statistik eliminations dan damage terbaik kedua.
Setelah menciptakan kejutan di babak sebelumnya, MBR kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Mereka tidak hanya berpeluang memperebutkan gelar juara, tetapi juga dapat mengamankan tiket menuju FFWS Global Finals 2026.
Sementara itu, ONIC membawa cerita mengenai perubahan roster. Tim berjuluk Landak Kuning tersebut melakukan perombakan signifikan dan mendatangkan Rattapoom Sunthalunai atau POOM, pemain asal Thailand yang mengisi posisi sniper.
Sepanjang Knockout Stage, ONIC mengumpulkan 307 eliminations dan 231.741 damage. Sebagai juara FFWS SEA 2025 Spring, pengalaman menjadi juara tentu menjadi modal tersendiri ketika mereka kembali tampil di panggung Grand Finals.
Pertandingan di Surabaya sekaligus menjadi ujian bagi komposisi baru ONIC. Mereka akan berusaha menerjemahkan perubahan roster menjadi performa yang mampu membawa kembali trofi regional.
Bigetron by Vitality melengkapi empat wakil Indonesia. BTR mencatatkan 299 eliminations dan 193.780 damage sepanjang Knockout Stage.
Robot Merah dikenal memiliki kemampuan membaca perkembangan META dan menjadi salah satu tim yang mengadopsi sistem double sniper dalam persaingan Asia Tenggara. Kini, mereka akan berusaha mengubah pendekatan tersebut menjadi hasil maksimal di Grand Finals.