Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Install

RRQ Kazu Gagal Lolos di Week 3, Adaptasi Jeek Jadi Sorotan Jelang Week 4

RRQ Kazu Gagal Lolos di Week 3, Adaptasi Jeek Jadi Sorotan Jelang Week 4
Jeek (Sumber: instagram.com/rrq_jeek)
  • RRQ Kazu gagal finis dua besar pada Week 3 Knockout Stage FFWS SEA 2026 Fall, sehingga belum mengamankan tiket Grand Finals lebih awal.
  • Tim mempromosikan Jeek dari RRQ Academy menggantikan 18Deer untuk opsi dua sniper, tetapi perubahan roster belum memberi hasil signifikan di Week 3.
  • Coach Ady menilai kemampuan dan komunikasi Jeek cukup baik, namun ia masih beradaptasi dengan chemistry, jarak, tempo tim, serta respons melindungi rekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pekan ketiga babak Knockout Stage FFWS SEA 2026 Fall yang merupakan bagian dari Fase Kedua telah selesai digelar. Sayangnya, RRQ Kazu belum mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengamankan tiket menuju Grand Finals lebih awal.

Pada Fase Kedua, setiap matchday memberikan peluang besar bagi tim yang tampil konsisten. Dua tim dengan perolehan poin tertinggi pada klasemen harian berhak langsung mendapatkan tiket ke Grand Finals. Namun, RRQ Kazu belum mampu finis di dua posisi teratas pada matchday mereka.

Kondisi tersebut cukup disayangkan mengingat RRQ Kazu sebelumnya telah melakukan perubahan roster melalui transfer window.

Sang Raja mempromosikan Jeek dari RRQ Academy untuk menggantikan 18Deer. Jeek sendiri memiliki role sebagai Sniper, sedangkan 18Deer sebelumnya mengisi posisi Rusher.

Pergantian tersebut dilakukan untuk memberikan RRQ Kazu opsi strategi baru, khususnya dalam penggunaan skema dua sniper. Namun, kehadiran Jeek ternyata belum langsung memberikan perubahan signifikan terhadap hasil RRQ pada Week 3.

Meski gagal mengamankan tiket secara langsung, peluang RRQ Kazu untuk melaju ke Grand Finals masih terbuka lebar. Mereka akan mendapatkan kesempatan terakhir pada pekan keempat. Jika mampu menempati posisi enam besar dalam klasemen keseluruhan, RRQ berhak mengamankan tiket menuju babak puncak.

  1. Coach Ady Nilai Adaptasi Jeek Masih Berjalan

    Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan atau Coach Ady, turut memberikan evaluasi mengenai performa Jeek setelah menjalani pertandingan di roster utama.

    Menurutnya, tidak terlalu banyak catatan negatif dari penampilan Jeek. Sang pemain dinilai sudah menunjukkan potensi yang cukup baik dalam dua pertandingan yang dijalaninya, terutama ketika menjalankan tugas sebagai sniper.

    “Evaluasinya nggak terlalu banyak juga. Kemarin sudah dikasih tahu juga ke Jeek, adaptasi Jeek sebagai sniper, bukan sebagai support saja. Dari data average yang kita dapatkan di dua match itu juga cukup lumayan lah untuk Jeek,” ujar pelatih RRQ Kazu tersebut.

    Coach Ady juga melihat Jeek memiliki kemampuan untuk membuat permainan penting ketika berada dalam situasi satu lawan satu.

    “Beberapa momen dia juga bisa clutch play 1 on 1 situation, ini juga oke. Dari komunikasinya juga oke, tinggal adaptasi Jeek, jarak antara Jeek dengan player yang lain aja sih,” tambahnya.

    Artinya, persoalan utama Jeek bukan terletak pada kemampuan individu, melainkan proses membangun chemistry dan memahami jarak serta tempo permainan bersama roster utama RRQ Kazu.

    Coach Ady pun menilai Jeek masih membutuhkan lebih banyak jam terbang agar dapat beradaptasi secara optimal dengan tuntutan pertandingan di level SEA.

  2. Jeek Akui Masih Harus Beradaptasi

    Jeek sendiri menyadari bahwa perpindahan dari RRQ Academy ke roster utama membutuhkan penyesuaian. Salah satu aspek yang masih ingin diperbaikinya adalah kecepatan dalam merespon pergerakan rekan satu tim.

    “Kalau dari aku mungkin masih harus belajar ya, respon terhadap teman aja. Respon kayak lebih cepat lah gitu, nge-coverin teman,” ujar pemain yang baru saja mendapatkan promosi ke RRQ Kazu.

    Jeek juga menyebut tempo permainan menjadi tantangan tersendiri. Sebelum promosi ke roster utama, ia terbiasa bermain bersama RRQ Academy sehingga harus menyesuaikan diri dengan intensitas permainan RRQ Kazu.

    “Kayak main tempo, kan aku sebelumnya di akademi. Jadi kayak lebih adaptasi ke tempo RRQ Kazu gitu, level mainannya,” tambahnya.

    Dengan demikian, Week 3 menjadi bagian penting dari proses adaptasi Jeek. RRQ Kazu kini memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi pekan terakhir.

    Kesempatan menuju Grand Finals masih terbuka. RRQ hanya perlu memastikan performa mereka lebih konsisten pada Week 4, sementara Jeek dituntut semakin menyatu dengan sistem permainan tim.

    Jika adaptasi tersebut berjalan sesuai harapan, bukan tidak mungkin Jeek justru menjadi salah satu faktor penting yang membantu RRQ Kazu mengamankan tiket terakhir menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

    Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

    FAQ

    Mengapa RRQ Kazu belum lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Week 3?

    RRQ Kazu belum berhasil finis di posisi dua besar pada matchday Week 3, sehingga belum mendapatkan tiket langsung ke Grand Finals. Mereka masih memiliki kesempatan terakhir pada Week 4.

    Siapa Jeek yang bergabung dengan RRQ Kazu?

    Jeek merupakan pemain dari RRQ Academy yang dipromosikan ke roster utama untuk menggantikan 18Deer. Jeek memiliki role sebagai Sniper, sementara 18Deer sebelumnya berperan sebagai Rusher.

    Apa yang masih perlu diperbaiki Jeek di RRQ Kazu?

    Menurut Coach Ady, Jeek masih perlu meningkatkan adaptasi, terutama dalam hal positioning, menjaga jarak dengan rekan satu tim, komunikasi, serta menyesuaikan diri dengan tempo permainan RRQ Kazu.

    Apakah RRQ Kazu masih bisa lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall?

    Ya. RRQ Kazu masih memiliki kesempatan pada Week 4. Mereka harus mampu finis di posisi enam besar klasemen keseluruhan untuk mendapatkan tiket menuju Grand Finals.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More