Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
LYON Juara EWC 2026 Free Fire, EVOS Divine Gagal Pertahankan Gelar
Sumber: Garena Free Fire
  • Tim LYON asal Meksiko menjuarai EWC 2026 Free Fire di Paris, menjadi tim Meksiko pertama yang meraih trofi dunia setelah menang lewat format Champion Rush pada game ketujuh.
  • Pemain muda Benjamín 'Gamezking' Pérez tampil gemilang membawa LYON juara dan dinobatkan sebagai MVP Grand Finals di usia 17 tahun, disebut sebagai wonderkid baru Free Fire dunia.
  • Wakil Indonesia gagal mempertahankan dominasi, dengan EVOS Divine finis ke-10, RRQ Kazu di posisi kesembilan, dan Bigetron by Vitality tersingkir lebih awal; FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim LYON asal Meksiko menjuarai Grand Finals Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire di Paris, menjadi tim pertama dari negaranya yang meraih trofi dunia tersebut.
  • Who?
    LYON dengan pemain andalan Benjamín "Gamezking" Pérez berhasil mengalahkan LOUD, TWISTED MINDS, dan All Gamers Global; sementara EVOS Divine dari Indonesia finis di posisi ke-10.
  • Where?
    Pertandingan Grand Finals EWC 2026 Free Fire berlangsung di Paris, Prancis, sedangkan turnamen regional berikutnya FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya, Indonesia.
  • When?
    Grand Finals EWC 2026 Free Fire diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2026; FFWS SEA 2026 Fall dijadwalkan dimulai pada Agustus mendatang.
  • Why?
    Kemenangan LYON diraih melalui format Champion Rush setelah sukses mendapatkan Booyah pada game ketujuh yang memastikan total poin tertinggi untuk mengunci gelar juara dunia.
  • How?
    LYON bangkit dari Survival Stage dengan performa dominan, lalu menuntaskan Grand Finals lewat kemenangan krusial atas All Gamers Global dalam duel terakhir di map Solara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim LYON dari Meksiko menang di lomba game Free Fire di Paris dan jadi juara dunia baru. Pemain muda mereka namanya Gamezking, dia hebat sekali dan dapat hadiah MVP. Tim Indonesia EVOS Divine tidak bisa menang lagi dan cuma di urutan sepuluh. Nanti ada lomba baru di Surabaya bulan Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tim asal Meksiko, LYON, resmi mengukir sejarah setelah menjuarai Grand Finals Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire yang berlangsung di Paris, Prancis, Sabtu (18/7/2026).

Kemenangan ini menjadikan LYON sebagai tim pertama dari Meksiko yang berhasil mengangkat trofi Free Fire di ajang Esports World Cup.

Gelar tersebut diraih lewat format Champion Rush, setelah LYON sukses mengamankan Booyah pada game ketujuh Grand Finals.

Mereka sekaligus meneruskan daftar juara EWC Free Fire setelah Team Falcons dari Thailand pada 2024 dan EVOS Divine dari Indonesia pada 2025.

Sayangnya, hasil berbeda harus diterima wakil Indonesia. Sang juara bertahan EVOS Divine gagal mempertahankan mahkota setelah finis di peringkat ke-10 dengan koleksi 56 poin.

Mereka bahkan berada satu tingkat di bawah RRQ Kazu yang juga mengoleksi 56 poin, namun unggul dalam penentuan klasemen sehingga berhak menempati posisi kesembilan.

Sementara itu, Bigetron by Vitality harus mengakhiri langkah lebih cepat setelah gagal menembus empat besar pada babak Survival Stage sehari sebelumnya.

Atas hasil tersebut, RRQ Kazu membawa pulang hadiah sebesar US$26.000, EVOS Divine memperoleh US$22.000, sedangkan Bigetron by Vitality menerima US$11.000 dari total prize pool senilai US$1 juta.

In Article GGWP_.png


Gamezking, Wonderkid Baru Free Fire Dunia

Sumber: Garena Free Fire

Selain kemenangan bersejarah LYON, EWC 2026 juga melahirkan bintang muda baru.

Sosok tersebut adalah Benjamín "Gamezking" Pérez, pemain andalan LYON yang sukses membawa timnya meraih gelar juara sekaligus dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Grand Finals.

Pencapaian Gamezking terasa begitu istimewa mengingat usianya baru akan menginjak 18 tahun pada akhir Juli.

Kisahnya pun mengingatkan publik pada perjalanan Rasyah Rasyid, pemain EVOS Divine yang pada EWC 2025 berhasil menjadi juara dunia sekaligus MVP saat usianya belum genap 16 tahun.

Kini, julukan wonderkid dan prodigy yang sempat identik dengan Rasyah seolah memiliki penerus baru lewat penampilan impresif Gamezking.

Perjalanan LYON menuju gelar juara sendiri tidak berlangsung mulus. Mereka gagal lolos langsung dari Group Stage dan harus berjuang melalui Survival Stage.

Di fase tersebut, LYON tampil dominan dengan finis sebagai pemuncak klasemen berkat raihan 185 poin dari 10 pertandingan, memastikan satu tempat di Grand Finals.

Pada Grand Finals, LYON sempat tampil inkonsisten. Mereka membuka turnamen dengan 20 poin pada game pertama, tetapi hanya mencatatkan perolehan satu digit pada game kedua dan ketiga.

Momentum kebangkitan datang pada game keempat ketika mereka mengumpulkan 19 poin, sebelum tampil luar biasa pada game kelima dengan torehan 45 poin.

Hasil tersebut membuat LYON melewati ambang 80 poin dan masuk ke fase Champion Rush, yang berarti mereka hanya membutuhkan satu Booyah untuk mengunci gelar juara.

Peluang pertama sempat terlepas pada game keenam. LYON gagal memenangkan pertarungan zona terakhir setelah dikalahkan wakil Brasil, LOUD, yang justru meraih Booyah dan ikut memasuki Champion Rush.

Situasi itu membuat game ketujuh menjadi penentuan dengan empat tim yang sama-sama berpeluang menjadi juara, yakni LYON, LOUD, TWISTED MINDS, dan All Gamers Global.

Pada pertandingan penutup, persaingan berlangsung sengit hingga zona terakhir di map Solara, tepatnya di area Riders Club.

LYON harus menghadapi All Gamers Global dalam duel krusial.

Berbekal keunggulan jumlah pemain dalam pertarungan 4 lawan 2, Gamezking dan rekan-rekannya berhasil mengamankan Booyah sekaligus memastikan gelar juara dengan total 155 poin.

FFWS SEA 2026 Fall Segera Digelar di Surabaya

Berakhirnya EWC 2026 Free Fire juga menandai dimulainya musim kompetitif regional berikutnya.

Lima tim terbaik Indonesia akan kembali berjuang di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall yang dimulai pada Agustus mendatang.

Turnamen tersebut menjadi jalur kualifikasi menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand. Menariknya, Indonesia kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah babak Grand Finals.

Setelah Ho Chi Minh City menjadi penyelenggara musim Spring, kini estafet beralih ke Surabaya, yang akan menjadi lokasi Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall. Ini sekaligus menjadi kali kedua Kota Pahlawan menjadi tuan rumah Grand Finals FFWS SEA setelah edisi Fall 2024.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Siapa juara Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire?

Juara EWC 2026 Free Fire adalah LYON, tim asal Meksiko yang berhasil mengamankan Booyah pada game ketujuh Grand Finals melalui format Champion Rush. Kemenangan ini menjadikan LYON sebagai tim Meksiko pertama yang menjuarai EWC Free Fire.

Bagaimana hasil tim Indonesia di EWC 2026 Free Fire?

Indonesia mengirim tiga wakil di EWC 2026 Free Fire. RRQ Kazu finis di peringkat ke-9 dengan 56 poin, EVOS Divine berada di posisi ke-10 dengan 56 poin, sementara Bigetron by Vitality terhenti di babak Survival Stage dan gagal lolos ke Grand Finals.

Siapa MVP EWC 2026 Free Fire?

Gelar Most Valuable Player (MVP) EWC 2026 Free Fire diraih oleh Benjamín "Gamezking" Pérez, pemain muda LYON yang tampil konsisten sepanjang turnamen dan berperan besar dalam membawa timnya meraih gelar juara.

Apa turnamen Free Fire berikutnya setelah EWC 2026?

Setelah EWC 2026 berakhir, kompetisi berlanjut ke Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Turnamen ini menjadi ajang kualifikasi menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, dengan Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya, Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article