Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install
For
You

Juara Dunia Tapi Terakhir di Klasemen, Apa yang Terjadi dengan EVOS Divine?

Juara Dunia Tapi Terakhir di Klasemen, Apa yang Terjadi dengan EVOS Divine?
Sumber: Garena Free Fire
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • EVOS Divine, juara dunia Free Fire, tampil mengecewakan di pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring dengan menempati posisi terakhir klasemen sementara.
  • Pelatih Leem dan pemain Koceel mengungkapkan bahwa masalah utama tim terletak pada kurangnya komunikasi dan kejenuhan antar pemain yang memengaruhi koordinasi permainan.
  • Meski hasil awal buruk, EVOS Divine masih memiliki waktu untuk evaluasi dan fokus membangun konsistensi agar bisa bangkit serta bersaing menuju Grand Finals.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hasil kurang memuaskan harus diterima EVOS Divine pada pekan pertama babak Knockout Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. Tim asal Indonesia tersebut harus puas menempati posisi terakhir di klasemen sementara setelah gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Penampilan EVOS Divine yang jauh dari harapan tentu menimbulkan banyak pertanyaan dari para penggemar. Pasalnya, tim ini tidak melakukan perubahan pada komposisi roster mereka untuk musim ini.

Bahkan, sebagian besar pemain yang turun di FFWS SEA 2026 Spring merupakan skuad yang sebelumnya sukses menjuarai Esports World Cup 2025 untuk cabang Free Fire.

Dengan status sebagai juara dunia, EVOS Divine sebenarnya datang ke turnamen ini dengan ekspektasi yang cukup tinggi. Namun kenyataannya, performa mereka di pekan pertama justru belum mampu memenuhi harapan tersebut.

Pelatih EVOS Divine, Leem, mengaku bahwa dirinya juga tidak menyangka timnya akan tampil seburuk itu pada pekan pembuka.

“Kita sudah pasti ingin mainnya bagus ya. Tapi kita juga nggak expect bakal hasilnya sejelek itu, sehancur itu," ucapnya di wawancara online pada Selasa (28/04/2026)

Menurut Leem, salah satu masalah utama yang memengaruhi performa tim di pekan pertama adalah komunikasi di dalam permainan. Kurangnya komunikasi membuat koordinasi antar pemain tidak berjalan dengan baik selama pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa suasana tim yang terlalu dekat secara personal justru membuat para pemain terkadang sungkan untuk saling mengingatkan ketika terjadi kesalahan.

“Kalau ada masalah sih, kita sudah bicarain sama semua, apa inti masalahnya. Dan inti masalahnya, kemarin itu kita kayak banyak diemnya, nggak ada yang mau saling negur gitu. Ya karena mungkin kita kan terlalu dekat, jadi mungkin nggak enak, takut sakit hati temannya kalau mau kasih tahu salahnya di mana,” tuturnya.

Leem menambahkan, “Apalagi kita kan juga nggak ada aktivitas baru lagi, jadi ya mungkin rada jenuh gitu satu sama lainnya, jadi mungkin ada sedikit kendala di situ.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu pemain EVOS Divine, Koceel. Ia mengakui bahwa komunikasi tim memang menjadi aspek yang paling terasa kurang selama pekan pertama turnamen.

“Yang kata Leem tadi sih benar ya, komunikasinya itu kurang. Karena yang itu-itu aja yang dilakuin, nggak ada hal baru yang buat kita omongin,” tambah Koceel.

Juara Dunia Tapi Terakhir di Klasemen, Apa yang Terjadi dengan EVOS Divine?
Sumber: Garena Free Fire

Meski hasil di pekan pertama cukup mengecewakan, EVOS Divine masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki performa mereka.

Babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring sendiri masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan sebelum menentukan tim-tim yang lolos ke Grand Finals.

Leem pun menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah membangun kembali konsistensi permainan. Menurutnya, masalah inkonsistensi sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa turnamen internasional terakhir yang diikuti EVOS Divine.

“Kalau menurut saya, kan kemarin dari dua turnamen internasional terakhir, kalau dilihat dari situ juga kita mainnya kan nggak konsisten juga kan. Ya, makanya untuk target saat ini sih kita bisa main konsisten agar ya buat di grand final juga, bekal buat di grand final juga kan,” ucap Leem.

Dengan waktu yang masih tersedia, EVOS Divine tentu berharap bisa bangkit di pekan-pekan berikutnya. Jika mereka mampu memperbaiki komunikasi serta menemukan kembali ritme permainan terbaiknya, peluang untuk kembali bersaing di papan atas klasemen masih terbuka.

Bagi tim yang pernah menjuarai panggung dunia, tekanan tentu selalu ada. Namun justru dari situ, EVOS Divine diharapkan bisa menunjukkan mental juara mereka dan membuktikan bahwa hasil buruk di pekan pertama hanyalah bagian dari proses menuju kebangkitan.

FAQ

Mengapa EVOS Divine tampil buruk di pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring?

Menurut pelatih Leem, masalah utama tim adalah komunikasi yang kurang efektif di dalam permainan.

Apakah EVOS Divine mengganti roster untuk FFWS SEA 2026 Spring?

Tidak. EVOS Divine tetap menggunakan roster yang sebelumnya berhasil menjuarai Esports World Cup 2025.

Apa target EVOS Divine setelah hasil buruk di pekan pertama?

Tim saat ini fokus memperbaiki konsistensi permainan agar bisa tampil lebih baik di pekan-pekan berikutnya.

Apakah EVOS Divine masih berpeluang lolos ke Grand Finals?

Masih. Babak Knockout masih berlangsung, sehingga EVOS Divine masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi di klasemen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Related Articles

See More