Sudah Besar di PC, Mengapa League of Legends Hadir di Mobile? Ini Analisa Kami

Setelah pengumuman League of Legends memasuki pasar MOBA mobile dengan Wild Rift, mungkin ada yang bertanya-tanya seperti “kenapa masuk ke pasar mobile sementara di PC sudah besar?”, atau “kenapa nggak dari dulu?”
Untuk menjawab pertanyaan pertama, memang benar pasar LoL di bagian PC sudah sangat besar, terutama di daerah Amerika, Eropa, Korea Selatan, hingga ke Cina di mana perusahaan raksasa Tencent yang menjadi pemilik Riot Games sejak tahun 2011 berada.
Ini kesuksesan yang sangat mengesankan, mengingat Riot Games benar-benar mempertaruhkan game MOBA ini sebagai satu-satunya tulang punggung bisnis mereka selama 10 tahun silam. Untungnya semua berjalan lancar, dan LoL menjadi salah satu game free to play terbesar saat ini bersama dengan Fortnite.

Meskipun begitu, nama League of Legends tidak sebesar yang diharapkan di beberapa bagian dunia lain, seperti pada Asia Tenggara yang sekarang sudah mulai didominasi oleh game mobile.
Karena itu, untuk menembus pasar dunia yang memang lebih memilih platform mobile, League mau tidak mau harus melakukan adaptasi dengan membuat game andalannya ini masuk ke dalam platform yang sama.
Selama 10 tahun ini, League of Legends sudah menghasilkan lebih dari US$20 triliun. Lalu kenapa mereka memutuskan untuk melakukan hal ini sekarang? Jawaban pertama adalah dari sebuah rumor kalau ini sebenarnya adalah keputusan dari Tencent sendiri untuk lebih mendominasi pasar lagi.

Jawaban kedua bisa dilihat dari penghasilan yang didapatkan oleh Riot Games selama tiga tahun silam. Menurut hasil Superdata Research dari Forbes, penghasilan League of Legends mengalami penurunan drastis setelah tahun 2016.
Sebagai perbandingan, LoL berhasil meraup keuntungan sebesar US$2,9 triliun pada tahun 2016, sementara pada tahun 2018 lalu mereka hanya berhasil mendapatkan US$1,7 triliun. Meskipun angka tersebut masih sangat besar, penurunan penghasilan sebesar US$1,2 triliun ini merupakan sebuah tanda bahaya.
Mereka butuh melakukan suatu perubahan besar, seperti mulai masuk ke pasar mobile dan benar-benar merealisasikan nama “Riot Games“, yaitu membuat lebih dari satu game. Riot bahkan nekad membuat serial film animasi Arcane untuk menarik pasar dari luar komunitas game-nya sendiri

Pengumuman Riot Games untuk melakukan banyak sekali hal baru ini sangat mengejutkan pemain, dan benar-benar ambisius. Apalagi karena mereka juga berusaha menembus pasar konsol bersama dengan mobile bersama dengan Wild Rift ini.
Selain Wild Rift, auto-battler LoL Team Fight Tactics juga akan masuk ke pasar mobile dan konsol, dan akan bersifat cross-platform, sehingga ada banyak sekali kesempatan untuk menarik pemain baru meskipun datangnya League of Legends ke dunia mobile dan konsol bisa dibilang sudah sangat terlambat.
Apakah langkah besar ini bisa membuat nama Riot Games menjadi jauh lebih besar lagi dalam industri game dan melibas kompetitor lainnya, atau justru akan menjadi bumerang karena memegang terlalu banyak proyek sekaligus? Mari kita lihat hasilnya di tahun depan!

















