Sebenarnya bukan hal yang baru lagi kalau kita bicara soal CCU atau Concurrent User dari Dota 2 yang naik turun seperti ingus anak balita.Ada kalanya CCU atau jumlah pemain Dota 2 tiba melonjak tajam karena satu dan lain hal seperti update baru dan hype dari event besar tahunan mereka. Tapi ada juga waktu di mana jumlah pemain dari Dota 2 sendiri terus mengalami penurunan.Banyak sekali yang menyebabkan serta mendasari hal yang terkait dengan jumlah penurunan ini. Kalau kita cari apa masalahnya, yang dihadapi oleh Dota 2 ini sejatinya sema dengan apa yang dihadapi oleh game online kebanyakan.Apa saja kira-kira yang menjadi alasan dari penurunan jumlah pemain yang dialami oleh game moba yang satu ini? Berikut opini atau pendapat dari GGWP.ID Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa komunitas dari pemain Dota 2 terkenal dengan tingkat ke toxicannya yang tinggi. Tidak hanya dari satu region saja, hampir semua region memiliki pemain dengan kelakuan yang tidak menyenangkan ini.Mulai dari rasisme yang sering kita jumpai, lalu bagaimana para pemain tersebut malah menjatuhkan mental rekan satu tim hingga ada pemain yang memilih untuk melakukan feeding atau afk pada saat dia terkena kill oleh lawan. Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan untuk game sekelas Dota 2 yang sudah ditangani oleh Developer dan Publisher terbaik menurut penulis pun masih memiliki beberapa kekurangan. Banyak sekali kendala soal teknis yang sering muncul di Dota 2.Seperti server yang tiba-tiba down, lalu sistem matchmaking yang sama sekali tidak adil hingga bug soal MMR yang baru-baru ini terjadi. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa Dota 2 mulai ditinggalkan oleh para penggemarnya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi di bidang smartphone juga menjadi salah satu faktor kenapa Dota 2 mengalami penurunan pemain. Mungkin dahulu kita selalu mengolok-olok bagaimana konyolnya sebuah moba dimainkan di gawai seperti smartphone. Tapi nyatanya sekarang, gim smartphone seperti Mobile Legends memiliki lebih banyak peminat.Terbukti di Indonesia sendiri, banyak sekali para pemain moba lain seperti Dota 2 berpindah profesi menjadi pro player di game Mobile Legends. Dengan iklim kompetitif yang mulai membaik dan hadiah yang mulai meningkat, jelas ini juga menjadi ancaman bagi Dota 2 itu sendiri. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak sekali elemen mekanisme yang ada di dalam Dota 2. Mulai dari hero yang beragam, item yang memiliki fungsi berbeda, penguasaan map, dan mekanik-mekanik lain yang tidak akan habis jika kita sebutkan.Ini menjadikan Dota 2 menjadi salah satu gim yang paling sulit untuk dipelajari dan dipahami dalam waktu singkat. Ditambah dengan komunitas yang toxic, menjadikan para pemain baru yang ingin mencoba untuk belajar bermain menjadi enggan. Dampaknya regenerasi pemain menjadi sesuatu yang jarang terjadi pada game yang satu ini. Alasan terakhir mungkin alasan universal yang juga bisa diterapkan ke hampir semua gim video. Ini merupakan faktor yang ada diluar kendali dari developer ataupun publisher dari game bersangkutan. Meskipun sudah menghadirkan beragam update terbaru, pemain bisa saja menjadi jenuh dan bosan.Dota 2 juga tidak luput dari hal ini, banyak sekali mode baru yang bisa dibilang cukup gila sudah diimplementasikan ke dalam game. Tapi nyatanya jumlah pemain dari Dota 2 juga terus menurun, entah karena bosan atau karena mereka malas belajar hal baru dari awal lagi karena adanya update terbaru itu.Mungkin itu tadi beberapa alasan kenapa jumlah pemain Dota 2 mengalami penurunan selama beberapa bulan belakanga ini, kalau menurut kalian bagaimana?