Sumber: instagram.com/liquid.joooo
Keputusan Team Liquid ID untuk mengandalkan pemain rookie bukan tanpa alasan. Dalam wawancara eksklusif kepada GGWP, Kevinnn menegaskan bahwa filosofi tim sejak awal memang berfokus pada proses pengembangan pemain.
“Yang pertama, kita juga dari dulu Liquid kan sudah percaya yang namanya proses lah. Kayak terbukti kan dari Favian-Aeron, pas naik langsung juara,” ujarnya.
Keberhasilan sebelumnya menjadi landasan kepercayaan bahwa pemain muda juga bisa memberikan dampak besar jika diberi kesempatan yang tepat.
Selain itu, faktor waktu juga memengaruhi keputusan roster. Kevinnn mengungkapkan bahwa proses trial yang relatif singkat membuat tim harus memaksimalkan opsi yang tersedia.
“Mungkin karena telat trial ya, soalnya sempat Timnas dulu kan, jadinya ya kita waktunya lumayan kurang lah. Tapi roster kita, ya nggak bisa diremehkan juga,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun banyak diisi pemain baru, Team Liquid ID tetap percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki skuad mereka.
Di sisi lain, Aran juga mengungkapkan bahwa dirinya ikut terlibat dalam proses pemilihan roster, meskipun dalam porsi yang tidak terlalu besar.
“Dikit, dikit banget,” ujarnya singkat.
Keterlibatan pemain dalam proses seleksi menunjukkan adanya komunikasi dua arah antara manajemen dan roster, yang bisa membantu membangun chemistry sejak awal.
Mengandalkan pemain muda tentu membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, mereka memiliki potensi besar dan motivasi tinggi untuk membuktikan diri. Namun di sisi lain, kurangnya pengalaman di panggung MPL bisa menjadi tantangan tersendiri.
Meski begitu, Team Liquid ID tampaknya mencoba menemukan keseimbangan antara keberanian dan perhitungan. Mereka tidak sekadar mengambil risiko, tetapi juga percaya bahwa sistem pengembangan yang tepat dapat menghasilkan performa maksimal.
Roster dengan banyak rookie juga membuka kemungkinan gaya bermain yang lebih fleksibel dan tidak mudah ditebak. Hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri, terutama di fase awal musim ketika tim-tim lain masih mencoba membaca pola permainan lawan.