Buntut Kecurangan SEA Games, Tokyogurl dan Cheerio Ditangkap Polisi

- Tokyogurl dan Cheerio ditangkap polisi Thailand karena kecurangan dalam turnamen AoV ladies di SEA Games 2025.
- Keduanya terbukti melakukan joki akun dan telah didiskualifikasi dari SEA Games 2025 serta diberikan hukuman seumur hidup dari Garena.
- Kepolisian Thailand menggeledah tiga lokasi berbeda dan menemukan bukti yang cukup untuk menangkap keduanya, dengan sidang dijadwalkan pada tanggal 17 Maret 2026.
Tokyogurl dan Cheerio, dua player Arena of Valor yang terlibat dalam kasus kecurangan dalam turnamen AoV ladies di SEA Games 2025 Thailand, baru saja ditangkap oleh kepolisian Thailand.
Berdasarkan investigasi dari tim official SEA Games, Tokyogurl terbukti meng-install aplikasi screen sharing yang digunakan oleh pihak lain (Cheerio) untuk memainkan akun miliknya dalam pertandingan resmi SEA Games 2025.
Atas tindakan ini, Tokyogurl didiskualifikasi dari SEA Games 2025, dan dikeluarkan dari tim Talon Esports. Garena juga memberikan ban seumur hidup untuk Tokyogurl dari semua turnamen resmi AoV.
Tokyogurl membantah bahwa dirinya melakukan kecurangan di SEA Games, namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan dari Cheerio yang membenarkan bahwa mereka melakukan kegiatan joki.
Motif penangkapan Tokyogurl dan Cheerio

Seperti dikutip dari Thairath, pada tanggal 4 Februari, kepolisian Thailand mulai bergerak untuk mengamankan Tokyogurl dan Cheerio, usai mendapatkan cukup bukti untuk menangkap mereka. Kepolisian menggeledah tiga lokasi berbeda: rumah Cheerio di Nakhon Phanom, asrama/GH Cheerio di Bang Krasor, Nonthaburi, dan apartemen Tokyogurl di Sai Ma, Nonthaburi.
Keduanya ditangkap di waktu yang sama, dan muncul pada konferensi pers tanggal 13 Februari siang tadi. Kepolisian Thailand berargumen, kasus joki yang dilakukan Tokyogurl dan Cheerio sudah tergolong tindakan pidana dengan hukuman penjara hingga dua tahun, denda hingga 4 ribu Baht, atau keduanya.
Terkait motif pelaku, Cheerio mengaku dijanjikan akan mendapatkan hadiah iPhone terbaru jika berhasil memenangkan medali emas. Namun jika kalah, ia hanya akan mendapatkan hadiah kecil yang cukup untuk melunasi tagihan rumah atau uang bensin.
Kekecewaan rakyat Thailand terhadap insiden Tokyogurl

Santi Lothong, presiden Esports Association of Thailand, mengaku kecewa dengan mengemukanya kasus ini. Sebagai presiden asosiasi, ia tidak menolerir berbagai bentuk kecurangan dalam turnamen esports. Ia merasa kemenangan yang diraih dengan kecurangan tidak membawa rasa kebanggaan.
“Insiden ini menunjukkan bahwa atlet tidak hanya berlatih untuk kompetisi tetapi juga berlatih taktik curang, yang bukan bagian dari peraturan pelatihan atlet kita. Siapa pun yang mencoba ini tidak bermain dengan benar," kata Lothong.
Pol. Maj. Gen. Phatthanasak Bubphasukwan, komandan Crime Suppression Division Thailand memperingatkan para atlet esports Thailand untuk tidak melanggar regulasi turnamen esports dan juga Undang Undang yang berlaku di Thailand.
Sidang untuk Tokyogurl dan Cheerio dijadwalkan berlangsung tanggal 17 Maret 2026.
FAQ
| Siapa Tokyogurl dan Cheerio, dan apa peran mereka dalam kasus ini? | Tokyogurl adalah pemain timnas Thailand Arena of Valor, sementara Cheerio adalah pemain lain yang membantu melakukan kecurangan dengan sistem joki. |
| Bagaimana bentuk kecurangan yang dilakukan dalam turnamen AoV SEA Games 2025? | Tokyogurl menggunakan aplikasi screen sharing sehingga Cheerio bisa memainkan akun miliknya dalam pertandingan resmi. |
| Apa sanksi yang dijatuhkan kepada Tokyogurl dan Cheerio? | Tokyogurl didiskualifikasi dari SEA Games, dikeluarkan dari Talon Esports, dan mendapat ban seumur hidup dari Garena. Keduanya juga menghadapi ancaman hukuman pidana di Thailand. |
| Apa motif di balik tindakan kecurangan ini? | Cheerio mengaku dijanjikan hadiah berupa iPhone terbaru jika berhasil meraih medali emas, atau hadiah kecil untuk kebutuhan sehari-hari jika kalah. |
| Bagaimana tanggapan pihak resmi terhadap kasus ini? | Presiden Esports Association of Thailand, Santi Lothong, menyatakan kecewa dan menegaskan bahwa kemenangan dengan cara curang tidak membawa kebanggaan. Kepolisian Thailand juga memperingatkan atlet esports untuk tidak melanggar regulasi maupun hukum. |


















