Organisasi pengembang esports global, Esports Foundation (EF), resmi menunjuk Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) sebagai Mitra Tim Nasional Indonesia untuk ajang Esports Nations Cup 2026 (ENC). Turnamen esports antarnegara tersebut akan digelar untuk pertama kalinya di Riyadh pada 2–29 November 2026.
Penunjukan ini menegaskan peran penting PB ESI sebagai organisasi resmi yang mengelola serta mengembangkan ekosistem esports Indonesia sejak 2020. Melalui kerja sama ini, PB ESI akan menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam membentuk dan mengelola tim nasional esports Indonesia untuk bertanding di berbagai judul game dalam ENC.
Sebagai Mitra Tim Nasional, PB ESI akan memimpin proses seleksi pemain terbaik dari seluruh Indonesia, menyusun struktur pembinaan, serta memastikan kesiapan tim dalam menghadapi kompetisi internasional. Selain itu, organisasi tersebut juga akan mengawasi sistem pengembangan talenta agar ekosistem esports nasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
Dalam struktur tim nasional yang dibentuk, Glorya Famiela Ralahallo ditunjuk sebagai Manajer Tim Nasional Indonesia. Ia akan bertanggung jawab atas operasional tim sehari-hari, termasuk koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kompetitif yang ditetapkan ENC.

Ketua Harian PB ESI, Bambang Sunarwibowo, menyambut positif penunjukan tersebut. Ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam ENC merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi esports nasional di tingkat global.
“Kami melihat Esports Nations Cup sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem esports Indonesia, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi representasi nasional di panggung global. Hal ini selaras dengan visi PB ESI, yakni mewujudkan esports Indonesia mendunia,” ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada PB ESI sebagai Mitra Tim Nasional akan dimanfaatkan untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari identifikasi talenta di berbagai daerah, pengembangan jalur pembinaan atlet, hingga mempersiapkan para pemain untuk bersaing di kompetisi internasional.
“Melalui ajang Esports Nations Cup ini kami berupaya membangun dan memperkuat ekosistem esports nasional yang terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan nasional saat para atlet Indonesia mewakili Merah Putih di level tertinggi esports,” lanjutnya.
PB ESI sendiri bergabung bersama lebih dari 100 organisasi dari berbagai negara yang juga terpilih sebagai Mitra Tim Nasional dalam program ENC.
Menurut EF, minat terhadap kompetisi ini sangat tinggi, dengan lebih dari 630 pendaftar dari 150 negara dan wilayah yang mengajukan diri untuk terlibat dalam pengembangan tim nasional.
Para mitra yang dipilih terdiri dari organisasi esports yang telah lama berkontribusi membangun ekosistem nasional, serta sejumlah organisasi baru yang tengah mendorong pertumbuhan kompetisi esports di berbagai wilayah dunia.
Director of National Team Relations di Esports Foundation, Hans Jagnow, menilai Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi esports terbesar di dunia.
“Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah menjadi rumah bagi berbagai judul esports mobile dan melahirkan sejumlah pemain paling berbakat di dunia. Didukung komunitas penggemar yang luar biasa, Indonesia menjadi salah satu pesaing kunci dalam gelaran perdana Esports Nations Cup. Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan PB ESI untuk menyaksikan terbentuknya tim nasional terbaik menuju ENC 2026,” ujarnya.
Pertumbuhan esports di Indonesia memang terbilang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini tercatat memiliki sekitar 192 juta pemain game, atau sekitar 43 persen dari total gamer di Asia Tenggara. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar game terbesar di kawasan.
Selain jumlah pemain yang masif, Indonesia juga memiliki ekosistem kompetitif yang semakin matang. Berbagai tim dan atlet Tanah Air secara konsisten tampil dalam turnamen regional hingga global, bahkan berhasil meraih sejumlah prestasi yang memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan esports dunia.
Melalui Esports Nations Cup, EF menghadirkan kerangka kompetisi global berbasis negara yang melengkapi sistem kompetisi berbasis klub yang selama ini mendominasi ekosistem esports. Dengan pendekatan ini, para pemain tidak hanya mewakili organisasi, tetapi juga negara mereka di panggung internasional.
ENC dirancang sebagai kompetisi dua tahunan yang akan digelar di berbagai kota di dunia. Edisi perdananya akan berlangsung di Riyadh pada November 2026, sebelum kemudian berpindah lokasi penyelenggaraan pada edisi berikutnya.
Turnamen ini juga diproyeksikan menjadi pelengkap dari ajang antarklub seperti Esports World Cup (EWC), sekaligus menyediakan struktur kompetisi yang stabil bagi para pemain serta membuka peluang investasi jangka panjang dalam pengembangan program tim nasional esports di berbagai negara.
FAQ
Apa itu Esports Nations Cup 2026? | Esports Nations Cup 2026 adalah turnamen esports internasional antarnegara yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara. Kompetisi ini akan digelar pertama kali di Riyadh pada 2–29 November 2026. |
Siapa yang menjadi mitra tim nasional Indonesia di Esports Nations Cup 2026? | Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) ditunjuk oleh Esports Foundation sebagai Mitra Tim Nasional Indonesia yang bertanggung jawab membentuk dan mengelola tim nasional esports Indonesia. |
Siapa manajer tim nasional Indonesia untuk Esports Nations Cup 2026? | PB ESI menunjuk Glorya Famiela Ralahallo sebagai Manajer Tim Nasional Indonesia yang akan mengurus operasional tim, koordinasi dengan berbagai pihak, serta memastikan kesiapan tim menghadapi kompetisi. |
Apa tujuan diadakannya Esports Nations Cup? | Esports Nations Cup bertujuan menghadirkan kompetisi esports berbasis negara untuk melengkapi turnamen berbasis klub seperti Esports World Cup, sekaligus memperkuat ekosistem esports global dan pengembangan tim nasional di berbagai negara. |
